
bagai di sambar petir di pagi hari,nindi dengan mata berkaca kaca sedih masih mendongkol dan bahagia arga mau mengalah padanya.apa lagi sampai ia datang ke rumah nindi untuk melihat keadaannya.
"arga...ternyata kau khawatir padaku...tapi...aku masih butuh penjelasanmu mengenai masalah tempo hari."ucap dalam hati nindi karena hatinya masih sakit.
nindi pun bergegas mengambil ponselnya yang ada di dalam tas.secepatnya ia mencoba menghubungi arga.
ia ingin memastikan kebenaran berita dari pak satpam dan berita itu yang di perkuat pertanyaan pertanyaan papa nya tadi pagi.
"maaf...nomor yang anda hubungi berada di luar jangkauan."suara dalam ponsel nindi.yang membuat nindi lagi lagi menghubungi arga.
namun itu sudah yang ke sepuluh kali nindi lakukan,dan nadanya selalu sama.
"arga....kemana kamu?"dengus kesal nindi yang di liputi rasa rindu juga marah bercampur aduk menjadi satu.
"dddddrrrt....ddddrt....."ponsel nindi bergetar di tangannya.
sontak ia pun mengangkatnya.
__ADS_1
"halo ga....kemana aja kamu?ngilang nggak pamit."
ucap nerocos nindi dengan nada menggebu gebu girang campur marah.
tanpa melihat siapa yang sedang menelephone nya.
"ini aku nindi...satria...siapa arga?"ucap satria dengan sangat tidak suka,namun ia juga pura pura tidak mengetahui siapa arga yang nindi sebutkan tadi.
"ooooh...satria...kirain..."ucap nindi yang belum ia tuntaskan.
"ada apa sat?"tanya nindi dengan sedikit kecewa,ia lupa acaranya tadi yang akan menjemput satria ke bandara.
"oh maaf sat...aku uda di jalan ini...tunggu ya...sebentar lagi."ucap nindi yang berbohong,karena ia masih terdiam di dalam mobil yang berada di pelataran rumah.
nindi pun langsung menancap gas mobil,ia melajukan mobilnya menuju jalan utama dan melaju dengan sangat kencang menuju tempat satria berada.
tiga puluh menit perjalanan nindi,akhirnya ia sampai di depan bandara pintu keluar.ia pun menghentikan mobil nya tepat di pinggir trotoar dimana satria sudah duduk di atas koper besarnya.terlihat satria dengan senyum mengembang disana saat melihat nindi membuka jendela kaca mobilnya.
__ADS_1
"satria....."teriak nindi saat baru keluar dari mobil.
lalu berhambur berlari menuju ke arah satria.
satria pun dengan senangnya membuka tangannya dan menyambut nindi dengan pelukan.keduanya berpelukan karena sudah tidak bertemu dengan waktu yang sangat lama.
keduanya tiadak tahu...ada beberapa orang yang mengawasinya,dan siap melapor secepat kilat pada tuannya.saat itu pula arga mengetahui apa yang di lakukan keduanya.namun...hatinya sudah tidak se sakit kemarin.ia...lebih bisa menerima keadaan yang harus ia terima.kecewa,sedih,terluka,pasti.
mungkin tercabik cabik lebih tepatnya untuk menggambarkan perasaannya saat ini.
"baiklah nindi...kau yang memulainya...aku pun tidak bisa berbuat apa apa."ucap arga dengan wajah datar dan dinginnya.saat ini ia bukan lah arga yang dulu yang hangat dan sopan.ataupun pengertian.
"publikasikan."ucap arga dengan entengnya.menyuruh seseorang untuk mempublikasikan apa yang arga inginkan.
di tempat nindi,ia masih berbincang bincang beberapa saat dengan satria dengan riangnya.
dan sesaat suaranya terhenti tatkala tv berukuran layar lebar yang terpampang besar di bandara menyiarkan berita,
__ADS_1
"pengusaha termuda dan tersukses hari ini terlihat sedang berkencan dengan model cantik yang sedang naik daun,keduanya tampak serasi dengan pakaian senada menghadiri acara konferensi bersama."
sontak jantung nindi seperti berhenti berdetak.matanya menatap lekat sepasang manusia yang berjalan beriringan di dalam layar lebar itu,tanpa terasa air mata menggenang di pelupuk matanya,hampir menetes.