
Cukup lama keduanya berada di rumah baru mereka, Rumah yang kelak menjadi istana kecil untuk keduanya, Terlihat Nindi yang sedari tadi Arga lirik tengah tertidur dengan lelapnya, Ia bersandar di bahunya, Membuat Arga menahan sedikit keram bercampur kesemutan disana.
Hingga genaplah satu jam sudah Arga membiarkan saja calon istrinya itu menikmati tidurnya, Yang masih duduk di ayunan di tepian kolam, Dimana keadaanya begitu nyaman dan redup, Rindang serta sejuk, Melengkapi siang yang hampir sore hari itu.
"Sayang....bangun..." Ucap Arga yang tidak di respon sang kekasih, Dan terlihat dengan isengnya, Arga mengeluarkan ponselnya, Lalu segera saja mengambil beberapa jepretan foto disana, Dimana ekspresi Nindi yang begitu menggemaskan menurutnya.
"Sayang...bangun...udah sore nih...waktunya ke butik...ayo...nanti kemalaman loh pulangnya..." Ucap Arga sambil mengecup pipi Nindi dan mengelusnya, Dan lagi...rasa nyeri dan kesemutanya makin menjadi.
"Akh...maaf ga...aku ketiduran...loh...aku dari tadi sandaran lengan kamu sayang? apa sakit? keram ya? kesemutan?" Tanya Nindi yang bertubi tubi, Karena ia langsung sadar dengan kesalahan yang telah ia lakukan.
"Nggak apa apa sayang...udah ya..." Ucap Arga dengan nada lembutnya, Dimana sakit dan keram yang sengaja ia sembunyikan.
"Beneran nggak apa apa?" Tanya Nindi lagi sembari memijit mijit lengan yang tadi menjadi sandaran tidurnya, Dan Arga hanya bisa menahanya saja, Semakin di pijit semakin malah terasa ia rasakan.
Sampai...Arga mengambil jemari Nindi yang tengah memijit mijitnya tersebut, Menggenggamnya erat disana, Dan sedikit menariknya, Sampai Nindi benar benar mendekat padanya, Dan...sebuah kecupan mendarat di bibirnya. Sampai membuat Nindi tersipu malu dan beranjak turun dari ayunan, Kemudian berjalan mendahului Arga.
"Huuuft...kalau nggak gitu...pasti masih sibuk pijit pijit sekarang..." ucap Arga sembari ikut mengelus pundak sampai lenganya, Yang benar benar serasa tebal ia rasakan.
Lalu Arga pun turun dan mengejar sang kekasih, Dimana ia benar benar sudah kehilangan jejaknya, Sampai Arga terlihat celingukan kesana kemari, Mencari keberadaan Nindi yang tidak ia temukan, Sampai Arga berlari keluar rumah, Melihat ke dalam mobil, Lalu ia pun memutuskan untuk mendatangi rumah kakaknya, Dimana mobil yang di kendarai kakaknya tadi masih terparkir disana.
"Kakak...kakak..." Teriak Arga sembari nyelonong masuk ke dalam begitu saja, Sontak membuat keduanya yang tengah menikmati kebersamaanya itu pun begitu terkejutnya.
__ADS_1
"Apa aku bilang sayang...begini ni...kalau dekat sama dia...suka bikin orang ikutan panik aja!" Dengus Aditya di samping istrinya.
"Yaudah bby...sana temuin...ada apa? kan nggak tahu...siapa tahu penting..." Ucap ifa yang langsung di angguki sang suami.
"Ada apa ga?? sore sore udah kayak kebakaran jenggot aja...kamu lompat pagar? kenapa ngos ngosan sih?" Tanya Aditya saat ia lihat adiknya itu terengah dan nafasnya tersengal sengal.
"Ngapain lompat pagar kak...aku lari lah kesini...Nindi ada nggak?" Tanya Arga seketika, Hingga membuat Aditya pun merasa keheranan di buatnya.
"Loh...kamu yang punya kenapa tanya kemari Arga? bukanya tadi lengket kaya perangko sama kamu? kok bisa ngilang?" Tanya Aditya lagi.
"Aku juga nggak tahu kak...dimana dia berada...ponselnya aja aku yang bawa...karena tadi dia sempat ketiduran..." Ucap jujur Arga,
"Penting ya kak bahas itu sekarang?" Jawab Arga yang membuat Aditya mengangguk. Tanda ia mengerti.
