
"nindi....kenapa....kenapa kau tahu semuanya?"
tanya arga yang terbata bata dengan kedua kaki masih di atas pinggiran sofa.
"apa perlu aku jawab pertanyaanmu itu arga?kenpa?kenapa kau lakukan ini padaku arga kenapa?"
teriak nindi dengan sangat lantangnya yang membuat arga tercengang menatapnya.
"kau pikir kau siapa berani beraninya berteriak padaku hah?"ucap balik arga dengan bangkit dari duduknya dan menatap lurus ke arah nindi,
"kau yang marah padaku tanpa alasan,kau yang membuatku bosan,kau yang memberiku julukan monster bukan?sekarang kau tanya aku kenapa?apa itu kata yang pantas kau tujukan padaku?kau yang membuatku jadi seperti ini nindi....kau yang membuat kita jadi renggang..."
ucap arga dengan kaki yang melangkah maju mendorong nindi untuk melangkah mundur,kini bergantian nindi yang tersudut.ia melangkah mundur sampai terhenti ketika punggungnya terbentur dinding.
"kau yang memulai duluan...kau yang berciuman dengan audry kan...aku masih kekasihmu...apa tidak boleh aku marah...aku kan cemburu..."ucap nindi dengan jujur nya,dan ucapan yang terakhir sengaja ia buat se lirih mungkin jadi arga hanya samar samar mendengar nya.
__ADS_1
"ulangi kata kata yang terakhir...aku tidak dengar..."perintah arga,karena memang benar ia tidak mendengarnya dengan jelas.
"kenapa aku harus mengulanginya?kenapa aku harus mau menuruti perintahmu?"kata nindi yang bersikeras tidak mau mengulang kata katanya lagi.ia terlalu malu untuk mengulangnya.apa lagi jika sampai arga mendengarnya.
"keluar...keluar kataku sekarang!"teriak arga karena sudah tidak tahan lagi dengan sikap nindi.dan lagi...hati arga masih sakit saat mengingat nindi bercouman dengan satria,apa lagi laki laki itu masih menungguinya di luar.
lalu tanpa aba aba arga yang sudah di penuhi amarah itu pun langsung membuka pintu kamar hotelnya,dan mendorong tubuh nindi keluar kamar,namun nindi masih ngotot tidak mau,meski arga mendorong keras nindi tapi ia tidak sampai menjatuhkan nindi.
"cklak..."seketika arga membanting pintu dengan sangat kerasnya,sampai sampai nindi tersentak oleh bantingan pintu itu.arga memunggungi pintu nya dan bersandar di sana.sedangkan nindi ia menggedor gedor pintu kamar arga dari luar,
arga tertegun,ia...membayangkan lagi lagi nindi berciuman dengan pria lain.
"brengsek....hatiku sakit...sangat sakit."ucap arga sesaat sambil berbalik dan dengan tangan mengepalnya ia meninju pintu itu.
lagi lagi luka nya yang belum terobati sudah terbuka lagi,bukan hanya luka di tangannya,luka yang terlihat bisa sembuh dan menghilang,namun luka hatinya sudah tidak bisa di obati siapa siapa lagi.
__ADS_1
hingga...arga terbangun dari tidur nya,ia tidak sadar sudah tertidur cukup lama,ia meraih ponselnya dan menatap layar nya,"pukul tujuh malam."gumamnya,
"harusnya nindi sudah pergi bukan?iya...pasti laki laki itu sudah membujuknya jika dia tidak mau."gerutu arga dan merasa perutnya keroncongan.ia pun langsung menelephone layanan hotel untuk di bawakan makan malam.kemudian ia bergegas menuju kamar mandi,dan mulai mengguyur tubuhnya.
"tok tok tok."suara ketukan dari luar kamar nya saat ia selesai mandi,seketika ia pun membuka pintu nya,perutnya sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi.
"tuan...ini pesanan anda...silahkan..."ucap seorang kariawan hotel yang memberikan meja dorong yang di atasnya di penuhi makanan.
"tuan...apa anda kenal wanita yang tertidur disini ini?"tanya petugas hotel saat arga akan menutup pintu kamar nya.
sontak ia terperanjat dan sangat khawatir...ia pun bergegas keluar kamar memastikan siapa yang di maksud si petugas hotel.
"nindi...."teriak arga sesaat lalu menghampiri tubuh nindi yang lemas,
"nindi bangun...nindi...ini aku arga...ayo buka matamu nindi..."ucap arga sambil menggoyang goyangkan tubuh nindi.
__ADS_1
"bodoh...benar benar bodoh..."umpat arga untuk dirinya sendiri.lalu ia membopong tubuh nindi masuk ke dalam kamar.