Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
senyum bahagia


__ADS_3

arga dan nindi memutuskan untuk balik lagi ke kamar hotelnya setelah puas dan pegal kaki keduanya untuk berjalan jalan,


tepat pukul sebelas malam saat keduanya mulai memasuki kamar.


"ga...aku ke kamar mandi dulu ya..."ucap nindi sambil berlalu pergi berjalan menuju kamar mandi.arga hanya mengangguk sambil berjalan menuju lemari pendingin,membuka kopi kalengan dan membawanya ke depan jendela,tangannya membuka tirai di depannya dan terhampar luas pemandangan malam di depannya.


terdengar pintu kamar mandi terbuka lalu menutup,arga hanya melirik sekilas pintu itu dan memastikan nindi keluar dari sana,lalu matanya menatap lagi lurus ke depan sambil menikmati kopi nya.


"ga...."sapa nindi yang menghampiri arga dan langsung bersandar pada kaca depan arga,kini keduanya saling menatap.


"kita itu...pasangan yang aneh nggak sih?"


tanya nindi sambil mencoba meraih kopi kaleng yang arga pegang,lalu meneguknya sekali teguk dengan tegukan besar.


"aaakh...pahit nya...kopi apaan sih ini ga?"


ucap nindi dengan ekspresi wajah yang terkesan tidak suka kopi yang ia ambil dari arga.


sontak membuat arga sedikit tersenyum lalu menarik tangan nindi yang masih memegangi kopi kalengnya sampai wajah keduanya berdekatan.


"cup,"kecupan arga mendarat di bibir nindi.


dan nindi hanya terdiam,lalu tersenyum malu.


"gimana?manis kan?"tanya arga dengan senyum manisnya,sambil menepuk kepala nindi.


"manis apaan...tetep aja rasa pahitnya masih ada arga..."dengus kesal nindi...


"waaaaah...sepertinya perlu perlakuan lebih ya?baik lah..."ucap arga sambil melepas kancing baju nya dua baris dari atas dengan senyum jahilnya.


"idih...apaan sih..."dengus nindi seketika sambil buru buru pergi meninggalkan tempatnya dan menuju lemari pendingin mengambil air kemasan botol dan meneguk nya.ia lalu naik ke atas ranjangnya dan mulai menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal yang sudah siap di bawah kaki nya.


terlihat arga masuk ke kamar mandi dan beberapa saat terdengar pintu kamar mandi terbuka,tanda arga sudah keluar dari dalam kamar mandi,nindi merasa canggung...sangat canggung,ia memutuskan untuk pura pura tidur saja.


arga pun perlahan kemudian ikut naik ke atas tempat tidur dan mulai ikut masuk ke dalam selimut yang di pakai nindi.


"sayang...kamu sudah tidur?"tanya arga yang memastikan nindi sudah tertidur atau belum.


"heeemz..."sahutan nindi begitu saja yang arga dengar.

__ADS_1


beberapa saat arga tidak bisa memejamkan matanya,ia memiringkan tubuhnya menatap punggung gadis yang ia cintai kini bersamanya.


"nindi...sampai besok..."ucap arga yang terdengar oleh nindi karena ia belum bisa memejamkan matanya juga.


nindi lalu membalikkan tubuhnya menghadap ke arah arga yang ternyata juga menatap nya.


"loh...aku kira sudh tidur..."ucap basa basi arga.nindi hanya tersenyum menbalas pertanyaan arga barusan.


"kita itu pasangan yang aneh ya ga...baru beberapa bulan pacaran udah nggak ada sungkan sungkan nya atau malu malunya."


ucap nindi dengan mata menatap arga.


nindi tahu...karena arga adalah laki laki baik yang selalu bisa di andalkan seperti papa nya,


ia selalu merasa aman dan terlindungi jika dekat dengan nya,dan arga tidak pernah melewati batas norma orang pacaran.


arga hanya tersenyum membalas nya,sebenarnya jantungnya sudah tak karuan,dan berdetak lebih cepat...namun ia berusaha menyembunyikannya.


