Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Welcome


__ADS_3

"Tante...." sapa Arga setelah ia sampai di dekat meja makan dan di dekat Anin berdiri.


"Loh Ga...Nindi mana kok nggak ikut turun sih?" tanya tante Anin langsung pada Arga yang terlihat turun sendirian.


"Nindi masih telephone-telephonan tan...siapa sih cowok itu tan? kelihatannya akrab sekali sama Nindi?"


tanya Arga pada tante Anin.


"Oh...itu putera teman tante Ga...mereka memang berteman...sudah seperti layaknya kakak adik Ga...kenapa? kamu cemburu ya?" goda tante Anin.


"Sedikit sih tan..." balas canda Arga.


"Ma...." sapa Nind tiba-tiba dari atas tangga yang sedang berjalan turun menuju kebawah.


"Loh...papa mana ma kok cuma ada kita sama si cowok...eh Pak Arga saja?" ucap halus Nindi di depan mamanya.


"Ouuh....jadi begitu ya...oke honey...aku ikuti..." dengus dalam hati Arga karena tahu Nindi tidak ketus seperti tadi.


"Sayang...ayo di lihat...apa tamunya sudah pergi? kalau sudah...panggil kesini ya nak..." ucap mama pada Nindi.


"Tan...biar Arga saja yang melihat..." ucap Arga lalu langsung berjalan menuju ke pintu luar...menuju teras luar rumah.


Sesampainya di depan pintu, langkah Arga terhenti...Arga mengenali suara itu...itu adalah orang suruhan bundanya.


"Sial." Ucap Arga saat mengetahui bahwa orang suruhan bundanya sampai berani bertamu ke rumah yang Arga tuju.


"Ada apa hey kenapa berdiri di sini? papa mana?" tanya Nindi yang baru muncul dari belakang Arga.


"Honey...kamu disini menyusulku?" tanya Arga seketika.


"Honey...honey..." gerutu Nindi sambil melangkah maju melewati lelaki itu menuju pintu utama di depannya.


Dan saat itu pula Arga mendengar orang suruhan bundanya itu berpamitan, dan ia melihat orang itu berjalan menuruni tangga teras dan akan ke pelataran menuju mobil yang terparkir di sana, namun Arga melihat orang itu akan menoleh ke arahnya sesaat setelah ia memasuki mobil, sebelum orang itu menoleh...Arga lebih dulu sengaja menarik pergelangan tangan Nindi dan gadis itu terjatuh ke pelukan Arga.


Sekilas Arga melirik orang yang sudah berada di dalam mobil itu pun melihat ke arahnya, dan sepertinya ia tahu apa yang sedang Arga lakukan dengan Nindi barusan. Setelah itu pun orang itu pergi dengan mobilnya.


"Hiiiyyyaaaaaa....cowok mesum....seenaknya kau memeluk tubuhku!!" gerutu Nindi dengan sangat hebatnya yang disertai teriakan.

__ADS_1


Dan seketika Arga mengangkat kedua tangannya seperti tertodong.


"Heh...ada apa ini teriak-teriak di depan pintu sayang?" tanya papa yang sudah berdiri tepat di tengah pintu, sedangkan Arga seketika menatap serius om Rendi, namun Rendi malah membalasnya dengan senyuman disana yang seketika membuat Arga sedikit lega.


"Sudah-sudah...ayo masuk...mari kita makan malam sayang...ayo Ga..." ucap Rendi lalu ketiganyapun berjalan masuk.


"Pah...kenapa papa se akrab itu sama cowok ini?" gerutu Nindi yang masih mendongkol.


"Sayang...mungkin kamu lupa...saat kamu masih di taman kanak-kanak...Arga loh...yang nenangin kamu...saat biskuit yang kamu bawa terjatuh, saat itu...kamu ikut papa dalam acara peresmian sebuah rumah sakit...pasti kamu lupa kan?" tanya Rendi.


"Ya jelas Nindi lupalah pah...kalau waktu itu saja Nindi masih papa bawa ke mana-mana...tandanya Nindi masih imut...masih papa gendong pastinya...iya kan pah?" ucap Nindi seketika sambil tanpa sadar duduk di kursi meja makan yang di tarikan Arga untuknya.


"Ah sudah lah...ayo makan." Ucap papa yang duduk di kursi utama paling ujung. Sedangkan mama di sebelah sisi kanan meja makan, dan Nindi serata Arga ada di sisi kiri meja makan.


Sesekali om Rendi melirik ke arah Arga yang terdiam dan hanya mengaduk-aduk makanannya, Rendi tahu apa yang sedang di pikirkan anak itu, karena Rendi pun pernah mengalaminya, namun sekarang situasinya beda.


