
"apa kau akan melakukan hal yang sama seperti itu jika akan berpisah denganku?"
tanya satria iseng pada yura,karena keduanya tahu dan melihat dengan matanya sendiri apa yang nindi lakukan barusan.
"cup."ciuman yura langsung mendarat di bibir satria.satria dengan terkejutnya hanya menyentuh bibir nya dengan jari telunjuknya dan menatap ke arah yura.
"kenapa kau harus tanyakan hal yang seperti itu sat...jelas jelas...tanpa berpisah darimu pun aku bisa menciummu...mau lagi?"
ucap yura dengan senyum mengembang senang.
"sepertinya...aku salah menilaimu...kau lebih berani dari yang aku kira...apa jangan jangan kau sering melakukan ini pada pacar pacar mu yang dulu ya?kau sepertinya sangat berpengalaman dalam hal ini."
ucap satria dengan ber nada sedikit sedih di wajahnya.
"iya iya...aku minta maaf...maaf...aku agresif juga baru denganmu sat...kamu kira aku cewek apaan!"dengus kesal yura dan berlalu meninggalkan satria dan pergi menghampiri nindi,memeluk lengan nindi dengan manjanya.
"nindi...satria jahaaaaat padaku..."ucap nya dengan nada sedikit merengek manja.
"dia patut kamu beri pelajaran yura...jangan biarkan mereka menang menindas kita."
ucap nindi sambil tangan nya merangkul pundak yura,seperti sedang bersekongkol mengerjai satria.seketika satria yang berada di belakangnya pun melongo di buat keduanya.
"dasar para wanita wanita ini."dengus kesalnya.dan ketiganya mulai masuk ke dalam pesawat.mereka mematikan ponsel ponselnya demi kenyamanan dan kelancaran perjalanan udara mereka.
beberapa jam perjalanan udara mereka tempuh,akhirnya sampailah ia di kota kelahiran nindi dan juga satria,ketiganya sudah di sambut mobil papa rendi.
terlihat rendi dengan senyum merekah berada di luar pintu mobil,tangannya melambai isyarat puterinya datang mendekat ke arah nya.
"papah..."ucap nindi setelah sampai di dekat papa nya,dan nindi langsung berhambur di pelukan papa nya.
"nindi kangen pah..."ucap nya sambil manja.
"om..."sapa satria yang berada di belakang nindi dengan menyalami om rendi.
"halo jagoan...gimana kabar nya?"
tanya rendi sambil menepuk nepuk pundak satria.
"baik om...tentu sangat baik om..."
balas satria.
"ini...om rendi yang legendris itu ya...?"
tanya yura dengan keherananya.
dan rendi masih terdiam tanpa ekspresi.
__ADS_1
"om...salam kenal...saya yura om...Yura sika Raharja."ucap yura yang ikut bergantian menyalami om rendi.
"oh...kamu...pimpinn grup Raharja ya...maaf yura...om tidak bisa hadir saat ayah mu tiada...maaf ya yura..."ucap rendi.
"tidak apa apa kok om..."sahut yura dengan senyum senang.
"mari...kita pulang..."ajak rendi pada puterinya dan juga satria.di susul yura yang mengekor di samping satria,karena koper yura di bawakan oleh satria.
"loh...yura...kamu...pulang kemana?"
tanya rendi yang sedikit penasaran.
"emmm...yura mau tinggal dengan satria om..."sahut nya yang membuat rendi terkejut.
"kok bisa?"tanya nya seketika dengan ekspresi terkejutnya.
"yura pacar saya om...jadi boleh ya...yura ikut pulang kita?"tanya satria pada om rendi,dan satria berharap rendi menyetujuinya.
"ooooh....bo...boleh boleh..."ekspresi wajah rendi makin terkejut saat satria mengatakan hal itu.
"baiklah anak semua...mari kita pulang..."
ucap rendi dan langsung mengajak nindi,satria,dan yura masuk ke dalam mobilnya.rendi pun mulai menancap mobilnya menuju ke rumah.
"terlihat kumpulan pengusaha muda dengan pasangan masing masing sedang mengadakan acara makan malam kemarin malam.dimana yang menjadi sorotan adalan Arga Sanjaya dari grup Sanjaya dengan pasangan baru nya,gadis biasa biasa saja yang mendampinginya.
tim kami masih mencoba menggali informasi mengenai gadis gadis yang menjadi pasangan kedua pengusa muda yang sedang naik daun.sepertinya belum pernah terendus publik."
ucap berita dalam tv yang ada di mobil rendi.
sontak...rendi pun tak percaya mendengarnya.bukan tak percaya karena puterinya yang di bilang gadis biasa,tapi arga dan aditya makan bersama.