"sudah sayang...sudah larut...cepat istirahat ya...besok sudah aku pesankan tiket pesawat kamu dan satria..."ucp arga sambil mengembangkan senyum nya,nindi hanya mengangguk sambil tersenyum membalasnya.


keduanya pun terlelap saling berhadapan sampai pagi menjelang,


arga terbngun duluan mendengar ketukan pintu itu,ia perlahan turun dari ranjang dan berjalan menuju pintu.arga lalu membuka pintu nya,


"sat...ini masih terlalu pagi jika kau mau berisik."ucap arga dengan nada malas meladeni satria.


"pagi pagi apanya?ini sudah hampir pukul sembilan ga...nindi bisa ketinggalan pesawat..."ucap satria yang membuat arga sedikit tersentak.


"oh...oke...oke...sat...tunggu ya aku akan bangunkan nindi dan menyuruhnya siap siap sat..."ucap arga lalu menutup pintunya seketika dan berjalan mendekat ke arah ranjang,


"sayang...bangun...sudah waktunya kamu siap siap nindi...ayo...ini sudah siang..."ucap arga sambil mengguncng guncang tubuh kekasihnya dengan lembut.


"ma...nindi masih ngntuk...sebentar lagi ya ma..."ucap nindi sambil menarik tangan arga dan memeluknya hinga arga terlalu dekat padanya.


"sayang...kau tau apa yang kau lakukan ini...!"


ucap arga seketika dengan suara beratnya,sontak membuat nindi tersadar dan membuka mata menatap wajah arga yang berada di atasnya sangat sangat dekat.


"hiyyyyaaa...."pekikan nindi dan lngsung terjaga dari tidurnya.

__ADS_1


"ouh maaf maaf ga...aku nggak sengaja..."


ucap nya sambil terbangun dan berlari menuju kamar mandi.hingga beberapa saat suara air dari kamar mandi pun terhenti.


"tok tok tok."arga mengetuk pintu kamar mandi,dengan membawa handuk dan pakaian ganti untuk nindi di tangannya.


"sayang ini pakaian gantimu...ayo cepat sayang..."ucap arga yang di sambut uluran satu tangan nindi dari dalam kamar mandi.


arga pun menyerahkannya dan membiarkan nindi berganti di dalam kamar mandi.


beberapa saat sudah...saat nindi bergantian memakai kamar mandi dengan arga,


arga dengan cepat mandi dan merubah diri nya,karena ia tahu waktunya hampir telat.


nindi dan arga keluar dari dalam kamar nya,terlihat satria dan yura sudah menungguinya di depan kamar.


"baiklah...mari kita pulang nindi..."ucap satria sambil berjalan meninggalkan lorong dan masuk ke dalam lift,sesekali satria melirik ke arah arga yang tanpa henti menggenggam jemari nindi.nindi pun sama.


"haaaiiz...kalian ini kayak mau pisah antar pelanet saja...pisah juga cuma beberapa hari saja."ucap satria yang merasa risih.


"kamu aja yang nggak pisah juga sama,makin parah."ucap arga balik karena satria tidak sadar bahwa tangannya sendiri juga menggenggam erat jemari yura.


satria hanya tersenyum kecut menanggapinya.


setengah jam lebih perjalanan menuju bandara,hingga tibalah arga dan nindi berpisah.


"kasih kabar ya sayang kalau sudah sampai."


ucap arga sambil melambaikan tangan mengiringi kepergian nindi.


"huft...sendiri lagi..."dengus kesal arga sambil berbalik badan dan melangkah pergi dengan langkah gontainya.


"Arga...."teriak lantang dari belakangnya dan arga tahu itu suara siapa.


"nindi."ucapnya dalam hati.sontak membuat tubuh arga refleks membalik dan menghadap ke arah sumber suara.


"cup."ciuman nindi mendarat di bibir nya seketika.


"aku pasti akan menyesal jika pergi begitu saja tanpa membuatmu teringat terus padaku."ucap nindi dengan senyum merekah dan tatapan penuh cinta.kini keduanya saling tersenyum bahagia meski berpisah.

__ADS_1


__ADS_2