Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
ungkapan sangat cinta


__ADS_3

tak berselang lama dokter pun tiba,


"maaf pak sedikit terlambat,"


ucap dokter yang baru saja tiba.


"cepat periksa,"pinta rendi pada dokter.


"istri anda baik-baik saja pak rendi...hanya kelelahan saja..."


"kenapa kalau hanya kelelahan saja ia belum bangun sampai sekarang dok??"tanya rendi khawatir.


"sebentar lagi pasti akan bangun pak...hanya perlu di tunggui saja..sampai terbangun dengan sendirinya."


ucap dokter lagi,lalu dokter pun berpamitan.


di luar ruangan rendi,berjejal para staf kariawan dan para dosen menunggu ingin tahu ada apa sebenarnya.


lalu tiba-tiba rendi keluar dari dalam ruang kantornya.


"apa yang kalian semua lakukan disini??"


tanya rendi heran melihat orang-orang berkerumun.


"kami ingin tahu...benar-benar ingin tahu yang sebenarnya pak...sebenarnya apa hubungan siswi semester akhir itu dengan anda??"


tanya semua orang yang berkerumun itu.


rendi tersenyum menanggapi pertanyaan semacam itu.


"kalian tahu bukan...aku diam-diam sudah menikah?statusku bukan lajang lagi..."


"benar pak...kami tahu anda sudah menikah...namun kami belum tahu siapa istri anda yang sebenarnya..."


kata salah seorang.


"baiklah...besok...di gedung x aku akan menyambutnya,meresmikannya,membuat nya mendampingiku nyata,agar kalian tahu."


ucap rendi seketika.


"undang lah semua orang kampus ini tanpa terkecuali...termasuk siswa siswi nya pun sekalian."


perintah rendi pada semua stafnya.

__ADS_1


lalu rendi masuk lagi ke dalam ruangannya,


di genggamnya jemari istrinya,lalu di kecup dengan lembut keningnya,


"sayang...cepatlah bangun..."


kata rendi yang berada di samping anin.lalu tertidur di sampingnya.


anin membuka matanya,mengerjap-ngerjapkan nya berulang kali,


tangannya terasa berat saat ia ingin mengangkatnya,


"dasar kak rendi, tanganku di genggam sampai segitunya,pantas saja aku nggak bisa gerakkan,"


ucap anin.


di tariknya perlahan tangan nya,


dan anin pun mendekati wajah suaminya yang tertidur pulas di sampingnya di atas sofa.


"pantas terasa sesak...dia nggak mau ngalah sih.."


kata anin begitu saja,


anin masi menatap lekat wajah suaminya yang sangat tampan itu tepat di depannya.


"ternyata bulu mata ini sangan pas ada di mata suamiku,"


gumamnya,


namun tiba-tiba suaminya sudah mengeratkan tubuh anin hingga menempel padanya,


"apa kau makin cinta padaku"?


canda suaminya yang membuat anin tersenyum.


"sejak kapan kau bangun?"


tanya suaminya,


"sejak...kau tertidur dengan pulasnya,"


sahut anin masih dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"maafkan aku...membuatmu tersiksa dengan pendirianku yang plinplan,"sambil tangannya mengusap lembut wajah istrinya,memainkan ibu jarinya di pipi istrinya,mengusap-usapnya,


yang membuat anin geli lalu menggeleng-geleng.


hingga membuat rendi gemas.


"auh..."anin mengaduh pelan saat rendi menggigit pucuk hidungnya.


"ini dimana kak??"tanya anin.


"di kantorku...di kampus,"


kata rendi yang di tanggapi anin dengan gelagapan.


"kalau ada yang tahu gimana kak??"tanya anin lagi.


"aku tak peduli."kata mantap rendi.


lalu rendi mengambil paksa dagu istrinya,mengecup ngecup pelan bibir istrinya,hingga anin sendiri tak tahan dan menyerahkan seutuhnya ciumannya.


di sela ciumannya,


"kau tahu??ciumanmu seperti candu,dan bibirmu ini,"


sambil di pilin-pilinnya dengan ibu jari rendi,


seperti alkohol yang memabukkan,"


lalu mendaratkan ciumannya lagi.


"apa kau setuju dengan yang ku katakan tadi??"


tanya rendi ingin tahu.


namun istrinya hanya memilih diam sambil menggigit kecil bibir bawahnya,menahan senyumnya,


yang di lihat rendi makin gemas...


tatapan mereka beradu,seakan saling mengutarakan cinta mereka yang begitu dalam.


tanpa pikir panjang,


hingga nafas ter engah-engah dan paru-paru mulai kehabisan oksigen.

__ADS_1


keduanya terlentang di atas sofa,


sedangkan anin di pelukan suaminya.


__ADS_2