
Arga hanya bisa menarik ujung bibirnya dan mencoba menelan ludah yang seakan susah ia telan.
"Lihat aja ntar, dimana mana pengantin baru itu, habis acara...si lelaki bopong tubuh sang istri masuk ke kamar, ngabisin malam pertamanya, nah ini sampai hampir berhari hari perasaan cuma garing aja, mana Nindi juteknya minta ampun lagi, ya tuhan...sepertinya aku lah suami di dunia ini yang merasa kesepian." Ucap Arga dalam hatinya, ia merasa sedikit kesal, jangankan malam pertama, malam kedua ketiga pun rasanya sama.
Sampai...benar benar datanglah seorang chef cantik yang menghampiri meja keduanya.
"Pak Arga...suatu kebetulan anda sudi mampir ketempat saya...terimakasih...
sebagai ungkapan senang saya...silahkan nikmati hidanganya secara gratis..." Ucap chef cantik sembari mempersilakan pelayan resto nya memberikan hidangan yang sudah di bawanya ke atas meja depan Arga dan Nindi.
"Trimakasih chef...anda masih mengingat saya..." Ucap Arga dengan senyum ramahnya.
"Bagaimana saya bisa lupa...saat secara gentleman anda memberi keputusan bijak pada lomba yang saya ikuti, hingga akhirnya saya juara!" Ucap chef cantik dengan senangnya.
__ADS_1
"Dan maaf...saya kira saat itu anda menyukai saya...namun kenyataanya saya tertolak." Ucap si chef dengan senyum cekikik.
Dan seketika itu pula Nindi menyenggol lengan Arga dengan sedikit kasarnya, hingga membuat Arga gelagapan karenanya.
"Oh...kenalin ini istri saya..." Ucap Arga sembari menggenggam jemari Nindi lalu menariknya, bukan sok romantis atau keren, hanya saja Arga khawatir sang istri akan menggebrak meja di depanya, hingga si chef berpamitan dan pergi dari hadapan keduanya.
"Kau ternyata populer juga ya...nggak dikalangan artis...nggak di kalangan manager hotel, nah ini malah di kalangan para chef...cantik pula, kenapa juga kamu milih aku yang hanya mantan karyawan di perusahaanmu sih? akh..." Tiba tiba dengus kesal Nindi yang nggak Arga mengerti.
"Sepertinya kamu sudah lupa ya kalau suamimu ini dulunya seorang playboy?" Ucap Arga yang ingin memastikanya.
"Ya ya...playboy...itu kan dulu...playboy apaan...ciuman pertama aja sama aku." Ucap kesal Nindi yang makin terlihat.
"Aku perhatikan dan setelah aku amati...sepertinya istriku sedang cemburu saat ini!?" Ucap Arga tiba tiba yang membuat Nindi salah tingkah dibuatnya.
__ADS_1
"Akh...nggak lah...ngapain cemburu...buat apa, toh sekarang kamu sudah jadi miliku!" Ucap Nindi sembari menarik kerah depan kaus Arga agar mendekat ke arahnya dan menciumnya.
"Yuk makan...sepertinya enak...!" Ucap Nindi yang mulai akan memakan makanan yang sudah tersaji di depanya.
"Emb...ini hidangan penutupnya...silahkan!" Ucap chef cantik yang datang lagi langsung membawakanya dua cake yang begitu cantik di tanganya, dan setelah meletakanya, ia pun pamit pergi ke dapurnya lagi.
"Akh sereeet amat ini ikan!" Ucap Nindi sembari meraih air didalam gelasnya dan meneguknya dalam tegukan besar.
"Sepertinya rasa sambal ini masam ya sayang? atau...rasa bumbunya jangan jangan yang kecut." Ucap Arga sembari tanganya mengangkat sambal di wadah depanya dan menaruhnya lagi.
"Kamu nyindir aku ya Ga? iya...pasti lagi nyindir aku kan? bilang aja napa sih..." Ucap Nindi dengan gerurunya, dan langsung membuang muka menatap sampingnya, pemandangan alam yang tak terbatas dipandang matanya.
"Iya aku nyindir kamu, aku tahu kamu lagi dapet, bawaanya pingin marah aja kalau kesenggol, yang pasti...aku milikmu sekarang, dan kamu miliku, hanya saling percaya saja yang aku minta, kalau setia sudah pasti." Ucap Arga yang diam diam membuat Nindi tersenyum tanpa Arga tahu.
__ADS_1