Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
pusat perhatian


__ADS_3

"pah...papa nggak apa apa?"tanya anin pada suaminya,


"sayang...coba panggilkan dokter keluarga kemari ya...papamu sepertinya keracunan ini,"ucap anin sambil masih memijit mijit tengkuk suaminya dan menyuruh puterinya sekalian.


"masak iya sih mah kok keracunan?padahal tadi pagi kan sarapannya sama mama kan mah?mama aja nggak apa apa kok papa bisa keracunan?"kilah nindi,sebenarnya ia malas untuk memanggil dokter keluarga untuk datang ke rumah.


"kamu benar juga sayang...lalu papa mu kenapa dong?"


tanya mama anin yang ikut kebingungan juga.


"sayang...aku nggak apa apa kok,cuma aku mual mual saat melihat ikan laut itu...yang tersaji di piring atas meja,"


kata rendi sambil berkumur kumur di depan wastafel,seketika itu pula anin memanggil bibi asisten rumah tangga agar mengambil makanan ikan laut itu kembali ke dapur,barulah setelah itu rendi kembali duduk di bangku nya lagi.


"sayang...aku nggak suka makanan ini,"ucap rendi seketika

__ADS_1


sambil menyodorkan ke depan piring yang berisi makanan itu agak menjauh darinya.


lalu rendi pun beranjak dari duduknya,ia berdiri dan berjalan menuju dapur,tangannya cekatan mengambil panci kecil yang tertata rapi di rak atas dapur,kemudian ia menuangkan dua gelas air lebih,lalu ia memasaknya,


nindi dan mama nya hanya sesekali melihat tingkah aneh papa nya itu,terlihat rendi mencuci pakcoy yang di masukkannya ke dalam air mendidih di panci bebarengan dengan mie instan.tiga menit rendi merebusnya kemudian ia memecah satu telur yang di masukkan ke dalam nya,terlihat ia membiarkannya tidak mengaduknya,lalu setelah di rasa cukup matang,rendi pun mematikan kompor nya,lalu ia menuangkan bumbu satu per satu ke dalam panci yang berisi mie pakcoy dan telur itu,kemudian barulah di aduk aduk nya,


lagi lagi anin dan nindi menatap seksama,sejak kapan papa rendi jadi se cekatan itu kalau urusan dapur,keduanya saling menatap....lalu anin mengangkat bahunya,isyarat ia tidak tahu jawaban pertanyaan puterinya itu.


namun terlihat rendi tidak langsung membawa masakannya itu ke meja makan,terlihat rendi masih mencari cari sesuatu di dalam lemari pendingin.


sontak membuat anin bertanya,


tanya anin ingin tahu,dan ia pun beranjak dari duduk nya dan hampir berjalan mendekat ke arah suaminya itu.karena pertanyaannya tidak kunjung di jawab oleh rendi suaminya.


"ah ketemu,"ucap rendi yang membuat langkah anin terhenti dan kembali ke kursi nya semula,ia menatap suaminya yang terlihat senang itu berjalan mendekat ke arah meja makan,dimana ia dan nindi berada.

__ADS_1


"pah...nyari apa sih?kelihatannya senang sekali....?"


tanya anin ingin tahu,saat suaminya sudah mulai duduk kembali di kursi duduk nya yang tadi ia tempati.


"nyari tahu mentah putih sayang...pasti enak...panas panas di cemplungin tahu mentah putih yang baru keluar dari dalam lemari pendingin...kan jadi nya klop sayang...panas beradu dengan dingin..."ucap rendi menerangkan dengan sumringahnya.


seketika...anin dan puterinya berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah rendi.


anin berdiri di samping kanan rendi,sedangkan nindi di samping kiri papa nya itu,keduanya melongo menatap mie instan buatan papa rendi itu yang di lihat nya sangat luar biasa kombinasi warnanya...hijau putih kuning dan orange.


hijau dari pakcoy,putih dari tahu,kuning dari mie intan yang banyak bumbu cabe nya,serta orange dari kuning telur.


ketiganya menelan ludah saking terlihat nikmatnya makanan yang mereka tatap itu.


"eits....kalian mau apa?tidak boleh minta....ayo semua...pada kembali duduk di kursi masing masing..."

__ADS_1


ucap rendi seketika yang mendapat tanggapan monyong di bibir nindi,dan miring di bibir anin,alhasil keduanya pun menurut dan duduk di tempatnya masing masing.


rendi mulai menyantap makanannya siang itu,terlihat nindi dan anin menatap sejurus ke arah rendi yang begitu lahapnya hingga tidak menyadari dirinya menjadi pusat perhatian.


__ADS_2