Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
KEMBALINYA KEPERCAYAAN.


__ADS_3

"Om Rendi ni kenapa juga baru datang sih...! kenapa nggak dari kemarin-kemarin...maksimal harusnya sih tadi pagi gitu napa...aku baru bisa makan kalau om sudah datang dan ngasi restu begini kan...huuuuffffhhht...." dengus lega dihati Arga saat Rendi sudah benar-benar pergi.


Arga mengisi perutnya yang benar-benar kelaparan itu. Mungkin saat itu juga cacing-cacing diperutnya pun sudah pada mati karena saling memakan satu sama lain.


Dirumah Nindi.


"Sayang ayo...sudah hampir telat ini lo..." ucap mama yang sudah menunggu Nindi di luar kamarnya, mama dan papa nya sudah siap dari sepuluh menit yang lalu.


"Maaf ma...sudah nunggu lama..." ucap Nindi dengan lemas dan malasnya, siang tadi ia tidak mau makan apa-apa,


hanya pagi tadi ia sarapan bubur ayam.


Setiap hari selalu itu yang ia makan. Mungkin karena rindunya pada Arga dan ingin bernostalgia dengan bubur ayamnya di puncak.


Nindi lalu keluar dari dalam ruang kamarnya, menghampiri mamanya. Keduanya turun menuju Rendi yang sudah menunggu di bawah.


Anin memakai dress warna hijau tua yang senada dengan jas yang di kenakan suaminya. Sedangkan Nindi memakai dress biru muda dengan bagian pundak sampai atas dada terbuka dan bagian bawah melebar panjang sampai mata kakinya.


Tiga puluh menit mobil yang di kendarai ketiganya tiba didepan hotel yang di tuju.


Lalu ketiganya pun turun dari mobil,


sesaat Nindi melihat mobil Arga melintas, dan hatinya begitu senang...mungkin malam itu ia akan merencanakan kawin lari dengan Arga...atau jika Arga tidak mau...Nindi bertekad akan menculiknya...menjadi sandranya...agar ia mau ikut dengan Nindi.


Ketiganya masuk kedalam ruang resepsi...disana full orang dan begitu meriah...setelah selesai mengucapkan selamat pada kedua mempelai, Nindi berpamitan dengan kedua orang tuanya, ia bilang...ia ingin ke toilet...dan itu hanya alasanya saja, sebenarnya ia ingin mencari Arga disana. tanpa aba-aba Nindi langsung pergi begitu saja,


matanya celingukan menatap ke semua penjuru...ia mencari kesana-kemari, terlihat Arga dengan minuman di gelasnya sedang di teras samping ruangan, ia disana di temani dua orang laki-laki yang sedang asyik mengobrol dan keduanya itu juga teman sekolah Nindi waktu dulu. Roy...dan Irfan.


"Kau tertawa, kau bahagia...kau tidak tahu bagaimana sakitnya aku?" ucap kesal Nindi.


Lalu dengan cepat Nindi berjalan ke arah Arga, rasa rindunya sudah tertahan begitu lama...bercampur rasa kesal dan sedihnya karena Arga sepertinya tidak peduli lagi dengan perasaannya, Arga terlihat bahagia.

__ADS_1


"Arga Sanjaya....!" ucap Nindi yang langsung berjalan cepat ke arahnya, menarik lengan lelaki itu lalu merangkul tengkuk Arga dan menundukkannya lalu mencium tepat di bibir lelaki itu.


hingga kedua teman Arga dan Nindi yanh ada disana itu pun melongo di buatnya..Arga menikmati ciuman keduanya itu, namun Nindi merasa itu adalah ciuman pertamanya.


Keduanya yang tidak berpengalaman itu pun hanya saling mencium...itu pun sudah membuat desiran darah keduanya mengalir begitu cepat. Dentumn jantung bersahutan dan saling berpacu.


"Hey...kau tidak bernafas?" tanya Arga menyudahi ciumanya.


"Aku...aku tidak tahu caranya bernafas saat berciuman...apa harus?" tanya Nindi dengan polosnya tiba-tiba.


"Kau mau aku ajari?" tanya Arga lagi.


"Kau kan juga tidak mahir...gimana mau ngajari aku?" tanya Nindi balik.


"Gimana kalau kita sama-sama belajar, kau mau?" ucap Arga, dan...di kepala Roy serta Irfan...mungkin sekarang sedang muncul berbagai rumus yang membuat bingung kepala mereka.


"Apa kita akan terus menontonnya?" tanya Roy.


