Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
bengong lagi.


__ADS_3

rendi mendekat ke arah anin yg tidak mendengar ia mengajak jalan sekarang.


rendi tau istrinya terbengong2 karena terpesona olehnya.


tiba2 muncul tingkah jahilnya.


rendi jongkok dengan satu lutut menyentuh lantai.


ia menatap lekat wajah istrinya itu,yg di rasa makin cantik saja...meski aura ibu hamil itu beda.


cantiknya alami...karena istrinya masih pusing setiap memakai riasan tebal...


"fhuuuuuuu...."


pelan2 rendi meniup mata istrinya,


yg membuat anin berkedip,


anin terperanjat kaget saat di dapatinya suaminya dengan wajah tepat di depannya.


"kak rend...bikin kaget saja si..."


ucap anin dengan sedikit sewot,


menyembunyikan kebodohan yg barusan di ketahui suaminya,


bibirnya mulai menciut dan mata mengernyit.


rendi hanya tersenyum melihat tingkah istrinya.


"ternyata aku selalu bertahta di hatinya."


fikir rendi dengan pd nya...


"ayuk sayang...nanti kemalaman pulangnya..."


ucap rendi...


"yuk..."


sambung anin.


rendi lalu membantu istrinya berdiri,


melingkarkan tangannya di lengannya lalu beriringan menuju mobil yg sudah terparkir siap pakai di luar tepat di bawah tangga pintu rumahnya.


rendi menempatkan anin di kursi penumpang sebelah kemudi.


lalu rendi pun masuk dan duduk di samping anin.


tepat di kursi kemudi.

__ADS_1


terlihat pak totok juga sudah mulai memasuki mobilnya,


lalu rendi menancap gas mobilnya,mobil pun melaju meninggalkan rumah rendi dan pekarangan rumahnya,


melewati jalan setapak lalu masuk ke jalan utama,jalan besar...


mobil menuju sebuah mall yg terbesar di kota itu,tak cukup waktu lama rendi mengemudikan mobilnya untuk sampai tempat tujuan.


hanya butuh waktu setengah jam saja,


meski 2kali berhenti saat ada lampu menyala merah di perempatan jalan besar.


"kak rend...orang asing yg sedang video call an sama kamu itu siapa kak?"


tanya anin pada suaminya.


"itu orang...yg punya saham sayang,aku sedang berusaha mendapatkan sahamnya...untuk jadi pemilik saham terbesar perusahaan yg ada di luar negeri kemaren yg sedang aku urus",


kata rendi.


"lalu kak rend?"


tanya anin...


"apa kau bisa mendapatkannya kak rend?"


tanya anin penasaran.


kata rendi.


"kenapa berkat aku ka rend?"


tanya anin keheran2.


dengan alis mengkerutnya.


"mulanya ia bimbang akan memberikan sahamnya padaku atau pemilik saham yg lainnya,


namun saat ia melihatmu terkagum2 padaku dan kita cukup lengket...ia berasumsi aku lelaki penyayang...dan ia sangat menghargai itu,karena beliau juga sangat menyayangi istrinya,nah...seperti itu sayang..."


ucap rendi menerangkan.


anin hanya mangguk2 mengerti perannya tadi.


tapi tadi bukan sandi wara...memang kenyataannya demikian...suaminya suka jahil dan menggodanya.


"lalu...saham kak rendi sekarang berapa?"


tanya anin pada suaminya...


rendi terlihat berfikir sejenak...

__ADS_1


"aku punya saham di sana 30 persen...dan sekarang di tambah lagi saham dari orang asing tersebut....namanya tuan roy...25persen,jadi...suamimu ini termasuk pemilik saham terbesar di sana",


ucap rendi dengan bangganya.


anin hanya melirik suaminya...benar2 tampan dengan gayanya.


"hey...cukup...dari tadi kau sudah bengong terus menatapku...",


goda rendi yg memang kenyataan...


sejak kepulangan rendi...anin tampak bahagia...sangat2 bahagia tak ingin sekali saja terlewat tanpa suaminya.


"terus aja kak...teruuus...goda teruuus..."


ucap anin sambil mencak2 tak terima.


namun anin tahu itu kenyataan.


"kak...nanti kita beli apa aja untuk di bawa ke kakek kak rend?"


tanya anin pada suaminya.


"lihat aja nanti disana...kalau ada yg kamu butuhkan...atau yg menurutmu bagus untuk kakek...dan yg di butuhkan kakek...ambil aja..."


sahut rendi.


"semuanya kak rend?"


tanya anin...


"ia...semuanya...nanti biar pak totok yg bawa pulang sayang..."


ucap rendi dengan santainya.


anin menatap lurus kedepan,


ia mengingat...sejak kapan ia tidak memikirkan susah nya hidup,


malah sekarang ia dilayani dan di sayangi.


anin benar2 masih tak percaya...


hal yg menyedihkannya sekarang hanya saat ia jauh dari suaminya.


anin terkaget2 saat di rasakannya tangan hangat suaminya menggenggam jemarinya.


"kan...bengong lagi..."


kata rendi.


"semoga di sini gak ada setan nya sayang...kamu kebanyakan bengong takutnya kesambet",

__ADS_1


goda rendi.


__ADS_2