
Setengah jam sudah perjalanan yang di tempuh Arga dan Nindi untuk menuju ke Resort baru milik Arga, Dimana Arga membangunnya karena sang istri itu begitu menyukai pemandangan pegunungan dengan sawah sawah yang seakan bertingkat. dan pemandangan yang menakjubkan dari banyak rindang nya pepohonan.
Tibalah keduanya di Resort, Arga keluar dari dalam mobil terlebih dahulu saat pak supir sudah membukakakn pintu mobil untuknya, disusul sang istri yang keluar mengekor di belakangnya, Saat itu Nindi lagi lagi di buat takjub dengan semua pemandangan yang ada, matanya membelalak menatap alam sekitar, begitu asri dan sangat menyejukan, hingga tanpa sadar ia nyelonong begitu saja tanpa tahu arah mana yang akan menuju kedalam Resort, hingga sampai Arga menarik lengannya dan mendekat ke arahnya, sesaat Nindi pun menoleh menatap ke arah suaminya demgan tatapan bertanya, namun setelah itu ia kembali menatap sekitar yang sangat indah menurutnya. Arga pun yang melihat tingkah sang istri hanya bisa mendorong pelan kedua pundan istrinya itu dari belakang, membawanya masuk kedalam dengan perlahan lahan.
"Kamu suka?" Bisik Arga tepat di samping telinga Nindi dari belakang tubuhnya. Dan Nindi hanya membalasnya dengan mengangguk angguk saja.
"Disini sangat indah...begitu asri, bahkan pepohonannya masih sangat lebat, hemmmz sejuk..." Ucap Nindi lirih pada suaminya itu.
"Jangan salah...disini pun, diatas pepohonan sana, juga masih banyak ular ularnya." Ucap Arga yang jahil pada istrinya, karena Nindi sangat takut dengan ular, kalau binatang lain mungkin bisa di pukul, tapi kalau ular, ketika mau di pukul dia bisa nyembur, itu lah yang membuat Nindi takut, dan lagi tubuhnya yang licin dan lembek, membuat Nindi tidak menyukai hewan tersebut.
"Akh...ular!?" Teriak Nindi dengan sangat kencangnya.
"Ssssst....sayang...kamu mu membuat heboh ya? aku hanya bercanda, tidak ada ular...sungguh." Ucap Arga sembari membekap mulut istrinya. Keduanya segera menuju ke tempat acar untuk besok, dimana koper keduanya sudah ada yang memasukannya kedalam kamar Resort yang akan keduanya tempati.
"Kakak!" Sapa Arga saat ia dapati Aditya yang tengah duduk di dekat tempat yang akan dijadikan inti acara besok, Nindi pun turut menyapa kedua kakak nya.
__ADS_1
"Sayang kamu mau lihat lihat dulu?" Ucap Arga yang berniat akan mengobrol dengan Aditya, dimana saat itu Nindi pun mengiyakannya, Nindi berpamitan untuk pergi melihat lihat.
"Tungga Nindi, aku ikut..." Ucap Ifa sembari beranjak dari duduknya dan turut ikut serta pada adik iparnya itu, keduanya bergandengan tangan bak sepasang sahabat karib. Arga dan Aditya pun hanya bisa terbengong menyaksikan kepergian kedua istri istri mereka yang seperti sahabat dekat, bahkan sangat dekat. Keduanya menyaksikan kepergian Nindi dan Ifa sampai tidak terlihat lagi.
"Kak, kakak..." Panggil Arga saat kakaknya masih menatap lekat meski istrinya sudah tidak terlihat.
"Eh Arga iya, iya ada apa Ga?" Tanya Aditya pada adiknya itu.
"Kok apa sih? ya katanya kakak ipar mau minta burung, gimana sih kakak!" Ucap Arga pada kakak nya.
"Hemmmz...tidak Ga, aku juga tidak tahu, kenapa istriku menjadi sedikit naeh, permintaanya seakan akan aku tidak bisa menjangkau dengan pikiran, seperti burung, aku kira dia ingin burung, makanya aku tanya tanya padamu dengan segera sebelum aku lupa, eh nyatanya dia tidak menginginknnya." Ucap Aditya dengan lesunya.
"Tuh lihat, kamu tidak tahu saja didalam sudah seperti pasar dadakan Arga! akh sudahlah...tuh petugasnya datang." Ucap Aditya sembari menunjuk tiga orang pegawai butik yang datang dan akan mengambil pakaian pakaian tersebut.
"Akh sabar kakak..." Ucap Arga saat mengetahui semuanya.
__ADS_1
"Aku kira aku yang paling parah, ternyata ada yang melebihi." Ucap Arga dalam hatinya. Hari makin sore saat itu, satu persatu keluarga, dan tamu undangan semua datang satu persatu ke Resort, semu akan menyaksikan pesta pernikahan Arga dan Nindi esok, dimana saat itu Arga dan Nindi pun terlihat sangat sibuk.
Hingga waktu terus berjalan dengan cepatnya, pagi buta itu Arga sudah bangun terlebih dahulu, dan membangunkan sang istri, untuk di rias, karena penata riasnya sudah sampai, dengan segera Nindi bngun dan mandi serta langsung di rias, Arga pun sama, hingga waktu keduanya ke tempat acara tiba, semua terlihat meriah dan sangat menikmati acara, sampailah pada inti acara dimana saat keduanya harus mencium satu sama lain.
"Harus disini kah? kan malu..." Ucap Nindi sembari menampakan senyum kecut yang ia paksakan.
"Tidak apa apa, mungkin mereka penasaran bagaimana pose ciuman kita." Bisik Arga yang berusaha membuat Nindi agar sedikit tenang.
"Tidak apa apa, pejamkan saja matanya, anggap semua boneka pokemon yang ada dikamar kita, oke." Ucap Arga lagi, sembari mengalihkan perhatian Nindi pada boneka boneka pokemon yang begitu banyak di sudut kamar di tempat khusus yang Nindi siapkan, untuk aneka pokemon yang ia kumpulkan dan koleksi.
Arga meraih perlahan tengkuk Nindi, menyusupkan satu telapak tanganya kesana dan menariknya mendekat perlahan lahan ke arahnya, dan ia pun perlahan lahan pula mendekatkan wajahnya dan mulai mencium bibir Nindi, hingga beberapa saat keduanya saling berpagut, sampai terdengar tepukan dan teriakan dari semuanya.
"Sudah kan? beres." Ucap Arga yang menyudahi ciumannya sembari ibu jari yang masih belum berpindah itu pun mengelus lembut beberapa kali pipi merona dan mulus milik sang istri. Akhir dari sebuah perjalanan Cinta yang teramat panjang dan penuh liku, penuh perjuangan dan tidak mudah melewatinya, dan tidak mudah untuk saling menguatkan satu sama lain diatas kekurangan pasangan masing masing.
****
__ADS_1
Akhirnya TAMAT sampai disini teman teman, Untuk part Satria dan Yura request teman teman yang kemarin, masih Qolbie proses ya sabar.... Terima kasih sudah mengikuti sampai disini kaka semua...maaf jika banyak kekurangan tulisan Qolbie.
Jangan lupa ya ikuti terus novel terbaru Qolbie, dan ikuti instagram Qolbie untuk tahu update tan terbaru di @Qolbie90🙏🙏🙏terimkasih banyak.