Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
terkoyak lebar


__ADS_3

"duaaaak..."suara tinju tangan kanan arga meninju tembok depannya.dan terlihat sedikit darah muncul di sela kulit punggung tangannya.


"ga kamu nggak apa apa?"tanya audry saat arga berbalik menuju ke arahnya dan berlalu melewati audry di tempatnya.


"aku ingin sendiri,pergilah."ucap datar dan dingin arga sambil pandangannya terus menunduk menatap lantai yang di pijaknya.membiarkan nindi pergi dan kini menyuruh audry pergi pula.


dan saat itu pula audry tahu arga sanjaya serius mencintai gadis yang baru saja arga paksa pergi.


"sayang....ada apa?"ucap jimi yang muncul dari arah belakanhnya.namun hanya di jawab sunggingan senyum di bibir audry,jimi pun menghampiri audry dan memeluk pundaknya.


"ga...kami pergi dulu."ucap audry saat arga akan menutup pintu kamar hotel nya.namun arga hanya diam saja,ia kemudian menutup pintunya.


"nindi...semoga kau baik baik saja."ucap arga dengan tubuh yang menyender pintu dan terduduk lunglai di lantai.

__ADS_1


dengan kepala ikut menunduk,airmata menggenang dan hampir tidak bisa ia bendung.


"arga...kau terlalu lembek...apakah kurang pengajaran yang ayah angkat mu berikan hingga kau jadi se cengeng ini.gimana nasib para bawahanmu jika pimpinannya se lembek ini."ucap dalam hati arga,karena sampai saat ini ia rela di tuduh dan di maki nindi.dan arga tidak ingin semua itu berlanjut lagi lagi dan lagi.bahkan arga tidak sempat dan tidak di beri kesempatan nindi untuk menjelaskan.


pastilah perasaan mereka akan terus saling menyakiti satu sama lain.


dalam pemikiran arga,mungkin akan lebih baik nindi bersama satria.ya...teman masa kecil nindi dan yang paling mengerti nindi.arga pun merasa bersalah karena dengan egoisnya merampas nindi darinya.


"sampai kau mengerti...aku memang monster...aku memang pembohong...dan aku yang tidak pernah kau percayai...sampai kau benar benar melupakanku...aku yakin kau mampu nindi."ucap arga lagi.


"harusnya sekali melihat saja aku sudah bisa tahu...wanita itu...adalah wanita yang berciuman dengan arga kemarin,bodoh...benar benar bodoh kamu nindi.


bisa bisanya kamu ingin meminta penjelasan pada playboy brengsek macam arga..."ucap dalam hati nindi dengan wajah menunduk dan kaki terus melangkah keluar,

__ADS_1


dimana disana terlihat satria yang tengah duduk di kursi pinggir jalan raya,di bawah pohon rindang.ia menunggui nindi disana.


"angkat kepalamu nindi...buka matamu...lihat siapa yang selalu ada untukmu...yang selalu menemanimu...yang selalu menghiburmu..."ucap nindi dalam hati nya lagi.


"satria..."teriak nindi dari kejauhan sambil berlari menuju satria.dan satria pun tahu apa yang harus ia lakukan saat itu,ia cukup yakin...nindi sedang bersedih dan tidak bahagia,ia tahu dari raut wajah yang penuh basah oleh air mata,dan ia melebarkan rentangan kedua tangan nya dan mengambil nindi dalam pelukannya.


"tenang nindi...tenang...aku ada disini...sudah...cukup...kau akan baik baik saja...aku janji..."ucap satria dan entah nindi sedang kerasukan setan apa dia malah mencium satria dengan cepatnya hingga membuat satria tidak mampu menolaknya dan membalas ciuman nindi dengan kedua mata terpejam.


"hatiku tidak bisa bergejolak...hatiku tidak bisa berdetak seperti saat aku berciuman dengan arga...hatiku...sudah seutuhnya milik laki laki brengsek itu."ucap nindi dalam hati saat di rasakan ciuman yang ia sengaja dengan satria itu tidak bisa membuat jantungnya berdetak lebih.


nindi dan satria tanpa sadar tertangkap layar ponsel seorang suruhan arga yang memang sedang berjaga di area hotel tersebut.


"ddddrrrttt....dddrrrrttt...."ponsel arga berbunyi,sesaat ia menatap layar ponselnya,lalu ia membuka pesan yang ada disana ternyata adalah pesan video yang baru ia terima.langsung saja ia memutar video tersebut,

__ADS_1


betapa terkejutnya ia,saat menatap layar ponsel itu,dimana gadis yang ia cintai...tengah berciuman di tempat umum tanpa rasa malu.


"pyaaaaang..."arga membanting ponselnya seketika.ia tidak bisa marah atau menolak,itu yang ia inginkan,namun ia tidak mampu menyembunyikan rasa cintanya pada nindi.sialnya ia benar benar mencintai nindi.


__ADS_2