
seorang memakaikan kuteks di kuku jari jari kaki anin.
dan seorang lagi memakaikan kuteks di kuku jari jari tangannya...cukup lama hingga anin pun mengantuk,
"nyonya...kalau ngantuk tidur aja...biar kami lanjut lagi,"
kata seseorang yang menyadari anin terkantuk kantuk.
lalu anin pun memejamkan mata di sandaran kursinya yang nyaman.
dengan ke dua pegawai yang mengatur membersihkan memangkas rapi kuku kuku nya lalu memberi kuteks hingga dua kali tumpukan kuteks.
di tempat rendi.
rendi tadi menerima telephone dari aslan,
aslan menanyakan bunga mawar apa yang harus ia siapkan...
dan seingat rendi,rendi sudah memberi tahu aslas bahwa mawar putih yang harusnya dia dapatkan.
maka itu rendi menghampiri aslan di tempat acara yang sudah mulai di persiapkan.
"lan gimana jadinya??uda dapat bunga mawarnya?"tanya rendi pada aslan saat ia sudah berada di dekatnya.
"ya kali...kamu nyuruh nyari nya satu mobil bak terbuka...aku cuma dapatnya ratusan tangkai rend..."jawab aslan sedikit terkejut.
"aku mau lihat seberapa besar jadinya ikatannya??"ucap rendi
lalu beranjak pergi menuju tempat penyimpanan mawar nya.
rendi melihat tangkai tangkai mawar tersusun indah dengan pita yang cantik di tengah ikatannya.
"okay lan...itu cukup berat jika di bawa istriku...kau bisa menyuruh orang untuk membuatnya 100 tangkai saja lan!"
kata rendi pada aslan,dan itu sungguh membuat aslan lega,ia tidak harus bersusah payah mencari bunga mawar lagi.
"baiklah rend..."ucap aslan demgan nada senangnya.
"lalu teman teman anin??"tanya rendi.
"teman teman sekelasnya kemarin yang mengolok olok dia aja rend yang ku undang,"
ucap aslan menerangkan.rendi pun mengangguk mengiyakan apa yang aslan lakukan.
"oh ya lan...tolong semua cek ulang...aku ingin semua berjalan lancar,"pinta rendi.
"siyyap bos",sahut aslan dengan satu tangan hormat di kening nya.
__ADS_1
"oke aku tinggal jemput anin kalau begitu,mungkin dia sudah hampir usai."
kata rendi sambil beranjak pergi meninggalkan aslan di sana.
di tempat anin di rias,
anin terbangun saat di rasa bulu kakinya di tarik tarik,memang tidak begitu sakit namun cukup mengagetkan...lalu ia terpana dengan apa yang di lihatnya,
seketika matanya terbelalak melebar hampir meloncat dari tempatnya,matanya terus menatap wajah nya di cermin.
dia hampir tak percaya.benar benar tak percaya.
rambutnya di sanggul naik dengan juntaian keriting di kanan kiri pelipis nya.
lipstik merah menyala dengan aksen mata tajam.
mulutnya melongo benar benar ekspresi terkejut dan tidak percaya.
"inikah wajahku?"
kata anin dengan memegang megang wajah nya.
tiba tiba...
"hiiiyaaaaaaaaa....kembalikan mukaku seperti semula,
anin benar benar marah.ia ingin berteriak dan hampir menangis.
petugas yang merias anin pun benar benar tak tahu lagi.
"ia seorang nyonya besar,kita akan celaka",
bisik seorang yang merias tadi
lalu pemilik salon pun datang menghampiri.
"kau tahu??aku benar benar tak menyukai gaya ini,"
kata anin menerangkan.
dengan anggukan pemilik salon anin mengerti.
hanya dengan kata kata anin pemilik salon pun mengerti yang di inginkan pelanggannya ini.
satu jam kemudian,
dengan ketrampilan memotong rambut pemilik salon,dan tata riasan nya,
__ADS_1
anin membuka matanya perlahan,menatapnya lekat lekat pada kaca di depannya.
lipstik pink lembut...dengan aksen mata melow,
serta bedak natural yang tak jauh beda dengan kulitnya,
ternyata yang lebih anin sukai...bedaknya sangat tipis namun membuat wajah anin terlihat benar benar segar dan muluuus.
serta rambut pendek antara yang kiri depan dengan yang kanan depan tak sama panjangnya,terkesan kekinian,
nampak wajah anin benar benar berbeda dan sempurna.
anin tersenyum senang melihat betapa cantiknya dia saat ini.
anin berterimakasih pada pemilik salon,
lalu pamit mengganti bajunya serta semua yang ia beli tadi.
beberapa menit kemudian anin keluar dengan kelengkapannya siap ke pesta.namun ia masih harus menunggu suaminya datang menjemput.
di lihatnya suaminya sudah di sana ternyata di ruang tunggu salon,terlihat sedang celingukan,
"mungkin mencariku,"ucap anin dalam hati.
lalu dari belakang seketika anin menggandeng lengan suaminya,
suaminya hanya menoleh sekilas tanpa respond apa apa,
"nona...maaf...saya tidak mengenal anda,saya kesini mau menjemput istri saya,jadi tolong...jauhkan tangan ada dari lengan saya."
ucap ketus rendi sambil mengibaskan kasar tangan anin.
anin melongo dengan kelakuan kasar suaminya.
sedangkan suaminya terus menunduk terlihat jari jemari rendi mengetik ngetik pesan di layar ponsel nya,
anin menyilangkan tangannya,bersedekap,sambil mengetuk ngetuk kan sepatunya di lantai.
bibir cemberut.wajah di tekuk.dan tatapan tajam menatap terus ke arah suaminya.
rendi hanya melirik wanita cantik yang dari tadi bersikap angkuh padanya,
padahal rendi sudah menolaknya,
namun tak kunjung pergi.
"aneh wanita jaman sekarang...bukannya yang laki yang ngejar...eh ini malah yang wanita."gerutu rendi yang memang sengaja di perdengarkannya pada gadis cantik di sampingnya.
__ADS_1
anin yang tanpa sadar mendengarkan pun makin melongo tak mengerti bercampur geraaaam.