Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Harus ke pending lagi


__ADS_3

Terlihat Arga begitu capek saat itu, Hingga tidurnya begitu pulas di atas ranjang, Ditemani Nindi yang sealu di sampingnya, Ia ikut rebahan juga disana, Hingga keduanya tertidur dengan pulasnya.


Tepat pukul empat sore, Saat Arga mendapat telephone dari asistenya karena gosip yang beredar, Bukan dari wartawan atau pencari gosip, Melainkan berawal dari media sosial seseorang. Dan semua orang Arga sedang mencari sumbernya, Untuk menghapus berita tersebut.


"Sayang...bangun...ayo aku antar pulang...gawat kalau kita disini lama lama!" Ucap Arga sambil mengelus pipi Nindi yang masih tertidur di sampingnya.


Dengan perlahan Nindi terbangun dan membuka matanya, Ia tak tahu kenapa Arga bisa se panik itu, Namun yang ia tahu...pastilah terjadi sesuatu. Dengan cepat Nindi bangun dari tempatnya, Ia akan menuju ke kamar mandi, Namun saat Arga bilang sudah tidak ada waktu lagi...maka Nindi pun menurut dan mengikuti kemauan Arga tanpa bertanya apapun pada kekasihnya itu. Dan sangat lah gawat bagi keduanya, Nindi tidak tahu ketakutan yang Arga rasakan.


Sampi...Arga berdiri mematung di depan pintu dalam kamarnya, Ia menatap lubang kecil di pintu depanya dan ternyata benar benar terlihat banyak para pencari berita tengah memadati tempat tersebut.


"Sayang...jangan panik...!" Ucap Arga saat Nindi mendekat ke arahnya.


"Ga...yang kelihatanya panik dari tadi itu kan kamu ga...bukan aku..." Ucap Nindi yang belum tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Hingga Arga terlihat tengah sibuk mencoba menghubungi seseorang. Arga menghubungi asistenya untuk memintanya menetralisir keadaan yang semakin memanas di luar tempat yang ia singgahi sekarang.


"Sayang...jangan buka ponsel atau baca berita ya...!" Ucap Arga dengan senyum getir yang ia paksakan.


"Tapi ini mama telephone ga...aku harus mengangkatnya ya...agar mama tidak khawatir...!" Ucap Nindi dengan jujurnya, Dan Arga pun lalu mengangguk tanda ia membolehkan Nindi menerima panggilanya.


"Iya mah...." Sahut Nindi seketika dengan nada yang biasa saja sehingga membuat mama dan papa nya sedikit lega.


"Kamu masih sama Arga?" Tanya papa nya di pengeras suara ponsel.


"Iya pah...kami sedang bersama sekarang..." Ucap Nindi lagi, Lalu ponsel yang ada di genggaman Nindi itu pun di ambil oleh Arga dari sampingnya.


"Sayang aku pinjam sebentar....!" Ucap Arga dengan tangan yang sudah meraih ponsel tersebut.


"Om...kita nggak gelakuin apa apa om...sungguh..." Ucap Arga dengan sedikit paniknya, Dan Rendi sudah tahu akan hal itu. Ia pun terlihat lega disana.

__ADS_1


"Iya ga...om tahu...om udah kirim orang untuk ngusir penghalang...coba lihat lagi...dan cepat pulang ya...jangan keluyuran atau mampir kemana mana lagi!"


Ucap Rendi dengan nada bijak kebapakanya.


Dimana Arga mengintip lagi dari lubang di pintunya lagi, Dan ternyata orang orang tersebut sudah pergi.


"Astaga!" Teriak Nindi tiba tiba saat ia membuka ponsel dan menatap layar ponselnya, Dimana yura tengah mengirim tautan artikel dan membuat jari Nindi penasaran ingin mengekliknya. Alhasil keluarlah berita yang sedang panas di pencarian yang sedang menempati peringkat pertama disana.


"Pimpinan grup Sanjaya tengah berada di kamar hotel berduaan dengan puteri grup Wijaya!" Dengan bibir gemetar yang baru ia alami saat itu, Seketika Nindi menatap le arah Arga yang sudah siap akan keluar menggandeng tanganya.


"Ayo sayang aku antar pulang...maaf membuatmu terkejut sampai seperti ini...aku nggak tahu jika bisa sampai masuk media sosial..." Ucap lembutnya sambil mengecup puncak kepala Nindi dan menggenggam jemarinya mengajaknya keluar. Karena ulah postingan dan cuitan seseorang yang tidak bertanggung jawab lah keduanya menjadi topik utama di internet. Sore itupun akhirnya Arga memutuskan untuk mengantar Nindi pulang kerumahnya.


