
Di dalam kamar di sudut pojok tempat tidur, Nampak ifa dengan kepala menunduknya, Setiap hari aktivitasnya selalu sama, Bangun pagi, Membuatkan suami sarapan, Makan siang menunggu sang suami pulang, Hingga Aditya pergi kerja lagi, Dimana proyek barunya menanti, Dan pulang setelah malam hari, Meski demikian, Aditya selalu menyempatkan makan malam bersama sang istri, Setiap hari selalu sama, Hampir tidak ada perubahan, Dimana perasaanya ada yang kurang, Bukan perhatian dari sang suami, Melainkan sesuatu yang bisa mengisi hari hari sunyinya. Hingga saat ada kesempatan, Seperti menghadiri sebuah acara, Ia ingin ikut serta mendampingi sang suami, Ia ingin suasana yang beda, Namun Aditya terlalu sibuk dengan pekerjaanya.
Seperti hari itu, Menjelang siang, Padahal sore nanti ada acara pesta Arga dan Nindi, Namun Aditya masih sibuk dengan urusan kantornya, Dan bunda ada keperluan keluar dari pagi tadi dan belum kembali juga.
Bagi Aditya, Istri adalah prioritas utamanya, Ia sebisanya mencoba menyelesaikan segala urusan kantornya, Agar ia tidak sampai lembur lembur dan meninggalkan sang istri terlalu lama di malam hari.
"Akh...padalah dulu...aku kira urusan ekonomi saja yang mengharuskan orang tertekan sampai kebingungan bahkan frustasi, Tapi...kenyataanya...sekarang, Ekonomi nggak kekurangan...malah timbul masalah lain, Sedihnya tambah parah..." Ucap dalah hati Ifa dengan tatapan sendu menatap ujung selimutnya yang sudah ia lipat.
"Drrrrt....ddddrttt...." Suara getaran di ponsel ifa yang ada di bawah bantal sampingnya, Segera saja ia meraih ponselnya dan melihat siapa yang tengah mencoba menghubunginya.
"Halo bby..." Ucap Ifa setelah ia menerima telephone dari sang suami,
"Halo sayang...lagi apa sayang? aku sebentar lagi pulang sayang...kamu nggak apa apa kan siap siap sendirian sayang?" Ucap Aditya yang berharap sang istri tidak khawatir menungguinya, Karena ia sudah memberi kabar pada sang istri sebelumnya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Iya bby...aku akan siap siap, Aku nggak apa apa kok...pasti aku akan siapkan semua yang nanti kita akan bawa, bby...kita makan siang sama sama kan? mau aku buatin makanan apa bby?" Tanya ifa pada sang suami, Dan Aditya masih terlihat berbicara pada seseorang di sana, Dan sedikit mengabaikan kata kata sang istri, Namum itu tidak ia sengaja, Memang karena kerjaan yang terus menerus mengejarnya.
Hening...hingga beberapa saat, Saat ifa mendengarkan dengan jelas sang suami tengah mengobrol dengan seseorang tentang pekerjaan di sana.
"Akh...maaf sayang...sedang bahas sedikit pekerjaan tadi sayang...apa tadi? kamu bilang apa sayang?" Ucap Aditya yang samar samar mendengar perkataan sang istri tadi.
"Oh...nggak apa apa kok bby...aku hanya tanya...nanti makan siang kita sama sama kan? kamu mau aku masakin apa?" Ucap ifa kembali, Dan entah mengapa saat itu sang suami merasakan hatinya benar benar tidak enak.
"Iya sayang...pasti nanti makan siang bersama...masak apa aja yang kamu mau ya...pasti aku makan...aku suka semua masakan kamu sayang..." Ucap Aditya dengan jujurnya, Hingga telephone di matikan, Namun pikiran Aditya hanya memikirkan sang istri saja, Ia sudah tidak bisa memikirkan hal lain lagi, Apalagi soal kerjaan, Ia hanya ingin secepatnya pulang ke rumah.
"Kamu koreksi ulang lagi semua itu...nanti saat aku masuk akan aku cek ulang lagi." Ucap Aditya pada asistenya, Dan seketika Aditya pergi meninggalkan ruanganya setelah asistenya mengangguk mengerti.
"Sayang...kamu kenapa? kenapa tadi nada suara kamu terdengar sangat sedih? apa aku tanpa sadar sudah melakukan kesalahan? apa aku sudah menyakitimu?" Ucap dalam hati Aditya, Di sela sela menyetir mobilnya, Dan terlihat cukup kencang ia menancap gas mobilnya, Agar lebih cepat sampai ke rumahnya.
__ADS_1
Hingga beberapa saat, Mobil Aditya melewati jalan lengang tanpa macet, Dan hanya terlihat beberapa saja mobil dan kendaraan lain yang lalu lalang karena memang belum waktunya untuk jam makan siang.
Hingga sampailah mobil yang di kendarainya sampai ke pelataran rumah baru yang sudah ia tempati beberapa bulan yang lalu. Dengan segera ia pun keluar dari mobilnya, Dan berjalan cepat menuju ke arah pintu rumahnya, Ia pun segera menuju ke arah dapur, Namun sang istri ternyata malah tidak ada disana, Lalu ia pun segera berjalan menuju ke arah kamarnya, Nampak sang istri masih terduduk di atas ranjangnya dan dengan kepala menunduknya.
"Sayang...apa yang terjadi?" Tanya Aditya pada sang istri sembari datang menghampiri dan duduk di sampingnya.
"Akh...bby...maaf...aku ketiduran sepertinya...sampai kamu sudah pulang...akh...aku akan masak dulu sayang..." Ucap Ifa sembari beranjak dari atas tempat tidurnya dan tanpa menatap ke arah sang suami di sampingnya.
"Hei...sayang...tunggu..." Ucap Aditya sembari mengambil jemari sang istri agar menghentikan langkahnya dan berbalik paksa menatapnya.
"Kamu nangis sayang? kamu kenapa? apa aku salah? aku menyakitimu sayang? maaf jika aku tanpa sadar sudah menyakitimu sayang...maaf..." Ucap Aditya sembari menarik tangan sang istri lalu memeluknya seketika, Aditya melihat mata sembab sang istri saat menoleh tadi, Dan betapa sakit hatinya saat itu pula.
"Nggak apa bby...aku khawatir mengganggumu...aku sedih...saat menyela repot kerjamu bby...aku yang harusnya minta maaf bby..." Ucap Ifa dengan perasaan yang sudah mulai hangat kembali, Sesak yang tadi ia rasakan seketika sirna, Saat dada bisang sang suami selalu ada untuknya.
__ADS_1
Dan Aditya pun merasakan bahwa sang istri semakin sensitif saja, Ia pun berusaha untuk selalu membuat se nyaman mungkin hati sang istri.