Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Kaget dengan kehadiranya


__ADS_3

Hari sudah cukup petang dan menjelang malam, Aditya mengajak sang istri untuk kembali ke apartemenya, Ifa tampak selalu ceria di gandengan suaminya. Nampak senyum yang selalu tersungging di sepanjang perjalanan melewati koridor menuju ke apartemen suaminya.


"Kita mau makan malam dimana malam ini? Mau makan di apartemen aja apa keluar?" Tanya Aditya sambil menggenggam jemari sang istri di sepanjang jalan.


"Emmmb....aku ngikut aja bby..." Ucap Ifa sambil menatap ke arah suaminya.


"Kamu nggak capek emangnya seharian berdiri di depan para tamu?" Tanya Aditya yang merasa dirinya begitu capek kala itu, Namun capeknya langsung lenyap setelah menatap wajah sang istri yang kini terlihat dekat di sampingnya. Tidak ada jarak sedikitpun antara keduanya.


"Emmmb...aku sih udah terbiasa capek...kalau hanya begini saja aku nggak apa apa bby...tapi...kelihatanya kamu capek ya? apa mau aku masakin sesuatu? coba minta apa gitu...nanti aku buatin...terlebih dahulu...aku mau belanja dulu bby..." Ucap ifa dengan seriusnya. Namun Aditya langsung menyanggahnya dan melarangnya.


"Hei...aku nikahin kamu bukan untuk jadi juru masak aku loh sayang...ini hari pertama kita sebagai suami istri...kamu nggak boleh capek lah...oke jadinya kita pesan antar aja ya...besok besok baru masakin aku nya...!" Ucap Aditya sambil membuka pintu apartemenya. Dan Ifa pun mengangguk menyetujui apa yang suaminya katakan.


Dan seketika Adiya terlihat mengeklik ngeklik masakan yang ada di layar ponselnya.


"Mau mandi?" Tanya Aditya setelah ia masuk ke dalam apartemenya.


"Degh...." Jantung ifa seakan di hantam seketika rasanya.


"Ah...emmmb....man...mandi ya?" Tanya ifa dengan terbata batanya, Ia mengartikan mandi yang Aditya maksud adalah mandi bersamanya. Mandi berdua.

__ADS_1


"Eeeh...bukan begitu maksud aku sayang...kamu mandi duluan gih...nanti baru gantian sama aku kalau kamu sudah usai..." Ucap Aditya dengan senyum kecut disana, Aditya tahu itu adalah sebuah awal yang terlihat sedikit di paksakan...dan ia tidak mau membuat istrinya seperti tertekan. Lalu dengan anggukanya lagi ifa meninggalkan Aditya dan ifa pun pergi menuju ke kamar mandi,


Aditya menjatuhkan tubuhnya di sofa dengan lunglai, Kepalanya ia dongakan bersandar pada sandaran sofa, Lalu jemarinya mengambil ponsel yang ada di sakunya, Ia berniat mengirim pesan singkat pada Arga.


"Ga...kok bisa sih kamu sama Nindi seperti tidak ada beban sama sekali? awalanya harus gimana sih?"


Tanya Aditya pada pesan yang ia kirimkan. Dan pesan itu pun langsung mendapat balasan dari adiknya tersebut.


"Gimana apanya kak? awalan apa lagi? udah sah mau nyium ya cium aja...mau peluk ya peluk aja...akh...bawa bawa beban segala...!" Ucap Arga pada pesan balasanya.


"Akh...dasar nih anak kalau di tanyai...selalu nggak ada yang bener...!" Dengus kesal Aditya yang membuat kepalanya sedikit pusing. Dengan satu tangan yang memijit mijit keningnya. Hidungnya tiba tiba mengembang saat bau wangi mawar lembut menguar memenuhi penciumanya yang membuatnya rileks seketika,


"Astaga!" Ucap Aditya begitu terkejutnya seraya terperanjat dari duduknya saat ia merasakan pijitan lembut yang ikut memijit keningnya di kanan kiri, Aditya lupa jika saat itu sydah ada ifa yang berada di sisinya. Ia lupa bahwa ia sudah beristri. Karena setiap hari ia hanya sendirian selama ini.