"Ga...kamu tinggal sendirian?" tanya om Rendi seketika dan tiba-tiba.


"Iya om...Arga tinggal di apartemen sendirian..." ucap Arga dengan jujur.


"terus makan kamu gimana Ga?"ntanya om Rendi lagi.


"Ga...ikut om sebentar..." ucap Rendi pada Arga. Lalu Arga pun beranjak berdiri dari kursi makannya berjalan mengikuti om Rendi yang menuju teras samping.


Sedangkan Nindi dan mamanya hanya melihat kemudian melanjutkan makannya.


"Ada apa om?" tanya Arga seketika.


"Apa kamu tidak suka makanannya? apa makanannya tidak sesuai selera kamu?om lihat dari tadi kamu hanya mengaduknya?" tanya Rendi lagi


"Ah...itu...Arga saja belum menyendoknya om...Arga belum tahu rasanya...Arga cuma...." ucapan Arga yang menggantung dan belum sepenuhnya selesai.


"Nak...kamu tentu tahu...itu adalah orang suruhan bundamu bukan?" tanya om Rendi tiba-tiba dan Arga hanya mengangguk.


"Untuk saat ini...kamu tenanglah...om sudah bilang...kamu lagi mengejar putri om...jadi seandainya putri om mau denganmu, om juga tidak akan melarang, dan sepertinya...beberapa hari ini kamu bebas...tidak di awasi!" ucap Rendi yang membuat mata Arga berbinar seketika


dan senyum melebar cerah di sana, tanpa sadar...Arga berhambur memeluk om Rendi.

__ADS_1


"Om...terimakasih om..." ucap Arga.


"Sekarang...sudah bisa makan?" ajak Rendi.


"Ayo om..." sahut Arga sambil berjalan terlebih dahulu ke arah meja makan. Rendi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja dan bergegas menyusul.


Keempat orang itu pun menikmati makanannya.


Selesai makan...Rendi mengajak istrinya untuk mendiskusikan sesuatu ke kamarnya.


"Sayang...masih setengah delapan...ajak Bos kamu jalan-jalan kek...kemana gitu, sesama jomblo jangan ngenes bareng gitu dong..." ucap canda mama Anin dengan entengnya saat datang menghampiri keduanya di teras belakang sambil membawa setoples besar keripik kentang.


"Ma...kok gitu sih...mama tega ngelepas anak gadisnya dengan orang macam dia?" ucap Nindi sambil menatap ke arah Arga yang duduk di sampingnya.


"Dia kenapa? Arga ganteng...tubuhnya idola para wanita...pinter...mapan lagi, apa sih yang nggak Arga miliki coba nak?" ucap mama menyanjung lelaki disamping putrinya.


"Aduh kalian ya...sejak kapan kalian se akrab ini...sebenarnya anak mama aku apa dia sih?" tanya ketus Nindi.


"Kalau di suruh milih...mama milih Arga aja deh jadi anak mama...!" canda mama.


"Aaaaakkkh....mama...jahat deh..." balas Nindi dan langsung membuat Arga terkikik.


"Apa lu ketawa-tawa...dasar..." gerutu Nndi.


"Nih...mama kasih uang saku...cepat sono jalan keburu malam nak..." ucap mama sambil menyerahkan uang lima lembar ratusan ribu.


"Nih papah tambahin deh..." ucap papa yang baru ikut nimbrung karena baru dari dalam dan akan mengajak istrinya untuk berdiskusi. Sambil menyerahkan uang lima lembar lagi seratus ribuan.


Seketika mata Nindi jadi hijau melihat uang lembaran itu.


"Asyik deh...bisa ngirit sampai gajian nih ceritanya kalau tiap jalan dikasih segini...eh...kenapa aku ngarep jalan terus? di apelin ni cowok sih...hiiiih...ogah ah." Gerutu Nindi dalam hatinya.


"Baiklah ma...pa...Nindi ambil uang sakunya...dan sekarang nindi akan ajak pak bos ini untuk jalan-jalan...oke?"


kata Nindi sambil mengambil uang lembaran itu dari tangan mama papanya.


"Om...nanti Nindi Arga antar pulang agak malam ya...Arga akan jaga Nindi baik-baik." Ucap Arga sebelum beranjak berjalan dari tempatnya, sedangkan Nindi sudah jalan duluan hampir sampai di depan pintu utama.

__ADS_1


"Ga...om dan tante percaya...yasudah sono cepet...jangan sampai lebih dari jam sepuluh malam ya Ga...om tungguin lo..." ucap Rendi dan langsung di angguki Arga. Lelaki itu pun berpamitan dan berjalan menuju kearah Nindi.


__ADS_2