Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Hanya ada bahagia


__ADS_3

Setelah puas di gendongan sang suami, tepat di tepian pantai, ombak kecil menerpa kaki telanjang Arga, serta Nindi yang baru turun disana.


Malam kian larut, udara yang berhembus di tepian pantai sangat kencang, namun begitu menyegarkan.


Keduanya menatap ke tengah tengah lautan, ombak kecil menggulung disana, dan dengan pantulan cahaya yang sedikit menyilaukan mata Nindi serta Arga dari cahaya sinar rembulan yang terlihat bersinar terang malam itu, seperti sedang ikut memeriahkan pesta keduanya.


Hening sesaat tanpa suara, yang ada suara ombak yang bergulung dan pecah di bawah kaki keduanya.


"Apa kesanmu setelah melalui serangkaian acara dari pesta pertama sampai pesta saat ini sayang?" Tanya Arga sembari menatap wajah sang istri yang berada di sampingnya, namun tampak tidak menoleh dan hanya menatap ke arah depanya.


"Kau mau aku jawab jujur atau bohong?" Tanya balik Nindi pada sang suami, Namun ekspresinya tetap sama, tanpa menoleh atau menatap ke arahnya.


"Mau bohong dulu...jika bohongmu bisa menyakiti perasaanku...berarti aku kurang peka dengan inginmu, dan aku kurang mengerti maumu sayang..." Ucap jujur Arga, barulah Nindi menoleh dan menatap wajah sang suami di sampingnya.

__ADS_1


"Aku nggak senang!" Ucap bohong Nindi seketika, namun entah mengapa Arga malah tersenyum karenanya, senyum yang tipis dan tak nampak oleh pandangan sang istri.


"Karena, jujur aku begitu bahagia sayang, apa semua kata kataku itu ada yang menyakiti perasaanmu sayang?" Tanya Nindi balik pada sang suami.


Sesaat keduanya saling menatap, Dan sedetik saja Arga sudah meraup tubuh sang istri dalam pelukanya, memeluknya erat dengan luapan perasaan bahagianya.


"Terimakasih sayang...aku sangat sangat bahagia karenanya, terus jadi sayangku seperti ini ya..." Ucap Arga dengan bahagianya, kini ciumanya mendarat di bibir sang istri, dengan di saksikanya cahaya bulan dan ombak yang berlarian menerpa kaki keduanya, Arga dan Nindi larut dalam ciuman panasnya untuk beberapa saat lamanya, saling berpagut dan memeluk erat.


Hingga Nindi menyerah terlebih dahulu disana, mengusap lembut bibir sang suami yang ia rasakan enggan untuk menyudahinya, dan terkesan sedikit menahanya.


Sampai Arga menarik wajahnya kembali ke posisi semula yang mulanya menunduk mengimbangi tinggi sang istri di hadapanya, kini ia terjaga dan sedikit menengadah.


"Akh....rasanya aku nggak kuat! seperti mau gila!" Dengus Arga dengan kedua tangan yang tengah terangkat dan berakhir di belakang kepalanya, untungnya ia tidak merubah struktur rambut yang sengaja di tata oleh penata rias profesional itu. Karena biasanya ia selalu mengacak acak rambutnya jika sedang kesal.

__ADS_1


"Maaf sayang...maaf..." Ucap Nindi dengan kedua tangan yang merangkul leher sang suami dan memeluknya, ia berusaha mendinginkan bahkan ingin meredakan rasa kesal yang di alami oleh sang suami karena ulahnya, lebih tepatnya ulah siklus haid nya yang menghalangi keinginanya dan sang suami.


"Nggak usah minta maaf sayang...nggak apa apa kok...aku gemas aja saat lihat istriku yang sangat cantik ini...!" Ucap jujur Arga dengan pelukan hangatnya, tak lupa kecupan di kening sang istri yang terkesan menyesapnya.


"Mau jalan lagi? apa mau aku gendong lagi sayang?" Tanya Arga sembari menyudahi pelukanya.


"Emmmb...mau jalan aja...ayo..." Ucap Nindi sembari menggenggam jemari sang suami lalu berjalan perlahan di sampingnya, mengikuti langkah kaki sang suami yang lumayan panjang untuk ukuran langkah kakinya itu, hingga sesekali Nindi terlihat sedikit berjalan cepat untuk mengimbanginya.


Hingga beberapa langkah sudah Arga serta Nindi lewati, di tepian pantai, Keduanya sepakat untuk duduk sejenak di tepian pantai, beralaskan pasir putih yang keduanya pijak.


Menikmati udara malam yang berhembus dari tengah tengah pantai yang luas.


"Sayang...mau nggak kita disini saja? nggak usah pulang sayang...lusa kita langsung menuju ke resort?" Ucap Arga tiba tiba yang masih betah disana dan tiba tiba pikiran tersebut yang muncul di otaknya.

__ADS_1


"Emmmb...baiklah...aku akan ikut dimanapun suamiku berada, dan jika kamu inginkan seperti itu...aku pun akan mematuhinya sayang...baiklah...kita disini saja sampai lusa...aku akan bialang mama nanti kalau ke Resort ntar minta tolong bawain gaun aku sayang..." Ucap Nindi denggan raut wajah yang bahagia.


__ADS_2