"Maaf bby...aku nggak sengaja asal pijit...aku lihat kamu sangat penat...jadi...maafkan aku bby...aku hanya ingin membantu memijitnya saja..." Ucap ifa dengan nada lembutnya. Aditya sudah tidak tahan lagi, Ia langsung berjalan melewati sofa nya dan berhambur mendekat ke arah sang istri. Ia tidak tahu lagi kata kata apa yang akan ia gunakan untuk mengekspresikan perasaanya saat itu.


"Bolehkan aku menciumu?" Tanya Aditya tiba tiba setelah ia berada di depan ifa, Bukanya ifa menolak, Ia hanya begitu malu dan menundukan pandanganya. Senyum malunya tertahan berubah jadi sedikit tegang saat jemari Aditya mengangkat dagunya perlahan.


"Apakah aku harus bertanya jika ingin mencium istriku sendiri?" Ucap Aditya sembari mendekatkan wajahnya dan menatap wajah istrinya perlahan lahan dan hampir menciumnya.

__ADS_1


"Drrrrrtttt.....ddddrrrt....!" Tiba tiba ponselnya berbunyi, Seketika mata keduanya yang tadinya sudah terpejam itu pun membuka dan menatap ke arah ponsel Aditya yang berada di atas meja depan sofa.


"Apa aku harus mengangkatnya? sekarang?" Tanya Aditya di sela dengusan kesalnya, Karena ia belum berhasil mencium bibir sang istri. Dan Ifa pun mengangguk dengan wajah yang sudah merona meski bibirnya belum saling menyentuh, Dan hanya hembusan nafas keduanya yang sudah saling bertubrukan.


"Oke...oke baiklah...siapa sih yang menggangguku?" Dengus kesal Aditya sembari melompati sofa dengan sekali lompatan saja dan mengambil ponselnya yang ada di sana.


"Arga lagi....!" Dengusnya sambil mengangkat panggilan dari adiknya tersebut.


"Halo ga...ada apa? kamu tuh punya hobi baru ya sekarang? suka gangguin orang...habis ini aku banting nih ponsel...jangan coba telephone lagi!" Ucap Aditya yang terlihat sudah keluar emosinya, Namun malah membuat ifa tertawa geli di buatnya.


"Hei kak...siapa yang pesan makanan siap antar? kenapa di antar kesini sih?" Dengus Arga yang ikutan kesal...karena ia masih capek dan istirahat tapi malah di gangguin sama seseorang yang tengah mengantar pesanan yang tidak ia pesan.


"Oh...mungkin karena apartemen kita se deret...makanya ia salah kirim...suruh sini ga...!" Ucap Aditya lalu menutup panggilanya.


"Sabar...sabar Aditya...waktumu masih banyak jika untuk menikmati malam pertama...kamu perlu makan untuk bertenaga...dan juga ingat...kamu belum mandi...jangan sampai malam pertama buat istrimu ilfil karena mencium bau kecutmu yang nggak banget!" Ucap Aditya dalam hatinya, Sebenarnya ia mencoba menenangkan hatinya sendiri karena gemuruh di dadanya tidak mau berhenti dan masih menggebu.


Hingga terdengar suara bel dari depan pintu apartemen Aditya. Dimana Aditya meminta sang istri untuk masuk ke kamar dan berganti pakaian..."


"Aku yang bukain pintu...Arga tadi ngasih tahu kalau pengantar makananya sudah tiba...kamu cepet ganti pakaian dan siapin makananya ya..." Ucap Adirya sambil beranjak pergi menuju pintu dan membuka pintu tersebut, Sedangkan ifa langsung mengikuti apa kata sang suami.

__ADS_1


Saat di depan suaminya...ifa memutuskan untuk tidak memakai kerudungnya, Itu ketika di dalam apartemen saja dan hanya berdua. Sampai ifa sudah mengganti bajunya dan keluar menemui sang suami dengan makanan yang masih di bungkus rapi di atas meja makan.


"Sayang...siapin makananya ya...aku mandi dulu...badan aku lengket...rasanya." Ucap Aditya sembari mengecup kening sang istri, Dan berlalu pergi meninggalkan ifa dengan senyum lembut yang tersungging di bibirnya.


__ADS_2