
di kediaman rendi wijaya,
"sayang....kamu kok lama sekali sih...."gerutu rendi saat melihat istrinya yang baru turun dari lantai atas dimana kamar keduanya berada,karena rendi sudah satu jam menungguinya.
"pah...aku tadi pusing muter muter....maaf ya buat mu nunggu...."ucap anin pada suaminya,dan rendi pun langsung menghampiri istrinya yang masih beberapa tangga naik sebelum kakinya memijak lantai.
"maaf sayang...aku nggak tahu...kamu harusnya panggil aku lah kalau kamu merasa pusing..."
ucap rendi sambil memapah istrinya menuju ke pintu utama rumah mereka.lalu sebentar saja keduanya sudah berada di dalam mobil,mereka bermaksud akan pergi ke tempat dokter yang sudah membuat janji hari sebelumnya.
__ADS_1
di tempat nindi dan arga,keduanya sudah berada di dalam mobil yang melaju menuju tempat yang di pilih arga,nindi tidak tahu arga akan menuju kemana,nindi hanya pasrah mengikuti arga saja.
"sebenarnya...kita mau kemana sih ga?"tanya nindi yang kebingungan,karena arga bilang waktu mereka sudah sedikit,tapi malah perjalanannya begitu lama.
"sayang...nanti pulang kamu bawa mobilku ya...aku nanti akan langsung ke bandara,semua barangku sudah ada yang bawa,"ucap arga dengan lesu nya.
"aku nggak tahu namanya sayang....tapi aku lumayan suka ke sana....merenung tiap galau..."ucap arga dengan seriusnya,
"kayak pernah galau aja sih ga?"gerutu nindi,karena setahu nindi...saat mereka di tentang papa nindi kemarin...arga juga nggak nolak...arga terima terima saja,malah saat nindi ketemu arga di pesta pernikahan temannya itu,arga terlihat tertawa bahagia tidak ada beban atau galau yang terlihat di sana.
__ADS_1
"jangankan galau sayang...sedih sampai setengah gila pun pernah...."sahut arga lagi namun di balas cengiran di bibir nindi,saking nggak percayanya sama ocehan arga.
"tuh bibir udah monyong pakai mengkerut segala kenapa sih sayang...aku ucap salah?hingga kamu jadi bt gitu sama aku?"tanya arga seketika yang membuat nindi merubah ekspresi wajahnya yang mulannya songang menjadi terlihat sedikit senyum menghiasi bibir nya.
"maaf deh ga...habisnya...aku nggak pernah lihat lamu galau tuh...terakhir kali saat papa nentang kita buat dekat...kamu iya in aja...dan saat aku ketemu kamu di pesta pernikahan temen kamu tuh...kamu senyam senyum deh...nggak ada galau galaunya..."ucap jujur nindi yang memang begitu ada nya yang ia lihat.
"ya...dia nggak lihat lah...aku ngurung diri di apartemen sampai nggak bisa makan dan minum...kerongkongan rasanya pintunya kekunci...terus dia bilang aku iya in aja pisah ma dia,gimana nggak aku iya in...waktu itu aja aku bukan siapa siapanya...pacar bukan...temen juga bukan...gimana nggak nurut aja gitu,dan lagi...dia bilang dia ketemu aku lagi senang ketawa tawa...lah emang aku saat itu lagi senang...banget malahan...dapat restu dekati puteri om rendi kok nggak seneng...ya seneng lah...apa lagi di tempat kondangan...mau cemberut juga pasti di suruh pulang sama yang punya hajat,nindi nindi...kamu nggak tahu aja gimana perjuangan aku buat dapatkan kamu..."
dengus arga dalam hatinya,namun itu hanya di dalam hati arga,arga lagi lagi memilih diam dan hanya ingin menghabiskan waktu sebentarnya itu untuk bersama kekasihnya yang ia harap akan berujung manis.
__ADS_1