
setelah arga membayar sarapannya di kasir,arga pun menuju ke tempat kekasihnya yang masih duduk di tempatnya semula menungguinya.nindi masih menunggu dengan memainkan ponselnya,menatap layar ponsel itu dengan cekikik di sana.arga yang melihat pun menjadi heran...kenapa kekasihnya bisa cekikikan sendiri...lalu ia pun diam diam mendekat ke arah nya,
dari belakang nindi arga melihat...nindi sesang berbalas pesan dengan satria.sontak arga pun menjatuhkan kepalanya ke pundak sisi wajah nindi,bertumpu disana dengan manjanya,wajahnya menatap lurus ke depan ikut menatap layar ponsel kekasihnya itu,dengat alis mengkerut dan kening mengernyit.samar samar ia membaca pesan yang baru nindi terima.
"si comel....mungkin nggak lama lagi aku akan berkunjung ke kampung halaman....sampai saat itu tiba...kau mau aku bawakan oleh oleh yang seperti apa?"
ucap isi pesan yang arga baca.
"apaan sih ga...kamu tu ya...nggak lihat apa ini restoran loh..."ucap nindi sambil menggoyang goyangkan pundaknya yang terkesan berat dan nindi nggak begitu suka.
"sayang...kamu tu ya...masih nggak kurang ya ada aku?kamu cari pelampiasan saat aku akan pergi sayang...gimana aku nya bisa tenang kalau nggak ngawasin kamu dua puluh empat jam coba?"
__ADS_1
ucap arga dengan dengusan kesalnya,namun arga tahu...nindi hanya menganggap satria itu teman baiknya,nggak lebih.dan menurut pengamatan arga...satria bukan lah lawan yang sepadan untuk mendapatkan nindi.lalu arga pun terjaga dari membungkuknya.
"sini deh ga....aku cium...kamu tu ya...bikin gemes aja deh..."gerutu nindi dengan gemasnya...sambil berjalan beriringan keluar dari dalam restoran menuju tempat parkir.
"nih...cium nih...mau nyium yang mana?yang sebelah mana sih sayang?"sontak ucap arga sambil memonyong monyongkan bibirnya dan pipi kanan kirinya secara bergantian yang membuat nindi geli melihatnya.
"arga...sayang...udah deh..."dengus nindi lagi.
dan tanpa sadar keduanya sudah sampai di depan mobil yang di parkir di tempat parkir restoran.
ucap arga manja sambil menggenggam jemari nindi sebelum arga membukakan pintu mobil untuk kekasihnya itu.arga memilih diam tidak membahas satria...toh juga tidak penting menurutnya,dan ia juga sangat percaya pada kekasihnya meski terkesan cuek namun arga yakin akan cinta nindi.dari pada nanti ujung ujungnya nindi berdebat dengannya hanya karena satria,arga lebih memilih untuk menghabiskan waktu sempitnya itu dengan kekasih hati yang se indah mungkin.
__ADS_1
karena ia tahu...saat nindi sudah marah...rasanya piring dan sendok bisa arga makan saking kesalnya.
"kamu mau kemana ga?"tanya balik nindi yang membuat arga menerawang menatap langit langit yang cerah pagi menjelang siang itu.
"hemmmmz....sayang...bagaimana kalau kita ke hotel tempat bunda nginap saja kemaren...aku bisa peluk kamu lebih lama..."ucap arga dengan entengnya tapi malah membuat nindi bergidik dan parno seketika.
"ga...ngapain sih ke tempat tempat seperti itu...kalau khilaf gimana?"tanya nindi seketika yang sontak membuat arga melebarkan kedua bola matanya karena kaget,memurut nindi bukan arga sih yang akan khilaf...melainkan dirinya sendiri.
"kamu tu mikirnya kejauhan sayang....aduh...mana berani aku ngutak atik anak kesayangan om rendi dan tante anin sih...aku cuma ingin memelukmu sediki lebih lama..."ucap arga sambil melotot menatap wajah nindi yang sudah bersemu.
"wajar aja dong aku kan cewek ga...di mana mana tu ya...cewek selalu kalah...dan cowok selalu menang tahu..."
__ADS_1
ucap nindi yang membuat arga melotot lagi.
"lah selama ini bukannya aku yang selalu kena timpuk?bukannya aku yang selalu kalah...bahkan aku juga belum ngalah...sudah kalah duluan..."dengus memelas di hati arag yang nindi nggak tahu.dengan senyum kecut arga membalas ucapan kekasihnya itu.