
"nindi nindi....syukurlah kamu masih se polos dulu sayang,"
ucap arga dalam hati yang benar benar senang.
"ayo..."ajak arga lagi yang baru menyadarkan nindi dari syok nya.
"ah....aaa.....ayo..."balas ucap nindi dengan terbata bata.
arga kemudian membimbing nindi untuk duduk di atas sofa,sedangkan ia sibuk menurunkan makanan makanan itu ke meja depan nindi.
lalu ia ikut duduk di samping nindi dengan senyum yang tersungging senang.
"sayang...kamu pasti belum makan ya seharian?"tanya arga dengan nada lembutnya,tidak sadis seperti yang tadi.
"iya ga...aku belum makan seharian...tadi pagi...saat beritamu muncul di acara tv,aku langsung minta tolong papah untuk nyiapin pesawat,mana bisa aku sarapan...sampai sini langsung nemuin kamu...terus dapat perlakuan kasar...hingga aku kamu lempar keluar kamar mu ini kan..."ucap nindi menerangkan keadaannya.
"maaf ya sayang...aku nggak nyangka kamu sampai se nekat gini."ucap arga dengan tangan lincah mengiris iris steak di atas piring depan mejanya.
sedangkan nindi masih terlihat bad mood dengan garpu yang cuma ia tusuk tusukkan ke steak miliknya.
__ADS_1
"ini...kamu makan dulu...kamu kira kamu aja yang nggak makan seharian,aku pun sama nindi...perasaan ini menyiksaku sampai sekarat."ucap arga sambil menyerahkan piringnya yang berisi steak yang sudah ia iris iris menjadi potongan potongan kecil sekali makan saja.
seketika nindi pun menghentikan aktivitasnya menusuk nusuk steak dan menatap arga dengan lirikannya.
"untukku?"tanya nindi heran,karena biasanya mereka malah berebut satu sama lain tanpa ada yang mengalah.
sontak membuat nindi terkejut.
dan arga hanya mengangguk sambil tersenyum ke arah nya.kemudian ia mengambil piring steak yang ada di depan nindi kemudian melakukan hal yang sama,mengiris iris steak nya hingga menjadi beberapa bagian bagian kecil.
"hmmmmz....kamu beneran arga sanjaya kan?"tanya nindi sambil menikmati steak yang sudah tetiris.nindi merasa arga lebih perhatian dan lembut padanya.
"aku...bukannya nggak ngenali kamu ga...tapi...kamu yang sudah berubah."ucap nindi sambil matanya melirik ke arah arga,dan sontak membuat arga terkejut,lalu menghentikan makannya seketika.
"aku udah kenyang sayang...kamu cepatlah makan makanan kamu...lalu mandi sebelum tidur...aku nggak mau tidur dengan gadis yang bau keringat."ucap arga dengan dengusan sedikit berbeda dari arga yang tadi nindi ajak bicara.nindi hanya terdiam...lalu terus menyantap makanannya.
"lhoh...kok kita tidur seranjang sih ga?"ucap nindi yang baru sadar akan ucapan kekasihnya barusan.
"terus...kamu mau tidur di sofa?aku nggak mau sayang...besok pagi...aku harus menghadiri sebuah acara,jika aku tidur di sofa...bisa bisa punggungku sakit saat bangun...jika kamu mau...kamu bisa tidur di sampingku,jika tidak...tidurlah semaumu...dimanapun kamu inginkan.namun...jangan harap jika satu kamar dengan satria."ucap arga dengan sedikit kesal nya.
__ADS_1
"ouh ya...mungkin jika kamu mau...kamu bisa mendapatkan kamar lain,lapor dulu ke petugas resepsionis hotel...aku capek nindi..."ucap arga yang masih tersisa sedikit perasaan kesalnya,lalu ia membiarkan nindi menikmati makanannya dan arga kemudian masuk kedalam selimut dan memejamkan matanya,
satu jam sudah nindi menikmati makanannya lalu membereskan sisa sisa makanan itu membuangnya.kemudian ia mandi air hangat,beberapa saat kemudian ia keluar dari kamar mandi,sebelum mandi...ia sudah mengambil pakaian arga untuk ia kenakan,karena pakaiannya kotor dan juga basah oleh keringat.
lalu ia berjalan perlahan menuju lemari pakaian,mengambil bantal dan juga selimut.
kemudian merebahkan diri di sofa,badannya capek dan kelelahan lalu ia tertidur di sana.
arga terbangun dari tidurnya,seketika ia menyadari nindi tidak berada di sampingnya,lalu ia pun sontak terduduk di tempat ya,ia khawatir nindi akan pergi meninggalkannya.
matanya menatap ke penjuru arah,ter henti saat memandang gadis yang ia cintai terlelap di sofa,
"dasar gadis keras kepala."gumam arga dengan senyum hangat nya.lalu ia mendekat ke arah nindi berjongkok tepat di depan wajah nindi yang sedang miring ke arahnya.
lalu pelan ia mengecup kening nindi,dan berdiri sambil membopong tubuh ramping nindi ke atas tempat tidur,
dan arga ikut berbaring di sampingnya.
keduanya pun terlelap begitu saja.
__ADS_1