Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
berhati2


__ADS_3

"huuuh daaasaaar ngaku...gak tau malu",


kata ibu2 dan langsung mengajak ibu2 yg lain berlalu pergi meninggalkan anin sendiri berdiri di tempat itu dengan masih kebingungan.


"apa salahku?"


gumam lirih anin.


lalu anin pun pergi begitu saja,


anin masih memikirkan kata ibu2 itu,hatinya tiba2 merasa getir,sepanjang perjalanan tak dihiraukannya beberapa orang menyapanya,


anin benar2 masih teringat...kata2 ibu itu yg bilang..."menjijikkan",


"apa kata itu di tujukan padaku?"


gumam anin.


"lalu apa salahku pada ibu2 itu?,


aku tak menyinggungnya...aku juga tak tahu apa kesalahanku...sehingga mereka terlihat tidak menyukaiku."


rasa sedih di hati anin.


sesampainya ia di pekarangan jalan rumah rendi,


ia ber papasan dengan pak ujang,


ia tukang kebun,


"pagi nyonya..."


sapa pak ujang.


namun anin tak menghiraukan...lebih tepatnya...ia...tidak mendengarkannya.


anin hanya lewat begitu saja,


pak ujang jadi kebingungan,mengapa iatri tuannya terlihat linglung.


sesampainya anin di depan pintu rumah,


ia masih membayangkan tentang apa yg ia alami,


"esok...aku tak ingin keluar rumah",


desah anin...sambil membuka pintu rumah lalu ia terkejut,


ia tak habis menyunggingkan senyumnya...matanya berkaca2,


ia memang sedang ingin bercerita dengan seseorang,


dan anin berhambur menuju orang tersebut,

__ADS_1


ia tidak lain adalah sahabatnya,


"neta",


"nettaaaa",


teriak anin pada sosok wanita tinggi di depannya.


anin memeluknya...dengan haru,


"kenapa nin?kaya lihat setan aja si kamu?"


tanya neta pada anin.


"namun anin hanya terdiam dan menikmati pwlukan yg menenangkan.


pas sekali ia ingin di tenangkan.


tiba2 bi ani menghampirinya,


"nyonya...nona...silahkan sarapannya sudah jadi",


lalu anin pun mengajak neta ke meja makan,


disana terhidang banyak lauk dan makanan.


anin duduk di samping neta.


mengambilkan piring untuk sahabatnya,


tak lupa anin mengambilnya sendiri untuknya.


"net...aku mau tanya...apa kamu pernah di gosipkan??"


tanya anin pada neta.


"bukannya dari dulu yg jadi topik gosip itu kamu ya nin?"


goda neta pada anin,


tapi godaan itu malah membuat wajah anin nampak murung,


"lhooh aku salah bicara ya nin?aku hanya bercanda lho..."


kata jujur neta.


"gak apa apa net...aku baik2 saja..."


jawab anin.


"nin...aku tahu kamu...ceritakanlah padaku kalau ada apa2",


sahut neta.

__ADS_1


"beneran kok net aku gak apa2...yuk lanjut makan ",


kata anin dengan senyum yg di tahannya",


mereka berdua pun menikmati makanannya,


namun fikiran anin benar2 tidak fokus.


"nin...nanti yuk jalan...soping kek apa kek..."


ajak neta,


sebenarnya itu pesan suami anin si...cuman nwta juga suka belanja.


neta hanya terdiam melihat anin yg tidak bereaksi aama sekali dengan ajakannya.


"nin...kamu kenapa si...."


tanya neta pada sahabatnya itu.


"oh maaf2 net...aku lagi tidak fokus...kamu tadi bilang apa net?"


tanya anin.


"ayok kita blanja2...jalan2...kemana gitu...biar otak seger lagi nin..."


ucap neta.


"oke2 baiklah ayok kita belanja..."


kata anin dwngan senangnya.


mereka berdua tersenyum bersama,dan langsung menghabiskan makanannya,


setelah mereka sudah menyeleseikan makannya...neta menunggu anin di depan tv,


"aku ganti baju dulu ya net..."


kata anin sambil berlalu menaiki anak tangganya menuju kamarnya,


entah mengapa hatinya masih saja gundah.


"kenapa aku mikirnya kejauhan ya..."


gumam ani di sela menaiki anak tangga.


ia membuka pintu kamarnya,lalu menutupnya kembali saat ia sudah masuk ke dalamnya,


membuka lemari pakaiannya lalu...mencari pakaian yg mau di kenakannya.


"aaah pakai yg ini aja",


saat anin melihat pakaian yg sangan berwarna.

__ADS_1


"ah gak jadi deh...cari yg kalem aja...takut di gunjing orang"


tiba2 bibirnya nyeletuk sendiri.


__ADS_2