Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Lagi-lagi godaan


__ADS_3

Pagi yang cerah, Terlihat dari sinar mata hari yang sudah mulai mengeluarkan semburat sinar cahayanya dan menusuk menembus celah celah kamar Rendi yang tirai jendelanya tidak tertutup sempurna, Terlihat Anin masih betah di pelukan suaminya,


Entah kenapa akhir-akhir ini ia suka sekali dengan aroma tubuh sang suami, Apa lagi saat suaminya berkeringat.


"Sayang...bangun...kamu harus joging...cepatlah...bangun....!!"


Kata Anin yang terbangun dan sambil menggoyang-goyangkan tubuh suaminya itu.


"Iya...iya...aku bangun sayang...udah bangun nih..."


Ucap Rendi yang masih mengantuk pun terpaksa langsung turun dari ranjangnya,


Belum sempat mencuci muka, Dan sikat gigian, Ia langsung saja keluar dari rumahnya dan berlari keliling area dekat sana.


"Istri hamil kok mintanya aneh-aneh, Apa istri orang lain juga gitu?"


Gerutunya sambil terus berlari kecil dengan mata mengerjap-ngerjap masih sedikit mengantuk.


"Istriku dulu waktu hamil malah ngusir aku dari rumah, Karena nggak mau nyium bauku, Empat bulan nggak di kasih jatah...kebayangkan gimana perasaan ku sebagai lelaki," Ucap seseorang yang baru menyusul Rendi berlari dari belakangnya.


Dengan wajah masih terlihat masam, Rendi belum sempat menimpali perkataan orang yang baru bicara padanya tersebut. Sampa di tengoknya orang yang ada di sampingnya yang tak sengaja mendengar gumamnya tadi.


"Kakek....."


Kata Rendi seketika dengan kagetnya, lalu memeluk kakeknya dengan senang.


"Kenapa kakek bisa sampai sini sepagi ini??" Tanya Rendi penasaran.


"Anak bodoh!! istri hamil nggak kasih tahu kakek...malah kakek tahu dari orang lain...dasaaar!" Dengus kesal kakek.


"Kakek terlanjur senang makanya langsung kemari dan saat sampai rumah, Melihatmu ngeloyor keluar rumah tanpa menoleh kakek."


Makanya kakek tidak sempat memberi tahumu.


"Anin tu kek...aneh-aneh saja...suka nyium bau keringatku..." Sungut Rendi bercerita.

__ADS_1


"Kamu enak...istri hamil makin lengket...nah kakek dulu sampai sekarang masih ingat....nenekmu hamil ayahmu itu empat bulan nggak bisa nyium bau kakek, Katanya mual....lihat kakek katanya jelek, Untung kakek nggak di kira kotoran," Candanya pada Rendi. Yang menceritakan saat saat beratnya saat istrinya dulu yang tengah hamil, Dan tantanganya lebih berat dari yang Rendi harus lalui kini.


"Jadi itu normal ya kek??" Tanya Rendi seketika yang begitu penasaran dan ingin tahu.


"Tentu saja normal....ya semoga saja ngidamnya juga normal...nggak yang aneh-aneh," Ucap kakek yang sedikit khawatir.


"Maksud kakek??" Tanya rendi lagi. Dan kini ia makin penasaran.


"Dulu nenekmu waktu hamil ayahmu...ngidamnya pingin makan jambu sisa codot,


Jadi separuh codot...separuh nenekmu,


Kakek tungguin tu di bawah pohon jambunya, Tapi yang jatoh cuma sisa sedikit-sedikit semua nggak ada yang bisa di makan, Kakek akalin deh kakek yang makan separuh, Tapi nenekmu pinter...dia tahu..." Ucap kakek yang mengenang masa lalu konyolnya.


"Kenapa harus yang di makan codot kek??"


Tanya Rendi ingin tahu.


"Karena codot itu tahu...mana jambu yang benar-benar mateng...jadi sisanya pasti manis," Sahut kakek mengenang,


"Ibumu dulu pas hamil kamu juga gitu...makan eskrim di pinggir rel kereta...


"Semoga anakmu nggak minta yang aneh-aneh rend..."


Ucap kakek terlalu senang mendengar berita kehamilan cucu mantunya.


"Duh kek...ayo cepat pulang...keringatku keburu hilang ntar Anin minta aku muter sini lagi lo kek, Udah mulai panas pula...ayo kek...!"


Ucap Rendi yang seketika membuat kakeknya tertawa lebar.


"Hanya Anin yang mampu mengalahkan angkuhnya cucuku," Gumam kakek dalam hatinya.


"Cucuku sudah berubah lebih baik...lebih peduli pada orang lain...Anin benar-benar membawa dampak besar pada cucuku, Aku beruntung menjadikannya cucu mantuku," ucap kata hati kakek.


Hingga beberapa saat sesampainya di rumah

__ADS_1


"Kakek..."


Sapa Anin sambil menyalami kakek yang baru di lihatnya.


"kakek silahkan istirahat dulu ya...dan sebentar ya kek..."


Kata Ani, Lalu Anin menarik tangan suaminya menuju kamar, Setelah mendapat anggukan dari kakek, Tanda persetujuanya.


"Sayang...kamu tu hati-hati..."


Ucap Rendi yang terus mengikuti istrinya, Mengekorinya dari belakang.


Hingga sesampainya di kamar, Anin langsung menarik lengan sang suami untuk masuk ke dalam, Lalu menutup pintunya,


"Sayang capek ya???" Tanya Anin dengan manjanya.


"heem," Jawab singkat Rendi.


"Buka dong kak bajunya," Paksa Anin.


Rendipun hanya bisa menuruti keinginan istrinya,


"Sini kak duduk sini...sambil menunjuk sofa yang ada di kamarnya, Rendi pun lalu menurut mengikuti sang istri untuk duduk.


Dan Anin pun duduk di pangkuan suaminya,


"Sayang...jangan goyang-goyang..."


kata suaminya yang sudah tak di hiraukan,


Anin sibuk mengendus-endus keringat sang suami. Dari telinga turun ke pipi lalu "cup" ciumam Anin tertuju di bibir suaminya.


"aaah....istriku...kenapa kamu jadi godaan dunia sih sekarang",


Gerutunya yang sudah tidak bisa menahan godaan di depannya, Hingga langsung saja ciuman itu berubah mengadi lumatan yang panjang...hingga salah satu menyerah, Lalu satunya memulai, Menyerah lagi dan memulai. Begitu seterusnya.

__ADS_1


Anin sendiri tidak tahu dan tidak menyadari kelakuannya yang akhir-akhir ini menjadi begitu tak sadar saat bersama suaminya.


Lebih banyak menyerang sebelum Rendi memulainya. Dan Rendi pun menyadarinya, Bahkan baginya begitu membahagiakan.


__ADS_2