"nindi...kalian kenal aditya wibawa?"
tanya rendi pada puterinya.
"hemmmz bisa di bilang kenal pah...tapi juga nggak akrab kok."ucap nindi yang membuat papa nya mengernyitkan dahi dan memicingkan mata nya.
"jadi...kamu...kemarin beneran...kumpul kumpul makan bersama dengan aditya itu?"
tanya nya begitu menyelidik,sedangkan satria yang mengetahui lebih banyak dari yang nindi dan yura ketahui...hanya bisa terdiam dan menelan ludah dengan tegangnya.
"sat...benat kata nindi?kalian makan bersama kemarin?kamu tahu sesuatu nggak sat?"
tanya om rendi yang masih penasaran pada ucapan nindi.
"oh...aku hanya tahu...itu aditya wibawa saja om...nggak tahu yang lain."
__ADS_1
ucap satria yang mencoba menekan ketegangannya.dan terlihat rendi manggut manggut mengerti.
mobil berhenti di depan pintu gerbang besar nan tinggi menjulang,
seketika pak satpam muncul dari rumah dinas kesatpamannya.
berlari kecil membuka pintu gerbang besar tersebut,lalu rendi pun melambaikan tngannya dan mengemudikan masuk ke dalam pekarangan rumahnya.
rendi menghentikan mobilnya tepat di tangga masuk rumahnya.
terlihat anin sudah menungguinya di tetas rumah,duduk di kursi dengan mendengarkan lagu lagu dari ponselnya menggunakan headset.
"mamah...."teriak nindi seketika saat baru turun dari dalam mobilnya.
berhambur sedikit berlari menuju ke arah mama nya dan langsung memeluk mama nya dengan sangat erat.
"mamah...nindi kangen...mamah sih...pacaran terus sama papah...sampai lupa anak di tinggal."goda nindi dengan manjanya.
"haiiiz...anak gadis ngomong nya clamitan ya..."balas anin smbil memencet hiidung puterinya dengan gemas.Rendi pun datang menghampiri istri dan juga puterinya,merangkul pundak istrinya.
"sudah lama nunggunya sayang?"tanya rendi lembut pada anin,dan anin hanya menggeleng sambil tersenyum membalas pertanyaan suaminya.
"tante..."sapa satria yang langsung menyalami tante anin yang sudah seperti ibu kedua bagi nya.
"jagoan tante...gimana kabarnya?aduh kamu makin ganteng aja deh...tante jadi iri...kenapa tante punya anak cewek yang suka bawel pula."ucap anin dengan nada menggoda nindi.
"mah...jangan gitu ah...nanti pemiliknya marah loh sama mamah."
ucap nindi yang langsung membuat mata anin tertuju pada gadis cantik di belakang satria,yang dari tadi satria gandeng terus jemari tangannya.
"ooooh....jadi...jagoannya tante...sudah ada pemiliknya nih...ayo dong kenalin ke tante sat..."ucap tante anin dengan godaannya yang membuat satria tersenyum dengan malu malu nya.
"tante...kenalin...saya yura sika raharja tan..."ucap yura memperkenalkan dirinya.
"salam kenal juga yura...moga betah ya tinggal disini."ucap anin dengan nada lembutnya.
"oke...oke...sekarang...pasti kalian semua lapar bukan?mari...tante sudah minta bibi nyiapin banyak makanan untuk kalian..."
ucap anin sambil melangkah mengajak suami dan anaknya masuk ke dalam,yang di susul satria dan yura di belakangnya.
"mah...malam ini nindi mau bobok di temani mamah ya..."bisik nindi dengan manjanya,ia masih memeluk manja mama nya.
"heh...kamu tuh udah gede lo nak...udah mau nikah kan...masak iya bobok aja mau di temani mama sayang?"goda anin pada puterinya.
"mamah apaan sih...bikin aku malu aja tahu...nindi belum mikir nikah mah...nindi masih mau dalamin bisnis di kantor papa mah..."ucap nindi dengan seriusnya.
"iya iya sayang...mama hanya asal ngomong kok nak..."ucap anin seketika.
__ADS_1
lalu keluarga kecil rendi dan tamunya itu pun langsung menuju ke meja makan.