Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
SWEET


__ADS_3

Hingga beberapa saat Arga menunggu, masih ditempatnya semula.


"My handsome....lama ya nunggunya....nih buat kamu..." ucap Nindi sambil memberikan sepiring beraneka ragam makanan yang bercampur aduk menjadi satu disana, Nindi berniat untuk makan sepiring berdua.


"Oh...oke...terimakasih ya my honey..." ucap balas Arga, meski ia sedikit terkejut dibuatnya. Akhirnya keduanya menikmati makanannya bersama di teras samping hotel.


"Ada nggak ya? orang kaya yang kencan pertamanya tu gratisan begini di tempat hajatan selain kita?" tanya polos Nindi sambil melirik lelaki disampingnya.


"Uhuuuuk uhuuuuk..." seketika Arga terbatuk-batuk oleh sindiran Nindi.


"Yang bilang gratisan ya siapa...? suruh sini orangnya! aku bayar loh ini...mahal malahan " jawab Arga yang tidak mau kalah.


"Oh, oke...oke...kamu menang...terus setelah ini kita kemana?" tanya Nindi lagi.


"Aku pulangin kamu lah..." ucap Arga, karena jujur ia tidak mau membuat namanya buruk lagi didepan kedua orang tua Nindi.


"Aku nggak mau pulang....eh...pokoknya...aku masih kangen kamu..." ucap malu-malu Nindi.


"Haiiisssh....hatiku serasa rontok berguguran ini karena gombalanmu sayang." Ucap dalam hati Arga dengan senyum merekahnya.


"Nggak jawab kok malah senyam-senyum sih...jangan bilang...kamu..." ucap Nindi yang mengejutkan Arga disana.

__ADS_1


"Kamu, kamu apa? jangan bilang kalau aku lupa minum obat maksudmu?" balas Arga tiba-tiba.


"Bukan...my handsome...jangan-jangan kamu nggak kangen aku ya?" tanya Nindi lagi.


"Dia pikir aku nggak kangen huh! sudah hampir is dead gini masih di tanyain gitu...bener-bener deh ni cewek..."


gerutu dalam hati Arga.


"My honey...tau nggak? bobot tubuh aku turun hampir tiga kilo loh...nggak kelihatan ya aku makin cungkring?"


tanya Arga dengan tangan yang mengisyaratkan ke atas dan ke bawah tubuhnya.


"Yaaaaaaa....dia kata aku diet...sok kecakepan dong bisa diet-diet segala!" gerutu Arga lagi dalam hati.


"Aku tu ya...saking menahan rindu...yang setengah hidup ini...aku sampai nggak nafsu makan...nggak bisa tidur...nggak bisa bangun...jangankan bangun...hidup sudah serasa mati...nafas sudah di ibarat senin kamis...makanya bobot aku turun drastis, eh...dengan entengnya kamu bilang aku diet! parahnya lagi kamu bilang aku nggak kangen...ugh...dasar!" dengus kesal Arga demgan gerutunya.


"My handsome...maafin dong...kan aku cuma pingin nanya...di drama-drama tv yang aku tonton...kalau si cewek bilang atau tanya kaya gitu...jawabannya selalu romantis loh...kamu sih...malah mencak-mencak..." ucap Nindi.


"Udah nggak usah percaya sama drama tv...kalau perlu nggak usah lihat sekalian..." dengus sedikit kesal Arga.


"Lah dia yang mencak...aku yang kena...gimana sih..." ucap hati Arga.

__ADS_1


"Ayo...kita kemana? kamu mau aku ajak kemana? ini sudah pukul delapan loh...pokoknya pukul sepuluh harus sudah tidur." Ucap Arga dengan wajah menajamnya.


"Aku belum mau tidur sama kamu loh...jangan ketinggian ngarepnya my handsome..." balas Nindi yang malah membuat Arga terheran-heran.


"Tuk, ni otak minta di upgrade ya...menjurus kesana aja! pukul sepuluh itu...kamu harus sudah di rumah...trus tidur di kamar kamu...paham nggak?" tanya Arga dengan ketukan di kening Nindi. Namun Arga tidak tahu jika gadis itu hanya pura-pura tidak tahu. Ia senang saat melihat Arga kesal.


"My handsome..." ucap Nindi sambil memeluk Arga, dan di sambut hangat oleh kedua tangan lelaki itu.


"Aku nggak nyangka, kita bisa seperti ini...kamu jangan kembali ke habitat kamu loh kalau sudah jadian denganku." Ucap Nindi di sela pelukannya.


"What!! habitat dia bilang...dia kira aku serangga apa?" gerutu Arga. Namun lelaki itu tidak bisa marah ketika menatap wajah berbinar didepannya tepat.


"Kok habitat sih my honey?" tanya Arga heran.


"Iya kan kamu terkenal playboy my handsome...jangan kembali ke playboy lagi...kalau nggak...aku timpuk beneran sampai k'o." Ucap Nindi serius dan Arga yang mendengar pun hanya bisa menelan ludahnya sendiri.


Kedua tangan kekar itu meraup wajah cantik kekasihnya agar menatap kedua matanya lekat disana.


"Asal kamu selalu ada di sisiku...mana ada yang bisa membuatku berpaling menatap mereka! mana ada yang bisa membuatku setengah gila! mana ada yang bisa membuatku seperti lari maraton dan fitnes setiap harinya...hingga beratku turun sedrastis ini. Cuma kamu...kamu seorang...my honey yang bisa!" ucap Arga dengan berakhir kecupannya di bibir kekasihnya, Nindi pun tidak mau menolak atau menghindarinya, karena aktivitas barunya itu begitu menyenangkan bagi keduanya.


Masih dengan sebatas kecupan...tidak ada balasan...karena sama-sama nol besar untuk masalah ciuman.

__ADS_1


__ADS_2