Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Haru


__ADS_3

Di sudut pojok tempat pesta, Di meja dengan dua bangku yang tersisa, Nampak Rendi dan sang istri tengah mengawasi para tamu undangan menantunya, Menantu yang sangat luar biasa menurutnya.


Terlebih keduanya tengah mengawasi puteri dan sang menantu yang tampak bahagia di tengah pesta yang di adakanya.


Tiba tiba Rendi memeluk pundak sang istri, Saat ia sadari Anin menjatuhkan bulir bening dari pelupuk matanya.


"Kenapa sayang? ada yang mengganggumu?" Tanya Rendi pada sang istri.


"Lihatlah pah...anak perempuan kita sekarang sudah jadi milik orang lain. Kayaknya baru beberapa hari dia minta uang saku, bikin kehebohan di setiap pagi karena telat berangkat sekolah, lalu ngantor...sekarang tiba tiba sudah punya suami saja. Akh...bakalan sepi rumah pah, kalau Nindi sudah pindah...tanpa terasa kita sudah tua ya sayang?" Ucap Anin yang masih meneteskan bulir air matanya.


"Sekarang yang heboh kan sudah ganti sayang...apa mau aku buat kehebohan terus di pagi hari? agar kamu tak kesepian?" Ucap Rendi dengan jujurnya, dan seketika mendapat cubitan dari tangan Anin yang mendarat di pinggangnya, karena kehebohan yang sang suami maksut pastilah begitu heboh.


Hingga acara pun sudah usai, Nampak semua tamu undangan yang sudah pada berpamitan untuk meninggalkan tempat.

__ADS_1


"Capek nggak sayang?" Tanya Arga pada sang istri.


"Nggak capek sayang...ada apa?" Tanya Nindi balik pada sang suami.


"Mau jalan jalan ke pantai?" Ajak Arga kemudian setelah ia tahu sang istri tidak lelah dengan acara pestanya malam itu.


Arga merasa malam itu begitu indah, dan ia sayang untuk melewatkanya begitu saja.


"Boleh...ayo..." Ucap Nindi sembari menyambar tangan sang suami agar mengajaknya ke tepian pantai.


"Aku kira tadi mau di lamar lagi sayang...kamu selalu aja bikin aku deg deg kan tahu!" Ucap Nindi dengan jujurnya.


"Aku mau nyopot heels kamu sayang...aku nggak mau ya kalau harus gendong kamu kalau heels kamu tiba tiba nyelip sayang...!" Canda Arga yang membuat Nindi nyungir seketika.

__ADS_1


"Haiz...bercanda sayang...kamu jangan manyun dong...aku nggak tahan ntar..." Ucap Arga lagi dengan senyumanya, Dan di balas dengan senyuman lembut pula dari bibir sang istri.


Lalu keduanya pun mulai melangkah meninggalkan tempat pesta yang sudah sepi pengunjung itu, hanya tinggal beberapa kerabat dan kolega yang memang sengaja tinggal dan tidak pulang malam itu, Berbincang bincang dalam lingkup area pesta, Terlihat papa Rendi dan juga Aditya yang ikut nimbrung juga disana, namun Arga memilih menyendiri saja berdua dengan sang istri, ia tidak ingin melewatkan malam langka yang tidak setiap hari ia dan Nindi bisa lewati bersama di tempat seperti itu.


"Sayang...kamu mikirin apa? mikirin kata kata aku tadi? jangan bodoh...! jangankan gendong kamu dari tempat pesta ke tepi pantai...gendong kamu keliling komplek perumahan pun aku mau, aku rela..." Ucap Arga dengan sungguh sungguhnya.


"Aku percaya kok...percaya sayang...aku hanya mikir...setelah serangkaian semua acara yang kita rencanakan lusa usai. Akankah aku akan bisa menjadi istrimu yang bisa sesuai dengan apa yang kamu inginkan, jika tidak...akankah kamu bersedih?" Ucap Nindi di sela sela jalanya menuju ke tepian pantai.


"Sebelum mengambil keputusan apapun itu...aku sudah tahu konsekuensi yang harus aku terima sampai yang terburuk dan tidak aku inginkan sayang...dan itu masalah pekerjaan, tapi kamu pengecualian. Tanpa pemikiran matang pun, atau konsekuensi terburuk pun, aku sudah pasti akan tetap memilihmu dan menjadikanmu istriku, apapun yang akan terjadi aku siap, jadi jangan pernah menjadikan kekuranganmu beban, aku bisa menerimanya meskipun kau hanya bisa masak mie rebus." Ucap Arga dengan jujurnya.


"Hya! aku juga bisa masak sambal goreng...telur goreng...dan juga telur rebus, bukan hanya mie rebus saja!." Ucap Nindi menimpali kata kata sang suami, dengan wajah berbinar senang dan lega, bahagia sudah pasti.


"Kalau gitu...gendong aku sampai tepi pantai...toh sudah dekat kan sayang...ayo...!" Ucap Nindi yang sudah memosisikan dirinya di belakang samg suami, dan kini mengalungkan kedua tanganya ke leher Arga dan memeluknya erat disana, Lalu Arga pun dengan sigap melakukan apa yang sang istri inginkan.

__ADS_1


"Akh...aku nyesal tadi bahas gendong gendongan sama kamu!" Dengus bohong Arga yang ia tunjukan pada sang istri.


"Alah...sudah terlanjur juga...nikmati sayang..." Ucap Nindi dengan antusiasnya. Dan tawa keduanya pecah bersama.


__ADS_2