Di apartemen Aditya, Ia tengah duduk di sofa di temani sang istri di sampingnya,


"Gimana bby sudah ada kabar?" Tanya ifa dengan nada sedikit cemasnya. Dan Aditya hanya menggeleng dengan tangan yang menggenggam jemari sang istri.


Hingga pukul setengah tujuh malam saat Arga sampai di kediaman om Rendi.


Nampak Rendi sangat khawatir dan terlihat sedang mondar mandir di teras rumahnya dengan di temani sang istri yang tengah duduk di kursi santai yang ada di sana.


"Papa...mama....om...tante..." Sapa keduanya bebarengan yang membuat kedua orang tua Nindi menyambut kedatangan puterinya dan juga Arga.


"Ayo masuk kedalam..." Ucap Rendi mempersilakan Arga untuk ikut serta masuk, Diikuti Anin dan Nindi dari arah belakangnya. Rendi mengajaknya duduk di ruang keluarga,


"Kamu tadi ngajak Nindi kemana? kenapa sampai muncul berita yang nggak enak seperti itu? kenapa sampai bisa kecolongan?" Tanya Rendi yang bertubi tubi dan Arga masih mendengarkanya dengan sangat tenang.


"Jujur om...tadi saya ngajak Nindi ke hotel...karena saya terlalu capek setelah penerbangan berjam jam dan harus ke pesta pernikahan kakak...saya putuskan untuk istirahat disana setelah acara selesai...karena untuk pulang ke apartemen cukup memakan waktu...jadi saya minta Nindi untuk menemani om...tapi jujur kami nggak ngelakuin apa apa kok om..." Ucap Arga menerangkan dengan sejujurnya.


Di tambah Nindi yang mengangguk mengiyakan apa yang di katakan Arga barusana. Dan rendi percaya dengan puteri dan juga kekasih puterinya itu.

__ADS_1


"Lalu...bagaimana sekarang?" Tanya Rendi yang merasa perjuangan cinta puterinya dan juga Arga harus sudah menuju muaranya.


"Mungkin...menurut Arga...akan lebih baik jika kita secepatnya menikah om...untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan, Hal hal yang bisa menjatuhkan saham kedua perusahaan...dan jika kita melangsungkan pernikahan...mungkin kedua perusahaan akan malah semakin meningkat harga sahamnya om..."


Ucap Arga yang membuat Rendi manggut manggut akhirnya. Dimana pikiran Arga terlalu cepat membuat kesimpulan, Namun itu pun juga tepat.


"Baiklah...om serahin semua ke kamu...atur bagaimana mudahnya...dan rundingkanlah masa depan kalin berdua secara bersama sama." Ucap Rendi yang membuat lega hati Arga.


"Baiklah om...secepatnya Arga akan mengadakan jumpa pers dan mengumumkan kabar gembira tersebut!" Ucap Arga yang di akhiri pamitanya untuk pulang.


Dimana terlihat senyum lega semua yang ada di ruang keluarga tersebut. Hingga Nindi mengantarkan Arga sampai ke teras depan dan menatapnya sampai mobil yang di kendarai kekasihnya tidak terlihat lagi.


Hatinya begitu berbunga bunga dan bahagia malam itu.


Hingga dengan langkah gontainya Arga melangkah masuk kedalam Apartemnya.


"Astaga!" Lagi lagi Arga di kejutkan dengan keberadaan pengantin baru yang tengah duduk berjajar di sofa apartemenya.


"Apa aku salah masuk apartemen?" Tanya Arga saat ia sudah berada di dalam apartemenya dan mengganti alas kakinya. Kini ia duduk di sofa dengan badan loyo dan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.


"Kami mengkhawatirkanmu ga...kenapa kamu nggak bisa di hubungi?" Tanya Aditya dengan seriuanya.


"Semua udah baik baik saja kak...kalian cepat pulang sono...cepet bikinin Arga keponakan yang lucu dan imut..."


Ucap ngasal Arga yang membuat malu kedua pengantin baru tersebut.


"Oke...baiklah...jika semua sudah beres...kamu pulang dulu!"


Ucap Aditya sambil menggandeng tangan istrinya untuk bangkit dan meninggalkan apartemen adiknya.

__ADS_1


__ADS_2