
"ting tung", Suara bel pintu apartemen Arga berbunyi, tanda ada seseorang yang bertamu sepagi itu.
"siapa sih pagi pagi seperti ini sudah bertamu ke rumah orang?" Ucap dalam hati Arga dan segera saja ia bergegas menuju ke arah pintu tersebut.
"siappaa......aaaaaah....om Rendi....maaf aku kira siapa", Ucap Arga sambil mempersilakan om Rendi masuk ke dalam, Tubuhnya sudah gemetaran hampir hilang kesadaran saking ketakutannya, dimana ia sudah memantapkan hatinya saat terjadi kejadian seperti itu, Ia pasti akan bertanggung jawab.
"GA....nindi dimana?" tanya Rendi seketika saat ia baru saja masuk dan langsung mencari putrinya.
"Nindi sedang di kamar mandi om...maaf...ini tidak seperti yang om bayangkan...."ucap Arga sambil mengikuti Rendi menuju ranjang Arga dan menarik selimutnya,
"ooooh...." ucap rendi saat menatap darah di atas seprei tempat tidur, karena Rendi mengerti...jika ia akan bertanya langsung pada putrinya ,pasti akan malu karena disana juga ada Arga.
"oom...itu tidak seperti yang om bayangkan sungguh...om...Arga...hanya...Arga tidak..." ucap Arga dengan badan sudah panas dingin ketakutannya.
"nih....kasih nindi sana." Ucap Rendi sambil menyerahkan bungkusan kresek kepada Arga dan sedikit menekankan ke dadanya,
"om...makasih...kenapa repot repot om...Arga bisa menyiapkan sarapan kok untuk om dan nindi..." ucap Arga sambil akan membuka bungkusan yang dia raba seperti roti tawar kotak tersebut.
"Itu bukan makanan ga...itu pembalut...sama celana dalam buat nindi..."ucap Rendi sambil merebut lagi buntelan dari tangan arga.
"kelamaan kamu ga..."ucap Rendi sambil bergegas menuju kamar mandi.
"sayang...ini yang kamu butuhkan...cepat ambil..." ucap Rendi sambil mengetuk pintu kamar mandi dari luar.
dan nindi pun bergegas membuka pintu tersebut dan meraih bungkusan tersebut dari tangan papa nya.
di sana...Arga menatap ke arah om Rendi dan kekasihnya,
__ADS_1
tiba tiba air matanya menggenang di pelupuk matanya, tangannya menyatu keduanya dan lututnya seketika lunglai ambruk ke lantai.
"Astaga...kenapa aku nggak bisa mikir kalau nindi datang bulan?kenapa dia juga nggak bilang?aku sudah ketakutan setengah mati...aku begadang semalaman...ketakutan...hampir pingsan namun tidak bisa...!ternyata ia hanya datang bulan saja...syukurlah..."
ucap Arga dalam hatinya yang begitu sangat bersyukur nya.
"kamu kenapa ga?" tanya Rendi seketika dengan dinginnya dan dengan nada sedikit menyelidik.
"nggak ada apa apa kok om...Arga minta maaf semalam tidak bisa memulangkan nindi..." ucap Arga sambil menepis air matanya, dalam hatinya berkata jika ia bukanlah lelaki bejat yang seperti kebanyakan, ia masih menjunjung kesucian cintanya,dan ia selalu bermaksud memepertahankannya sampai di jenjang pernikahan.
Karena ia sangat mencintai nindi.
Di dalam kamar mandi, nindi mengingat ingat kembali, kenapa pakaianya sudah berganti, dan ia benar benar tidak ingat apa apa, ia lalu terduduk di atas toilet duduk, lalu samar samar terlintas bayangan nya semalam, Di tempat duduk yang sama di tempat yang sama tangan Arga menggantikan pakaian nya.
"aaakh....Arga...!!!nggak nggak...arga nggak mungkin macam macam padaku kan?ya...aku percaya dia...nggak akan...!" Ucap nindi dalam hatinya dengan kedua tangan sambil mengusap usap rambut ya membenahi rambutnya, ia pun kemudian berdiri mendekat ke arah kaca wastafel di dalam kamar mandi,kedua tanganya mulai membenahi rambutnya,
sontak kedua orang pria di luar kamar mandi pun menoleh ke arah sumber suara.
