Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
apakah ini serangan jantung?


__ADS_3

aditya terdiam sejenak di samping ifa,ia merenungkan apa yang barusan arga ucapkan,matanya terlihat menatap ke wajah ifa lekat lekat,kemudian berpindah menatap ke bibir ifa yang terlalu natural,sesaat ia menelan ludah tanpa sadar.


"brengsek...kenapa dokter tidak cepat tiba...gimana kalau ni anak kena serangan jantung coba...aku nggak pernah ngebunuh orang dengan tangan aku sendiri...bodoh kau aditya..."gerutu aditya di dalam hatinya.


tangannya mengepal keras di kedua lututnya,


lalu ia mulai berpindah berjongkok di bawah samping sofa tempat ifa terbaring.


"perasaan apa ini?dadaku...apakah aku terkena serangan jantung?kenapa?kenapa iramanya tidak beraturan dan begitu cepat?apa aku benar benar terkena serangan jantung saking panik nya?"pertanyaan pertanyaan dalam hati aditya yang entah akan ia tanyakan pada siapa,ia juga tidak tahu...


perlahan...ia sudah termakan omongan arga,ia pun lalu sedikit demi sedikit mendekatkan wajahnya ke wajah ifa yang begitu pucat menurutnya.


dua jengkal kedua wajah itu hampir bersentuhan.


"gimana cara ngasih nafas buatan?"


tiba tiba pertanyaan itu muncul dari bibir aditya,


"alah...masa bodo...namanya ngasih nafas pasti niup kan...?"pertanyaan pertanyaan bodoh yang sebelumnya tidak ada dalam otak nya kini memenuhi semua pikirannya.


satu tangan aditya kemudian memencet hidung ifa,sambil satu tangan nya lagi terlihat menarik dagu gadis cantik itu,bibir aditya monyong dengan mengumpulkan segenap udara hingga memenuhi paru paru nya dan menyimpannya di sana.


kemudian mulai mengecup dan meniupkannya perlahan,sontak ifa pun langsung membuka matanya melotot karena tidak bisa bernafas gara gara aditya terlalu kuat memencet hidung nya.

__ADS_1


"uhuuuuk....uhhhuuuukk....uuuhhhuuukk..."


ifa terbangun dengan sentakan karena perasaan tercekiknya,matanya nanar menatap aditya di sampingnya yang terlihat menekan bibir nya yang sedikit berdarah,


rupanya saking kaget nya ifa tanpa sadar sudah menggigit sekuatnya bibir penyelamat nya.


"dasaaaarrr....gadiiis bodoooh....mau mati hah...aku berusaha menyelamatkanmu malah kau mau membunuhku."teriak aditya dengan sangat nyaringnya,suaranya memenuhi se isi ruangan yang ia tempati.


"tok tok tok."terdengar ketukan dari arah luar pintu kamar aditya,ia pun bergegas berdiri sambil tetap menekan bibirnya yang sedikit jontor.


"kau lama sekali...pelayanan macam apa ini?"


gerutu aditya saat ia membuka pintu dan ia dapati dokter baru tiba di depannya dengan orang suruhannya.


"sana cepat kau periksa gadis itu...aku benar benar tidak tahu lagi gadis macam apa yang di gertak sedikit saja sudah pingsan."


ucap aditya seraya mempersilakan dokter itu untuk masuk.


dokter mulai memeriksa ifa dengan teliti,terlihat tekanan darah ifa sangat rendah...dan juga kelihatannya ia tidak bertenaga sama sekali.


"nona...apakah anda hari ini sudah makan?"


tanya dokter tiba tiba pada ifa.

__ADS_1


"sudah dokter...namun hanya sedikit...bos saya sudah membawa saya pergi dokter saat saya baru makan dua suap."ucap jujur ifa pada dokter yang memeriksanya.terlihat pak dokter pun manggut manggut sambil menatap ke arah aditya,


aditya pun tersentak saat mendengar kata kata ifa barusan,ia teringat bahwa ia memang memenuhi isi mngkuk ifa...karena ifa makan nya pelan seperti siput...ia pun tidak tahu kalau ifa baru menyuap nya dua kali suapan.


"langsung saja dokter dia kenapa?"


tanya sinis aditya pada dokter yang memeriksa ifa.


"nona ini punya tekanan darah yang sangat rendah...di tambah lagi...ia kelaparan...dan juga syok tuan...jadi saya hanya akan memberikan vitamin saja dan saya rasa...anda harus merawat nona...termasuk makanan yang ia konsumsi,jangan sampai ia kelaparan seperti ini."ucap pak dokter yang seperti petir menyambar di otak aditya.


ia seseorang yang memandang uang tidak ada harganya,namun...bawahannya bisa bisanya sampai kelaparan,dan baginya kata kata pak dokter itu suatu penghinaan baginya,namun aditya tidak mampu menolak nya atau pun marah.karena itu kenyataannya.


"okay dokter...sekarang periksa aku...apakah aku terkena serangan jantung tiba tiba?"


kata aditya yang seakan membuat pak dokter dan ifa menatap ke arahnya.


dokter pun dengan turut memeriksa aditya dengan teliti.


"tuan...jantung anda baik baik saja...tidak ada masalah apapun apa lagi serangan jantung."


ucap pak dokter yang membuat mata aditya memicing tajam menatap ke arah dokter tersebut.


"aku nggak mungkin salah...tadi jantingku berdetak seakan mau loncat."ucapnya dalam hati lagi.

__ADS_1


"ulangi lagi."perintah aditya pada pak dokter itu,pak dokter itu pun mengulangi lagi pemeriksaannya.hingga tiga kali...tetap sama,dan akhirnya aditya pun menyerah.


__ADS_2