
"aaaakkkhhh....mama....hati nindi jadi nano nano nih...."
teriak dalam hati nindi karena ulah arga yang ternyata terlihat cemburu nya.
"mah...mamah kalau ngadepin papah cemburu tuh biasanya di apain sih?"tanya nindi seketika sambil menggoyang goyang lengan mama nya,
"uhuk.....uhuuuuk...uhuk...."sontak anin terkaget hingga terbatuk batuk di tempat duduk nya.tatapannya sejurus menatap puterinya,karena...biasanya kalau rendi suaminya itu sedang cemburu...apa lagi yang bisa meredakannya selain itu tu...
"kenapa tiba tiba kamu tanya sama mama kayak gitu nindi?"tanya mama balik pada nindi yang berada di sampingnya itu.
"lalu....aku harus tanya siapa mah?pah...papah...biasanya kalau papah cemburu tuh sembuhnya di apain sih sama mamah?"tanya nindi beralih pada papanya,
"uhuk...uhuk....uhuk...."kini giliran papa nya sambil terbatuk hingga seperti tercekit rendi rasakan.bisa bisanya puterinya itu bertanya seperti itu padanya.
karena rendi pun tahu apa yang bisa meredakan emosinya hanyalah anin seorang.
"nindi apaan sih bertanya kayak gitu...kayak kamu ada yang cemburuin aja...kamu bilang arga nggak bakal cemburu cemburu gitu...nah ini buktinya kamu tanya tanya..."ucap balik rendi pada puterinya itu.
__ADS_1
"huuuuft...papah mamah nggak tahu aja masalahnya sudah beda lagi...."dengus kesal nindi yang tidak tahu harus bertanya pada siapa lagi.
"masak iya aku harus tanya satria sih...jelas jelas arga marah karena aku berbalas pesan sama satria...akkkh..."
dengus kesal nindi disana yang belum bisa menebus kesalahan nya pada arga.
"harusnya sih arga nggak marah...cuma gitu aja marah marah...gimana sih..."gerutu nindi sambil menyumpit daging panggangnya dan menyuap ke mulutnya hingga penuh lalu di kunyahnya.rendi dan anin hanya menatap satu sama lain lalu kemudian beralih menatap tak mengerti ke arah nindi bersamaan.
"kenapa nindi?ada apa?kebiasaan kalau kamu sedang bad mood selalu mengunyah memenuhi mulut dengan makanan seperti itu,"tanya mama anin pada puterinya.
"nggak mungkin kan aku bilang ke papah dan mamah kalau aku salah kirim pesan dan buat arga cemburu,"
"ayo sayang...kita pulang..."ucap anin yang mengajak puterinya itu pulang,tanpa sadar ternyata papa nya sudah membayar ke kasir dan sudah akan pergi,nindi masih mematung memikirkan hal tadi.
di tempat arga.
ia berguling di tempat tidurnya,pertemuan yang harusnya ia hadiri hanya di wakilkan pada sekretaris nya,pikirannya sedang tak karuan,dan lagi ia menunggui balasan pesan nindi dan menunggu penjelasan nindi.
__ADS_1
"gengsi dong aku tanya duluan...toh dia yang salah..."gumam arga dalam hati.
"dan yang harusnya marah itu aku...bukannya malah dia..."
dengus kesalnya lagi.
"ddddddrrrrt.....ddddrrrttt....."ponsel arga bergetar,
segera saja ia meraih ponsel nya dan di lihatinya pada layar ponsel itu.
"kakak...."ucap arga di bibir nya.aditya sedang mencoba menghubunginya.
"halo kakak....ada apa?"jawab arga dengan suara lemas nya.
"kau bego ya?pasti gara gara wanita kau seperti ini?aku sudah ngalah nggak muncul di acara itu,kau malah ikutan,nyesel aku sudah nggak hadir."dengus kesal aditya karena ia mendapat laporan dari orang nya,bahwa konferensi itu arga pun tidak muncul di sana.padahal ia sudah mengusahakan predikat pengusaha termuda di sandang oleh nya.tanpa kemunculan aditya....arga tidak akan ada pesaingnya.
"maaf kakak....arga nggak ada maksud kak..."dengus memelas arga dengan tulusnya.
__ADS_1
"siapa yang mengganggumu itu?biar aku singkirkan!"
ucap aditya dengan seriusnya,dan arga tahu...setiap ucapan aditya itu...selalu sungguhan...tidak main main.