"sayang...kau kenapa?" Teriak Rendi sambil menghampiri ke arah kamar mandi. Disana Arga mengerti apa yang membuat kekasihnya berteriak lantang seperti itu.
"mati aku mati....udah mati bener bener tak terselamatkan!"
Ucap Arga sambil menoyor noyor kepalanya.
Terlihat nindi menyembulkan kepalanya dari dalam kamar mandi, Tatapan mata tajam nya menusuk ke arah Arga yang tengah duduk di tepian ranjangnya.
Namun Arga langsung mengalihkan pandangannya menatap ke arah lain, tatapan nindi begitu kuat hingga tak mampu Arga hadapi.
__ADS_1
"pah...kemarin nindi muntah muntah dan pakaian nindi kotor...papa nggak bawakan pakaian kah?" ucap nindi di sela sela tatapan matanya ke arah Arga.
"aah sayang tenang...biar orangku yang bawakan pakaian untukmu ya...tunggu..."ucap Arga sambil mengambil telephone nya dan berusaha menghubungi seseorang.
"nggak usah ga...supirku sudah kesini sambil bawa pakaian nindi." ucap Rendi seketika saat ia tahu Arga sudah akan menelephone. karena memang benar ia sudah membawakan pakaian ganti untuk putrinya,
"om...Arga mau bicara sama om sebentar..." ucap Arga saat ia rasa nindi tidak perlu tahu Jika ia tahu pasti akan sangat bermasalah baginya.
Rendi pun mendekat ke arah Arga dan duduk di sofa, dimana Arga ikut duduk pula disana.
"om...sebelumnya...Arga minta maaf om...Arga semalam niatnya ngajak nindi makan malam...disini...tanpa terasa Arga dan nindi minum wine kebanyakan saking asyiknya nonton film setelah makan malam...sampai...arga tertidur, nindi juga...dan seperti mimpi saja arga nyium nindi om...Arga jujur...hanya sebatas itu...meski saat bangun Arga melihat bekasnya membekas...tolong jangan marahi nindi om...nindi nggak salah...dan Arga sungguh sungguh tidak ingin buruk di mata om rendi...karena Arga ingin sekali menikahi nindi...arga serius om..." ucap Arga dengan wajah yang memucat, dimana ia saat itu sudah mengumpulkan semua keberaniannya untuk berkata jujur pada papa kekasihnya.
"Ga...kamu sangat berani ya...kamu jujur seperti itu di depan papa kekasih kamu...apa kamu kira kamu sudah yang paling benar sekarang? om nggak tahu apakah semua yang kamu katakan itu benar atau cuma omong kosong saja?" ucap Rendi sambil mengepalkan kedua tangannya menyatu menjadi satu dan menopang dagunya.
"om...Arga serius...Arga nggak ada yang di sembunyikan dari om...sungguh..."ucap Arga lagi dengan segenap keberaniannya.
"lalu sekarang kamu mau apa ga?" ucap Rendi sambil menatap tajam ke arah Arga.
"Arga mau nikahin nindi om...Arga butuh dukungan dari om dan tante..." ucap Arga dengan seriusnya.
"kamu jangan tanya om seperti itu ga...tanya sama yang bersangkutan...dia mau nggak...kalau dia mau...tinggal om dan tante baru kamu tanyain..."ucap Rendi dengan nada sedikit meninggi. walau ia ingin marah karena Arga sudah mencium anak gadis nya...tetap saja Rendi menahannya, walau bagaimanapun itu bukan hanya kesalahannya seorang.
"om...baiklah...arga akan secepatnya melakukan apa yang om bilang barusan, Arga nggak akan menyerah om...dan...besok biarkan Arga datang ke pernikahan rekan bisnis Arga bersama nindi ya om...arga yakin om juga tahu nindi juga dapat undangan tersendiri bukan?"
ucap Arga yang meminta izin pada rendi,
"tidak ga...nindi akan datang bersama ku dan mama nya...kamu kira aku tidak tahu apa apa desas desus di kantor hah?kalau dia datang denganmu...kamu kira akan mempermudah semua?nggak arga...tapi aku akan memggandengnya di tengah bersama istriku...ya biar kebanyakan staf yang ada disana mengerti tak harus nindi atau aku yang menjelaskannya." ucap rendi sambil melangkah membuka pintu dan mengambil pakaian putrinya dari tangan pak supirnya. dan Arga terlihat manggut manggut saja mengiyakan apa yang Rendi ucapkan.
__ADS_1