"Arga....!" Tiba tiba terdengar suara familiar dari arah belakangnya, Sontak dengan seketika Arga pun menoleh menatap ke arah belakangnya, Terlihat Nindi sedang berlari menuju ke arahnya, Dan dengan segera Nindi pun berhambur masuk ke pelukan kekasihnya.
"Aku dari kamar mandi...kenapa kamu ninggalin aku maen kesini...?" Ucap Nindi yang masih bersedih, Karena saat ia keluar dari dalam kamar mandi dan mencari Arga, Ia tidak bisa menemukanya. Hingga Arga mengumpati dirinya sediri bodoh, Karena tidak mengecek kamar mandi dahulu.
"Maaf sayang...aku salah..." Ucap Arga seketika.
"Astaga...aku seperti melihat derama televisi disini...sungguh ya kalian berdua ini...!" Ucap Aditya dengan nada sinisnya. Karena ia dan ifa tidak se melow adik dan calon adik iparnya itu.
__ADS_1
Hingga keduanya berpamitan untuk pulang, Namun sebelum pulang, Pastilah mampir terlebih dahulu ke butik langganan, dimana keduanya sudah janjian dengan disainer sekaligus pemilik butik terlebih dahulu disana sore itu.
Hingga hampir satu jam perjalanan yang mereka tempuh untuk menuju ke butik, Dan akhirnya sampailah mobil yang di kendarai keduanya ke tempat parkir butik, Butik ternama dengan embel embel disainer ternama di negaranya.
Nindi pun segera turun dari dalam mobil, Saat Arga sudah berdiri mematung di luar pintu mobil yang ia bukakan untuk Nindi.
"Sayang...akhir akhir ini...aku sadar...bahwa aku berasa melebihi seorang ratu..." Ucap Nindi yang masih berada di jok kursi nya, Dan belum segera beranjak turun.
"Apa...kau sedang menggodaku sekarang?" Ucap Arga seketika sembari mengulurkan tanganya mengajak Nindi untuk keluar dari sana. Dan dengan segera Nindi pun menerima uluran tangan calon suaminya itu dan turut serta berjalan menuju ke arah butik, Bergandengan tangan sampai masuk kedalam butik.
Kenyataan bagi Nindi, Seorang Arga sanjaya akan menjadi suaminya, Arga yang selalu pengertian dan perhatian padanya, Membuatnya selalu nyaman saat bersamanya, Dan anehnya Nindi tidak pernah bosan sekalipun setiap menit selalu bersama. Hingga keduanya mulai memesan gaun dan pakaian, Dengan segera si pemilik butik hanya memberikan gambaranya saja, Dan gaun yang keduanya pesan akan jadi kurang lebih tiga sampai empat bulan, Lalu mereka di haruskan fitting gaun pengantin selama empat kali, Termasuk minggu terakhir sebelum hari H yang di tentukan.
"Akh...cukup lelah ya ga...ngurusin pernikahan...ini baru gaun aja, Kita hatus wara wiri ke butik...
belum undangan dan semuanya...coba ga...bagaimana itu sayang?" Ucap Nindi dengan lemasnya, Kini kepalanya bersandar di pundak sang kekasih, Keduanya sudah berada di dalam mobilnya lagi, Karena memang hari itu ia hanya memesan beberapa gaun pengantin.
"Hemmmz...soal undangan dan sebagainya...serahkan padaku...kamu tinggal duduk manis di sampingku saja seperti ini sayang..." Ucap Arga sembari membelai rambut panjang Nindi dengan lembutnya.
"Dan untuk fitting ntar...pastilah aku akan selalu bersamamu sayang...kamu kan pengantinku...aku nggak rela saat kamu memakai gaun pilihan kita itu...aku nggak melihatnya..." Ucap Arga sembari mengecup puncak kepala Nindi, Dan Nindi hanya tersenyum senang disana, Perasaanya lagi lagi ia menjadi seorang ratu yang teristimewa bagi Arga, Dan memang kenyataan yang sesungguhnya pun demikian.
"Baiklah...kita mau nyari tempat dinner dimana? kamu mau makan malam apa hari ini sayang?" Tanya Arga seketika, Dan pastilah Nindi memilih steak daging sapi tenderloin kesukaanya, Dan Arga tahu betul itu, Hingga malam itu di akhiri keduanya dengan dinner romantisnya.
__ADS_1