Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
i love you


__ADS_3

satu jam sudah nindi dan arga berbincang bincang di taman,tepat pukul lima sore saat itu terlihat mendung sudah akan runtuh,arga seketika menarik tangan nindi untuk masuk ke dalam rumah karena air sudah mulai berjatuhan dari atas menghujani kepalanya yang lumayan deras.gerimis sudah mulai turun membasahi pelataran belakang yang baru saja mereka tempati.


"ya...gerimis sayang..."ucap arga seketika.


"aku tahu..."jawab nindi seketika.


"ih kamu tu ya...nggak ada romantis romantisnya deh..."


dengus kesal arga.


"lah aku salah emangnya?kok kamu jadi sewot....sih ga..."


jawab nindi lagi.


"ah tau ah..."balas arga dengan berjalan melangkah menuju ruang keluarga yang di rasa arga begitu sepi,di susul nindi dari arah belakangnya yang merasakan hal yang sama.


"sayang...kamu merasa nggak?sepi banget kan?om apa sedang istirahat?jam segini istirahat sayang?"


ucap arga seketika sambil berlalu duduk di sofa dan di susul nindi yang duduk di sampingnya.


"mungkin ga...nggak tahu juga sih...aku lihat dulu ya kalau begitu..."kata nindi sambil berlalu dan akan berjalan pergi.namun arga mencegahnya dan menarik tangan ninndi sampai ia terjatuh dan terduduk di sofa samping arga lagi.


"haiiis...apaan sih ga...perasaan kamu dari tadi narik narik aku terus deh..."balas nindi dengan sedikit dengusan kesal di sana.karena dari tadi memang arga suka narik narik tangan nindi.


"lah gimana lagi sayang...masak iya aku narik tangan cewek lain sih...dan lagi ni ya...om rendi papamu itu lagi puber kedua tuh...jangan gangguin mereka kenapa sih...bisa kan?"ucap arga begitu saja namun membuat mata nindi melotot kaget.


"puber puber....apaan tuh puber kedua...kamu kira papa aku anak baru gede apa,seenaknya aja puber puber,"


ucap nindi dengan ketus nya.

__ADS_1


"sini deh aku kasih tahu...aku bisikin..."


ucap arga sambil mengisyaratkan tangannya agar kekasihnya itu mendekat ke arahnya.


"ini rahasia ya...jangan kasih tahu siapa siapa oke?"


bisik arga di telinga nindi saat tubuh nindi sudah mendekat ke arahnya.


"sssst....i love you....muacgh,"bisik arga di telinga nindi sambil kecupan mendarat di pipi mulus nindi.


"ih...ga kamu tu ya...bisa bisanya mengambil kesempatan saat aku serius percaya kamu kaya gini..."


dengus kesal nindi di samping arga sambil membuang muka ke samping tidak menatap arga.


"kan...begini terus...setiap aku mengungkapkan kata kata...selalu kamu anggap main main sayang..."ucap lesu arga dengan kepala menunduk dan tangan terlipat di tengah di antara kedua lutut tertekuknya dengan siku menempel di kedua paha.


sesekali nindi melirik ke arah kekasihnya itu..menatap wajah yang tertunduk itu dengan penuh haru.


pertanyaan dalam hati nindi yang begitu mengganggunya.


"memang benar...ia yang selalu mengungkapkan perasaannya...memberikan hatinya...tapi aku...aku tidak pernah membalasnya tapi aku malah melukai perasaannya.meski jujur aku sangat mencintainya...egoisku lebih berperan untuknya...mengingat begitu banyak wanita yang pernah mengisi hidupnya...hingga setiap gombalannya membuatku ingin memukul nya...dalam hati ingin tahu...apakah hanya aku yang dia gombali?dalam hati ingin aku bertanya sungguh nyatakah gombalan gombalan itu?andai ia tahu...hatiku begitu sedih saat ia mengatakannya...dan bertanya...apakah...wanita wanita mantan nya itu pun di perlakukan sama halnya terhadapku?"kata hati nindi...dan sejuta pertanyaan yang bermunculan di benaknya.


