Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
icipan manis


__ADS_3

"apa an sih ga...minggir aku mau makan kue nya,"ucap nindi seketika lalu menurunkan tangan arga dari pipi nya,dan mengambil kue strowbery dan menyendoknya.


arga hanya menatap nindi dengan gemas nya,


"cup,"kecupan arga yang tiba tiba mendarat di ujung bibir nindi yang membuat nindi gelagapan.


"aku juga pingin ngicip yang manis tu sayang..."ucap arga seketika yang menatap nindi masih terpaku di sampingnya.


"sayang...aku tinggak ke meja kerjaku sebentar ya..."ucap arga lalu beranjak berdiri dari tempat duduknya tidak lupa elusan di kepala nindi dan dengan tidak ada rasa bersalah disana..


"dddddrrrrt....dddddrrrrt...."ponsel arga bergetar tanpa berbunyi,memang oleh arga ponselnya di senyap kan,


seketika arga meraih ponselnya dan menatap layar ponselnya,kemudian ia langsung duduk di kursi depan meja kerjanya itu.


"tuan file nya sudah saya kirim coba anda cek,"


kata tulisan yang ada di ponsel arga.


lalu seketika ia membuka laptopnya dan memperhatikannya jari jemarinya begitu libacah bermain di atas keyboard laptop nya itu,


"brengsek kau aditya wibawa...masih saja kau tidak jera berurusan denganku,"dengus kesal dalam hati arga setelah beberapa menit ia menatap layar laptop nya memperhatikan dengan alis menajam dan dahi berkerutnya.


"ga...mama telephone nih mau ngomong sama kamu...mau angkat nggak?"tanya nindi tiba tiba yang sudah berdiri di depan mejanya dan arga dengan cepat menutup laptopnya itu.


"sayang...kamu tu ya ngagetin aja tahu..."ucap arga tiba tiba yang langsung ketahuan gugup nya.


"apaan sih ga...cuma bilang gitu aja uda buatmu terlihat khawatir begitu...apasih sebenarnya yang kamu sembunyikan?"tanya nindi seketika yang membuat arga gelagapan.


"nggak apa sayang...cuma kaget aja nggak boleh gitu?"

__ADS_1


balas arga.


"sini biar mama aku telephone balik,"kata arga sambil berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah nindi lalu merangkul pundaknya dan mengajaknya duduk di sofa.tangannya terlihat sibuk memanggil nomor telephone mama anin karena sambungan telephone nya tadi sudah terputus.seketika sambungan telephone itu pun tersambung lagi ke mama anin.


"halo sayang...."ucap mama seketika saat video call itu di aktifkan.


"halo mama....nih nindi sama arga ma...tadi habis makan siang ma...lalu di ajak arga ke apartemen nya ma,"


ucap nindi pada mamanya yang membuat arga mengernyitkan dahinya.


"itu tante aku belum di kasih nindi makan siang nya tante...tadi nindi makan dengan orang lain tante...dan arga nggak di sisain sedikitpun,sekarang arga lapar tan...gimana dong...tadi juga waktu ada klien...arga hanya minum kopi late tan...nggak ngajak makan,"ucap arga yang bibirnya langsung di bekap oleh jemari lincah nindi


"kenapa kamu ngomong jujur sama mama arga...kamu sudah kangen timpukanku ya..."bisik lirih nindi di telinga arga yang tidak di dengar mamanya di dalam telephone sana.


"aku emang selalu jujur sayang..."balas bisik arga.


"hah....maksudmu ga?"tanya keheranan tante anin karena tante anin tadi sudah berpesan pada puterinya bahwa makan siang untuk arga harus di makan sama sama.


"tadi tu ma...ada orang kelaparan di jalan...dan aku sudah ke kantor arga ma tapi nggak ketemu...ya aku kasihkan aja deh ke orang itu...lalu ketemu arga di jalan habis meeting ma...mampir deh ke tempat arga sekarang...bukan salah nindi dong ma...kalau makan siang arga nindi kasih orang lain...toh arga kan keluar pas jam makan siang...kirain nindi juga dia sudah makan siang ma...,"ucap nindi menerangkan dan nggak mau di salahkan.


"la aku kira arga sudah makan siang juga sama klien ma...maapin nindi ya..."ucap nindi lagi.


"minta maaf nya sama arga dong sayang...tanyai dia sudah makan apa belum...karena tadi pagi mama sudah bilang sama arga kalau mama kirim makan siang buat dia makan...dia pasti nggak makan siang di luar sayang..."ucap mama baru menerangkan dan tidak memberi tahu nindi terlebih dahu dan membuat nindi semakin bersalah saja.


"maaf ya ga...aku nggak di kasi tahu mama soal makan siang...aku kira kamu sudah makan siang di luar..."


ucap nindi dengan tulus pada arga yang ada di sampingnya,keduanya saling menghadapkan wajah dan saling menatap lekat satu sama lain.


"eheeemz...."tiba tiba deheman mama anin membuat keduanya saling gelagapan dan berpindah posisi ke posisi awal lagi...nenatap ke depan layar pinsel yang di pegangi arga.

__ADS_1


"sekarang...kamu masakin deh buat arga nak...jangan ngecewain mama loh...jangan buat mama malu sama bunda arga...mama sudah ngajarin kamu masak jangan sia siakan...sekarang praktekin dong,"ucap mama anin yang langsung di angguki nindi dan mama memutus sambungan telephone nya.


"gimana sayang?kamu mau masakin aku?atau...kita pesan antar saja sayang kalau kamu malas masak...aku nggak apa apa kok...toh waktu aku ntar ngicipi masakan kamu masih banyak...kamu nggak masakin aku nggak apa kok sayang,"ucap arga sambil tersemburat senyum tampannya.


"ga...meskipun aku nggak pintar masak...kamu takut ya keracunan masakan aku?"tanya nindi tiba tiba yang membuat arga terkaget tidak mengerti dengan bibir mengkerutnya.


"kamu tu ya...sudah romantis romantis nya loh sayang...aduh...gagal lagi deh bikin kamu klepek klepek nya,"dengus kesal arga.


"ouh...sok cool...ternyata...oke...aku terima sayang..."


sahut nindi dengan manisnya.


"apa...kamu bilang apa tadi kamu panggil apa aku tadi sayang?boleh di ulangi lagi dong..."ucap arga yang ingin dengar kekasihnya itu memanggilnya sayang lagi.


"udah cukup...nggak ada yang ke dua kali..."ucap nindi seketika.


"ayo sayangku....ucap apa tadi biar aku koreksi sayang..."


balas arga lagi.


"koreksi koreksi...ulangan apa kamu koreksi?"


ucap ketus nindi.lalu nindi pun beranjak berdiri dari duduknya dan berjalan menuju dapur,meninggalkan arga yang masih mematung di sofa.


nindi membuka pintu lemari pendingin itu kemudian mengutak atik ada apa aja di dalm nya.


"hah...ini beneran...cuma sayuran ini...timun sama telur?kamu suka timun ga?"tanya nindi tiba tiba.


"itu kemarin bunda sebelum balik buatin salad sayang...masih mungkin,"ucap arga lalu berjalan mendekat ke arah nindi di dapur.

__ADS_1


"bluk,"tangan arga menutup pintu lemari pendingin,yang membuat jantung nindi hampir copot di buatnya.karena arga memeluknya dari belakang dan melingkarkan tangannya kuat di pinggang sampai perut nindi.


"dag dig dug dag dig dug,mungkin awal serangan jantung apa seperti ini sih,"ucap dalam hati nindi dengan suara detak jantungnya yang seprti genderang.


__ADS_2