Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Persiapan kurang dari seminggu


__ADS_3

Terlihat lelaki tampan yang mengenakan setelan jas biru dongker dengan kemeja dalaman putih dan dasi bergarisnya, Tengah bersender pada body mobil depanya, Tak lupa sepatu coklat tua mengkilap dan juga jam tangan bermerknya yang selalu melingkar di pergelangan tanganya. Rambut klimits yang tertata rapi dan terlihat profesional yang menjadi gaya khasnya pagi ini, Terlihat tampan dan garang. Ia lah Arga Sanjaya.


Namun mata lelaki tampan tersebut, Tak bisa berpaling saat menatap gadis yang baru saja keluar dari pintu gerbang pagar rumahnya, Gadis dengan rok peach sebawah lutut dengan belahan depan yang naik ke atas melewati batas lututnya, dengan pakaian yang berwarna senada berlengan panjang dan tali di kerah bawah dagunya yang ia simpulkan pita disana. Menampilkan kesan rapi sesaat mata memandangnya.


di tambah tas tangan yang lumayan besar, Karena berisi banyak file yang harus ia bawa, Dan rambut panjang sepinggang yang memang sengaja ia gerai bebas.


Sepatu heals tinggi yang selalu menjadi penunjang penampilan Nindi itupun tak luput dari pandangan Arga,


Dengan mata yang enggan menatap ke lain arah...Arga mengamati kekasihnya yang sudah berjalan mendekat menuju ke arahnya itu dari atas sampai bawah.


"Hemmmmz...sejak kapan ya aku jatuh cinta padamu?" Ucap Arga dengan mata menyipit dan bibir mengatup rapatnya, Tangan yang sedari tadi ia masukan kedalam saku celanya...kini beralih menopang dagunya. Matanya masih mengawasi.


"Pagi Arga..." Sapa Nindi saat ia sudah sampai di dekat Arga. Dengan senyum senang Arga pun menyambutnya.


"Pagi sayang...ouh ya...nanti malam jadi ikut kan pesta perayaan orang orang?" Ucap Arga yang berharap mengajak Nindi ikut serta.


"Emmmb...boleh boleh...tapi jangan malam malam ya pulangnya..." Jawab Nindi dengan tangan yang mengambil ponsel dari dalam tas nya.


"Baiklah...habis itu juga aku ada perjalanan bisnis ke luar negeri sayang...besok malam mungkin baru sampai..."


Ucap Arga dengan tangan yang sudah membuka pintu mobil untuk kekasihnya itu.

__ADS_1


"Kamu motret aku?" Tanya Arga dengan terkejutnya.


Dan Nindi yang tidak menggubrisnya terus memotret sampai beberapa jepretan ia dapatkan.


"Aku kan salah satu fansmu sayang...salahnya sendiri kau se tampan ini di depanku...jadi jangan salahin aku lah kalau khilaf ngambil fotonya..." Ucap Nindi sambil masuk kedalam mobil, Dimana Arga masih mematung disana.


Senyumnya mengembang saat mendengar kata kata yang Nindi lontarkan barusan.


"Apa kau menggodaku?" Tanya Arga dengan kepala yang sudah masuk kedalam mobil, Kini wajahnya berhadapan tepat di depan Nindi.


"cupt..." Seketika Arga mengecup bibir kekasihnya itu.


Keduanya sepakat menuju restoran yang dituju pagi itu untuk berangkat kerja dan sarapan bersama.


Pasangan yang selalu fresh dan kocak namun tetap saling sayang satu sama lain, membuat yang melihat ikut tersenyum di buatnya.


Di dapur apartemen Arga, tepatnya di depan wastafel tempat cuci piring, Terlihat ifa tengah mencuci wadah yang baru saja ia dan Aditya pergunakan, Aditya diam diam mengamati gadis yang akan menjadi istrinya tersebut.


"Aaakh...aku masih nggak nyangka kamu yang aku pilih...akkkh...hidup yang benar benar sangat misterius."


Ucap Aditya dengan tangan yang mengambil ponsel di depan mejanya dan menatap pada layar ponsel yang ia pegangi.

__ADS_1


"Pukul setengah delapan", Ucap Aditya, Lalu ia pun melangkah menuju ifa yang masih ada di depan wastafel dengan tangan yang mengeringkan wadah wadahnya.


"Sayang...hari ini kita mau ngobrolnya dimana? aku khusus luangin waktu seharian ini untuk kita...aku ingin membahas pernikahan kita...kamu mau dimana?" Tanya Aditya dari samping ifa, Dengan kedua tangan yang berada di atas meja, Menopang tubuhnya ke depan, Namun matanya melirik ke arah ifa yang berada di sampingnya.


"Emmmb...ngobrolnya? Disini bisa...di apartemen kamu juga bisa...aku ngikut aja..." Ucap ifa dengan menyunggingkan senyum lembutnya.


"Kamu mau aku bantuin?" Tanya Aditya yang melihat masih beberapa wadah yang belum ifa keringkan.


"Nggak usah...ini udah hampir selesai kok..." Ucap ifa yang lagi lagi menampakan senyum lembutnya, Membuat Aditya begitu gemas melihatnya, Namun Aditya tidak ingin membuat ifa sedih jika ia menyentuhnya.


"Ya udah...aku tungguin ya sayang..." Ucap Aditya yang lalu pergi dari samping ifa, Kini ia duduk di sofa dengan menyalakan televisi besar di hadapanya.


Beberapa saat kemudian, "Bby...udah semua..." Ucap ifa lalu duduk di samping Aditya. Dengan senyum yang tersungging di bibirnya Aditya membalasnya.


"Emmmb...aku nggak tahu gimana kamu nyamanya sama aku...sedangkan dulu...aku se sadis itu...makasi ifa...udah mau nemani aku sampai saat ini...aku harap...kamu nggak terpaksa untuk nikah sama aku." Ucap Aditya, Dimana ia ingin sekali mengambil jemari ifa dan menggenggamnya.


"Aku udah paling nyaman kok saat ini...nggak perlu yang lebih...cukup aku kamu halalin aja udah nggak ingin apa apa lagi." Ucap Ifa yang membuat hati Aditya adem nyeeees....seketika.


"Aku maunya sekarang..." Ucap refleks Aditya yang tanpa ia sadari, Membuat ifa terperanjat menatap lekat ke arah Aditya. " Ke penghulu dulu bby...sabar ya...apa semua sudah siap untuk pelaksanaan nikah kita bby?" Tanya ifa yang ingin tahu.


"Aku udah nyuruh orangku untuk nyiapin sayang...dan kelihatanya sudah hampir selesai...karena minggu depan aku udah ada perjalanan bisnis ke luar Negeri...aku maunya sebelum pergi itu sudah resmi jadi suami kamu...apa...kamu nggak keberatan?" Tanya Aditya yang serius pada ifa. Dan ifa hanya mengangguk mengiyakan ucapan calon suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2