
anin dan rendi beriringan masuk kedalam rumah kakeknya.
"sayang kamu mau mandi dulu atau bareng aku aja?"
tanya suaminya sambil melingkarkan tangan di pinggang istrinya,
berjalan masuk ke dalam rumah.
"mandi sama-sama ya sayang...!"
kata rendi lagi...
"itu maunya kak rendi...aku mandi duluan aja kalau gitu kak...badanku lengket banget ini..."
seru anin sambil berjalan menuju anak tangga di depannya.
"kenapa tidak sama-sama saja si yaaang?"
tanya rendi pada istrinya,
"kalau kita mandi sama-sama...bisa setahun kita seleseinya kak rend...keluar kamar mandinya..."
kata anin menerangkan dengan wajah jutek nya.
namun suaminya hanya terkikik mendengar kata-kata istrinya itu yang di kiranya hanya bercanda.
"masak sih yank...sampai setahun kita di dalam kamar mandi nya...tidak selama itu deh...atau kamu merasa kurang lama ya?"
canda rendi yang benar-benar membuat anin pingin makan batu bata.(ibaratnya)
"sayaaaank....!!"
kata anin dengan nada benar-benar sebal pada suaminya.
"tangan tolong di kondisikan....saya mau lewat!!"
kata anin lagi dengan menepis tangan suaminya yang ada di pinggangnya.
__ADS_1
"yank...cantik-cantik kok sewot sih yank..."
kata rendi sambil menarik satu tangan istrinya agar berbalik menatapnya di bawah tangga yang paling bawah,sedangkan anin sudah dua tingkat di atasnya.
"kak rend....lama-lama kok nyebelin siiih..."
kata anin yang sudah benar2 pusing karena tingkah suaminya yang selalu menggodanya.
lalu anin melihat kakeknya melintas dan melihat tingkah cucu-cucunya itu.
"ada apa ini kenapa ngumpulnya di tangga begini?"
kata kakek saat melihat rendi menggenggam tangan istrinya itu.
"ini ni kek...kak rendi tu kek...nyebelin kek...anin mau naik ke atas mau mandi gak boleh kek...anin udah gak tahan ni kek...bener-bener geraaah..."
rengek anin pada kakeknya dengan nada melas nya seolah-olah di tindas oleh suaminya.
"reeeeend....kamu ini sukanya nindas istrimu....tau istri lagi hamil bawaannya gak enak hati...mod nya berubah-ubah malah kamu jahili,ayo ikut kakek...biarkan istrimu ke kamarnya",
"rasain kamu kak rend...sukuriiin...."
sambil berlalu dengan senyum liciknya yang di tujukan untuk suaminya.
"huuuh...sukurin",
lagi-lagi umpat anin karena merasa menang di bela kakek.
di tempat rendi dan kakek.
"kek....rendi benar-benar tidak sedang mengerjai anin yang parah kek...rendi hanya...."
sebelum rendi meneruskan kata-katanya,kakek sudah menaikkan tangannya lalu meraih telinga rendi dan menariknya dengan sedikit tenaga,
"kek...maafkan rendi kek...rendi tak akan ulangi lagi kek...sungguh...lepaskan kek...malu kan di lihat bi siti itu lo kek..."
rengek rendi namun tidak di hiraukan kakeknya,
__ADS_1
"kau tau...anin itu sedang mengandung cicitku...kamu ganggui terus...kamu kira bisa lolos dari tanganku!"
dengus kakek dengan kesalnya.
"baik-baik kek...janji deh janji tidak gangguin anin lagi kek...sungguh...ampun ya..."
ucap rendi dengan menangkupkan tangan memohon di lepaskan jeweran di telinganya.
"baiklah...kakek lepaskan"
lalu tangannya pun menurun dari telinga cucunya.
"sana...minta maaf lah pada istrimu...kasih apa saja yang dia mau",
kata kakeknya,
yang di sambut rendi dengan cemberutnya,
seumur2 baru kali ini dia kena jewer kakeknya.
"awas ya...kamuu...istriku...habis kamu malam ini",
ancam rendi sambil berlalu meninggalkan kakeknya dan mengusap- usap telinganya yang terlihat merah.
"maaf kan kakek rend..."
sambil terkikik.
"gara-gara anin aku bisa ngerjai rendi...benar-benar sangat menghiburku"
ucap kakek dengan menahan tawanya karena rendi masih sesekali menengok ke arah nya dengan nada sewotnya,
"benar-benar lucu"
pikir kakeknya,
karena kakeknya sudah lupa terakhir kali bercanda dengan cucunya itu.kadang kakek kangen...namun baru terlaksana kali ini.
__ADS_1