"Kita tonton saja mumpung gratis." Ucap Irfan.


"Ah...kamu nggak banget hari gini jomblo!" dengus Irfan. Dan tanpa keduanya sadari...Nindi serta Arga menatap keduanya dengan tatapan mautnya.


"Kami ada urusan mendadak...maaf...kami pergi dulu." Ucap Irfan dan Roy lalu ngibrit lari begitu saja.


"Ga...nggak ada waktu lagi...ayo kita kawin lari! aku nggak kuat Ga jauh dari kamu..." ucap Nindi dengan entengnya.


"Nggak mau! kawin lari nggak enak...di ranjang aja ya honey...aku mau." Ucap Arga dengan manisnya.


"Ranjang-ranjang dengkulmu! ayo kita lari sekarang! papaku menuju kesini no...ayo Arga..." ucap Nindi dengan paniknya saat ia tahu papanya benar-benar berjalan mendekat ke arahnya. Namun berbeda dari Nindi. Arga dengan santai tidak bergeming dari tempatnya.


"Eh buset ni orang nggak dengar apa ya! di cincang papa jangan ngajak aku dong...ayo lari Arga..." ucap Nindi sambil menarik tangan Arga.

__ADS_1


"Om...gimana jadinya...Nindi jadi pulang sama aku saja atau bareng om?" ucap Arga saat Rendi sudah berdiri di depannya, sedangkan kaki Nindi sudah lemas keduanya....ingin ambruk, dengan takutnya ketika ia tahu Arga malah menyapa papanya.


"Om masih nyari tante Ga...kamu bawa Nindi aja deh...om pulang duluan..." ucap Rendi lalu melewati keduanya dengan senyum merekah di sana dan Nindi yang melongo di buatnya mendadak linglung seketika.


"Hah...kenapa hanya aku disini yang nggak tahu apa-apa? sampai-sampai menciumnya di depan kedua temannya, apa lagi...sampai mengajaknya kawin lari...oh tuhan...tidaaak! ini pasti lagi ada acara reality show kan? lagi pada ngeprank aku kan? kenapa aku nggak tahu?" ucap pikiran Nindi yang kacau.


"Honey...jadi kawin lari nggak? ayo! mau lari kemana dulu? aku yakin sudah siap." Ucap Arga yang membuat Nindi makin melongo.


"Maksud loh...enak aja...sebelum semua ini nyata...aku nggak mau ngomong sama kamu!" ucap Nindi dengan ketus nya.


"Tapi aku merindukanmu...aku sangat rindu...my handsome baby bala-bala nya aku..." ucap Nindi sambil memeluk leher Arga dengan kuatnya, dan Arga pun menyambut hangat pelukan Nindi tersebut.


"Kita...pacaran kan saat ini honey?" ucap Arga tiba-tiba yang membuat Nindi tersipu.


"Kamu...maunya gimana?" tanya manja Nindi sambil menarik-narik kerah jas di dada lelaki itu.


"Hemmmz...aku maunya langsung bungkus kamu dan bawa pulang." Ucap goda Arga sambil menundukkan kepalanya tepat di depan wajah Nindi. Hingga membuat degupan jantung gadis itu kian menjadi.


"Hey...ingat...! pacaran yang wajar!" ucap Rendi yang tiba-tiba keluar dari dalam pintu dan menggandeng istrinya. Membuat keduanya tersentak kaget bukan main. Lalu membenahi posisinya.


"Kami pulang dulu sayang...jangan malam-malam pulangnya ya..." ucap Anin yang berpesan pada putrinya.


"Manisnya ya pah mereka...jadi ingat masa muda..." ucap Anin yang menggelayut di lengan suaminya.


"Kenapa sayang...? apa sekarang aku tidak se perkasa dulu? apa kasih sayang yang aku berikan mulai berkurang?"


tanya Rendi yang membuat Anin geli dengan sendirinya. Lalu keduanya menuju mobil mereka.


Diteras samping hotel.


Nindi masih mematung didepan Arga, sembari menatap kearah lelaki itu dengan lekatnya. Nindi sangat rindu laki-laki gagah dan ganteng di depannya itu, ia senang menatap berlama-lama.

__ADS_1


"honey...masih mau lanjut nggak?" tanya Arga yang seketika menarik pinggangnya sampai menempel padanya.


"Lanjut....laaah...aku lapar...lanjut setelah makan ya my handsome..." ucap Nindi sambil ngibrit lari ke dalam mengambil makanan...dan Arga masih melongo di tempat.


__ADS_2