"akh sudahlah...itu masa lalunya...kini masa depannya kan aku...aku yakin arga pun sama...kini hanya aku seorang di hatinya..."ucap nindi lagi yang memantapkan hati nya.


karena ia sadar...saat arga merayunya....mengungkapkan isi hatinya,tanpa sadar sudah cemburu...ia takut arga berlaku sama pada wanita lainnya.


"i love you too arga sayang....my handsome nya aku..."


ucap nindi dengan manjanya dengan menatap tepat ke wajah arga.dan seketika itu pula mata arga yang sebelumnya layu menjadi terjaga menatap tajam saat tertuduk.dan ia mengangkat wajahnya memutarnya menatap lurus ke arah nindi.

__ADS_1


"sayang...aku nggak salah dengar kan?kamu nggak salah ngomong kan?"ucap arga yang terlalu senang tanpa ia sadari itu setelah ia mendengar kekasihnya membalas ungkapan cintanya.tampa terasa telapak tangannya meraih pipi nindi dan mengelus elusnya perlahan.


"kamu sungguh sunggun sayang?"tanya arga lagi yang masih tidak percaya,meski mereka sudah berpacaran...dan arga yang selalu mengatakan cinta nya...namun baru kali ini nindi membalas nya,yang membuat arga melonjak kegirangan saking bahagianya.


"iya ga...aku menyukaimu juga...sangaaat menyukaimu yang pasti ga..."ucap balasan nindi dengan senyum manis yang menghiasi bibir nya.


"terimakasih ya sayang....aku benar benar sangat bahagia sayang...hingga nggak mampu berucap apa apa..."ucap arga sambil tangan terentang keduanya hampir memeluk nindi di depannya.


"eheeemmz..."dehem rendi tiba tiba yang baru turun dari atas tangga bergandengan dengan anin isterinya.sontak kedatangan om rendi itu mengagetkan keduanya.


"aduh om....kenapa datang sekarang sih...kenapa nggak sepuluh atau lima belas menit lagi sih..."dengus kesal campur gerutu arga dalam hati karena ia tidak berhasil memeluk kekasihnya itu.


"pah...mah...wiiih sudah cantik dan ganteng...mau kemana ini pah?"tanya nindi dengan menggoda papa dan mamanya yang baru turun dari atas tangga dan berjalan mendekat ke arah arga dan nindi di sofa.


"haiiissssh...anak gadis ini....menggoda papa nya aja pinter...banget ya,"ucap balas papa rendi sambil mengajak isterinya untuk duduk di sofa pula.


"kalian...ayo cepat mandi dan siap siap ikut kami ke warung sate ayo...."ucap papa rendi yang lalu membuat heran kedua insan itu,nindi dan arga.


"sekarang ke warung sate pah?apa nggak kecepetan pah?ini belum waktunya makan malam lo pah..."balas nindi atas ajakan papa nya barusan.


"sayang...kamu tahu kan warung sate cak mat?nah itu...mama kamu tiba tiba pingin makan malam di sana...ayo cepet...sekarang kan warungnya pindah juauh nak...butuh waktu sampai kesana sayang...jadi ayo....kalian cepat lah siap siap."ucap rendi seketika.


"baik pah...nindi akan mandi secepat kilat."


ucap nindi seketika dan berlalu pergi.


"baik om...arga juga pamit dulu mau mandi ya om..."


pamit arga sambil mengekori nindi yang akan naik ke atas kamarnya.

__ADS_1


"heh...kamu mau mandi dimana?sana...di kamar tamu saja ga..."ucap rendi yang mengisyaratkan tangannya menunjuk kamar tamu yang ada di sebelah kirinya.


dan seketika itu pula arga baru sadar tentang ke bodohannya.lalu ia pun menuju kamar tamu yang om rendi tunjukkan barusan.


__ADS_2