Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
maksud baik


__ADS_3

"baiklah ifa...sekarang...kamu punya uang berapa?kau tahu bukan...mobilku ini keluaran terbaru bukan,kau pasti tahu kisaran berapa jika....penyok seperti itu,"


ucap aditya sambil berjalan mendekat ke arah belakang mobilnya,sambil terlihat ia mencari cari penyok mobilnya.


"kira kira tuan butuh berapa untuk memperbaiki mobil nya?saya tadi buru buru...ibu saya ada di rumah sakit...saya benar benar tidak bermaksud menabrak mobil anda,tapi saya pasti akan bertanggung jawab kok."


ucap ifa di sela kebingungannya,


"hemmmz...siapa tadi namamu?begini ya...aku bikin gampang saja...kira kira ini akan menghabiskan sekitar lima puluh juta lebih...apa kau mau membayar nya cash?atau mau mencicil nya dua kali mungkin?"


ucap aditya dengan gampangnya.meski ia tahu...mobilnya yang manapun jika sudah penyok...ia pun tidak akan memakainya lagi,ia hanya ingin...bermain main dengan gadis manis itu.


"apa!tuan...apa anda yakin?darimana saya mendapatkan uang se banyak itu?sebulan saya bekerja di butik hanya bergaji tiga juta saja....paling tidak aku akan mencicilnya hingga dua atau tiga tahun tuan jika nominalnya segitu,"

__ADS_1


ucap ifa dengan memelasnya,baiklah tuan aku harus bergegas ke rumah sakit...ini kartu nama saya tuan...sungguh saya minta maaf tuan...kita bahas lain kali saja,"


ucap ifa sambil bergegas masuk ke dalam mobilnya dan menancap gas mobilnya itu,sebelumnya ia sudah memberikan kartu namanya pada tuan pemilik mobil mewah.


"gadis ini berani beraninya meninggalkanku se enaknya sebelum aku bolehkan pergi,"dengus keaal aditya.


"tuhanku...cobaan apa lagi ini...aku benar benar tidak habis pikir sungguh...aku selalu ceroboh dan membuat masalah...ifa...kapan kamu akan bisa membahagiakan orang tuamu..."ucap ifa dengan air mata yang berlinangan sambil mengendarai mobil nya menuju rumah sakit dimana ibunya di rawat.


"ikuti dia apakah dia berbohong atau tidak,"


setelah ifa memarkirkan mobilnya,ia menghapus air mata yang membasahi pipinya sebelum ia keluar dari dalam mobil.


"ifa...jangan sampai ibu mu melihat mu menangis dan mengetahui apa sebenarnya yang terjadi."ucap ifa lagi lagi sambil menyeka air matanya.lalu ia pun bergegas turun dari mobilnya dan berjalan sedikit berlari menuju ruang rawat dimana ibunya di rawat karena sakit darah tinggi dan jantung.ifa hanya hidup dengan ibunya,ia seorang pegawai butik yang terletak di tengah tengah kota.

__ADS_1


sesampainya di depan pintu ruang rawat ibunya,ifa membenahi pakainya,kerudung yang ia kenakan pun terlihat miring,"baiklah ifa...tersenyum...jangan buat ibumu berpikir macam macam."ucap ifa di dalam hati sambil menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskannya beberapa kali ia ulangi hingga hatinya benar benar tenang dan nafasnya yang tersengal sengal itu kembali normal lagi.


ifa membuka pintu kamar rawat ibunya,di sana terlihat di barisan pertama ada pasien lain namun sepertinya pasien itu sudah membereskan pakaiannya dan bergegas,tandanya pasien itu akan segera pulang.


"loh......"ucap ifa sedikit tersentak dan matanya terbelalak saat melihat laki laki tampan tadi yang mobilnya di penyokkan sedikit olehnya sedang duduk di samping ranjang ibu nya dan berbincang bincang hangat di sana.


seketika tubuh ifa lemas,ia tidak ingin ibunya tahu masalah yang sedang ifa hadapi,namun kenapa pria tampan itu seperti sudah memberitahu hal besar pada ibu nya.


"tuhan...aku mohon...jangan biarkan pria itu memberi tahu ibu yang sebenarnya..."ucap dalam hati ifa.


"difa....sini...ayo perkenalkan aku yang resmi pada ibumu,aku sudah memberitahukan semuanya padanya,"


ucap pria itu yang lagi lagi membuat kaki ifa seperti tanpa tulang penyangga.

__ADS_1


"duaaaaar...."suara petasan kembang api bermunculan di pikiran ifa seketika.


__ADS_2