
Sengaja Arga menggiring Nindi menuju ke arah cafe yang sudah ia pesan, Dimana sebelumnya ia sudah mempersiapkanya dengan sangat detail dan teliti.
Arga sudah sepenuhnya mempercayakan ke romantisan malam itu pada pemilik cafe beserta seluruh staf dan karyawanya, Meski harus menelan dana tidak sedikit, Bagi Arga tidak masalah sama sekali.
"Ga...kenapa kita nggak naik mobil aja? kita mau makan malam dimana? apa nggak sekalian sama jalan pulang aja ga nyari tempatnya?" Tanya Nindi yang terheran heran di buatnya, Dimana ia hanya berjalan dan melewati mobil Arga yang masih berada di tempat parkiran, Sedangkan kini keduanya sudah lumayan jauh berjalan. Kini jalanan yang mereka lewati sedikit naik mendaki, Melewati jalan setapak, Bebatuan yang tersusun rapi bak tangga alam yang indah dengan kanan kiri peganganya menggunakan bambu yang di anyam mewah, Terdapat obor di ujung ujung bambunya, Dan hanya itu yang menambah terangnya lampu lampu redup yang memang di buat demikian. Hingga sampailah ia pada jalanan dengan kanan kiri lilin yang di susun di sepanjang jalan.
Arga sengaja berada di belakang Nindi dan mengekorinya saja, Satu...dua...tiga...tangakai tangkai mawar yang tersusun satu persatu di atas jalan setapak sengaja di letakan sedemikian rupa, Hingga dengan senangnya Nindi antusias mengambilnya, Memungutinya dengan senyum senang yang menghiasi bibirnya.
"Ga....ini apa? aku nggak lagi ulang tahun sayang..." Ucap Nindi dengan wajah berbinar senang menatap ke arah Arga di belakangnya, Namun Arga hanya menaikan kedua bahunya dan mempersilakan Nindi untuk terus melanjutkan jalanya, Satu...dua...tiga...lagi lagi Nindi mengumpulkan tangkai tangkai bunga mawar merah itu dengan perlahan lahan, Hingga genap di tanganya sudah ada berpuluh puluh tangkai dan membuat tanganya tidak mampu menyangganya lagi, Bahkan Nindi sudah memeluk nya di dadanya dengan hati bahagia. Terlihat dari tempatnya berdiri, Di depanya dengan jalan yang berbentuk tangga naik ke tempat paling tinggi di tempat tersebut, Nampak tirai tirai putih yang tertiup angin semilir, Dan saat Nindi berjalan naik mendekat ke arah tempat tersebut, Terlihat dua kursi putih dengan satu meja bundar yang di kelilingi renda renda putih di seluruh bagianya, Di atasnya nampak dua gelas wine, Di tambah satu lilin besar di tengahnya, di sekelilingnya nampak tirai tirai putih yang menghiasi, di tambah lampu lampu bulat kuning yang membuat trmpat itu makin terkesan hangat dan romantis.
Nindi merasa tersentuh dan langsung menganga saking bahagia campur terkejutnya, Matanya tak henti hentinya menatap ke arah depanya, Bak negeri dongeng yang ia lihat kala itu.
Dan sebelum ia bertanya, Arga sudah terlebih dahulu menarik kursi untuknya dan memintanya untuk duduk disana, Segera saja Nindi melakukan apa yang Arga inginkan. Duduk dengan manis di depan Arga. Dengan bunga bunga yang ia pungut tadi di tempat sampingnya.
__ADS_1
"Apa ini ga? kenapa nggak bilang? aku nggak pakai pakaian yang bagus...ada apa sebenarnya ini ga?" Tanya Nindi yang masih penasaran dan ingin tahu.
"Sayang...makan dulu ya...nanti baru aku jawab...kamu lapar kan?" Ucap Arga yang langsung di angguki Nindi,
Lalu Arga pun mengacungkan tanganya, Isyarat memanggil petugas cafe, Segera saja hidangan yang tadi siang sudah di sepakati, Kini di keluarkan oleh petugasnya.
Dua porsi steak daging sapi kesukaan Nindi dengan kelengkapanya yang pasti membuat kenyang perut Nindi malam itu. Di tambah dengan suasana sunyi sepi dan terkesan hening, Jauh dari hingar bingar kendaraan bermotor apa lagi kemacetan dan kesibukan kota besar, Membuat acara makan malam itu begitu intens dan sangat romantis.
Arga sengaja memberikan piring steak miliknya yang sudah ia potong potong sebesar satu kali suapan pada Nindi, Dan mengambil piring yang ada di meja depan Nindi, Menggantinya dengan miliknya.
Hingga keduanya menyelesaikan makan malam yang romantis itu bersama, Menghabiskan setiap hidangan yang ada dan menunggu hidangan penutup atau dessert,
Sampai sebuah cake strawberry yang begitu di sukai Nindi pun akhirnya sampai di meja depan Nindi, Segera saja ia mengambil garpu kecil yang ada di sebelahnya dan menyuapnya, Hingga beberapa kali suapan sampai sesuatu yang keras tengah tergigit olehnya,
__ADS_1
Perlahan lahan Nindi menikmatinya dan matanya mulai menyipit merasakan seperti logam yang ada di dalam rongga mulutnya, Sontak ia ingin marah dan mengumpat sejadi jadinya, Karena ia kira atas kelalaian pihak cafe yang tanpa sadar memasukan sesuatu ke dalam cake pesanan miliknya.
Hingga Arga meraih jemarinya dan menggenggamnya, Arga terlihat mengangguk sekali dengan mantapnya.
Lalu Nindi pun segera mengeluarkan logam di dalam mulutnya itu dan mengamatinya di atas telapak tanganya.
Matanya seakan tak percaya saat ia dapati sebuah cincin menawan dengan ukiran batik langka disana. Matanya berbinar senang dengan tatapan menatap sang kekasih di depanya.
"Eiiiitssss.....jangan berdiri....jangan kesini....biarlan aku yang datang padamu sayang..." Ucap Arga saat melihat Nindi sudah hampir melonjak dan akan berhambur memeluknya. Arga pun beranjak dari duduknya dan menghampiri Nindi di kursinya, Ia mengambil cincin yang Nindi pegangi dan berjongkok dengan satu kaki tertekut dan satunya lagi menyentuh lantai.
"Will you marry me?" Ucap Arga dengan tangan yang mengacungkan cincin yang sama persis dengan yang ia kenakan di jari manis kananya. Dan Nindi langsung mengangguk seraya menyerahkan jemari tangan kananya pada sang kekasih. Dimana malam itu adalah malam yang paling indah dan tidak mungkin keduanya lupakan,
Dengan bahagia pasangan muda mudi itu pun beranjak pulang meninggalkan bukit cinta, Bukit penuh kenangan...Bukit awal cinta keduanya bermula, Dan bukit yang menjadi saksi hubungan keduanya yang akan melangkah maju menuju ke arah jenjang pernikahan.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan keduanya nampak terlihat bahagia dan berbinar senang, Tiada kata yang mampu melukiskan kebahagiaan keduanya malam itu. Akhirnya labuhan cinta Arga dan Nindi akan memulai babak baru...babak kehidupan dengan penuh lika liku kehidupan yang sesungguhnya. Namun keduanya sudah yakin dan memantapkan diri akan masalah dan situasi yang mungkin tidak bisa keduanya duga sebelumnya.
Masih belum tamat ya gaes...........😁✌