
"sudah ah...aku habiskan disini malah kamunya nggak bisa jalan nannti,"
ucap rendi yang menyudahi ciumannya.
"pelit amat sih..."
tiba-tiba terlontar dari mulut istrinya yang beranjak bersusah payah berdiri dari samping suaminya.
rendi pun hanya melongo dengan tingkah istrinya itu...
"aku makan...aku yang salah....katanya gak bisa jalan...apa lah apa lah....gak aku makan...eh...akunya yang salah lagi...di bilang pelit...etdaah...terserah deh...maunya bumil kayak gimana...sabar rend...sabaar..."
ucap rendi dalam batinnya.
"kak ayow dooong...malah bengong...tadi kamu yang ngajak cepet-cepet...sekarang bengong,gimana si?"
gerutu anin sambil berjalan mendekati tasnya yang berisi baju,
dan memasukkan tas makeup nya.
"aku lagi kan yang kena...istri ku ini beber-bener penguji kesabaran...tadi aku cepet-cepet dia nya melow galaw...sekarang aku yang bingung dengan tingkahnya...eh..dia bilang aku bengong aja,awas saja nannti kamu sayang...habbis."
grutu rendi sambil berjalan mengambil tas pakaiannya,
yang ternyata sedikit di dengar sayup-sayup oleh anin.
"kak rend...hobi barunya sekarang suka gerutu ya kak?"
tanya anin saat dilihatinya bibir suaminya.
"tuhan...sungguh mahluk ciptaanmu ini pengujiku ya tuhan...setiap aku bersamanya...aku jadi bingung...aku jadi lupa diriku sendiri kenapa bisa jadi seperti ini tuhan...sebenarnya aku ini siapa tuhan?"
teriak batin rendi yang tidak di ketahui istrinya itu.
rendi hanya membalas perkataan istrinya itu dengan senyuman yang gemas ia tahan-tahan...
tangannya terangkat dan hampir mencubit pipi merona istrinya itu,namun di urungkannya,rendi hanya mengusap-usapnya saja.
"ayo sayang...kita jalan...nanti kita masih harus belanja dulu ya yank..."
ucap halus rendi sambil menggandeng tangannya.
anin hanya mengangguk membalas ajakan suaminya.
__ADS_1
langkah rendi tiba-terhenti saat dirasakannya istrinya mendadak berhenti di belakangnya.
rendi seketika melepas gandengan tangannya.
"ada apa sayang kamu kenapa?perutmu sakit?atau apa?"
tanya rendi khawatir dengan keadaan istrinya yang tiba-tiba itu.
"kak...bener tidak ada sekertaris baru kan?bener si iwan kan kak?ayo jawab lagi kak!"
ucap anin tiba-tiba.
"ya tuhan...ini istri tidak tahu apa hatiku sudah mau copot menggelinding dari atas tangga sini menuju bawah sana hemmz...ternyata cuma tanya iwan lagi...iwan lagi...
lama-lama iwan aku dandani biar kamu makin amsyong sayang...."
grutu gemas rendi pingin makan orang.
"sayang...berapa kali suamimu ini harus ucapkan biar kamu tidak tanya terus?biar kamu tidak buat jantungku mau copot karena khawatir?"
tanya rendi sedikit menekankan kata-katanya.
"kan...belum di jawab...!"
ucap anin.
jawab rendi gemas.
lalu anin pun mengangguk sambil bergelayut menyahut lengan suaminya.
"baiklah yang...mari kita berangkat..."
katanya dengan ceria dan senyum merekahnya.
rendi pun dengan menarik nafas dan membuangnya mengikuti istrinya menuruni anak tangga
sesampainya di bawah..rendi dan anin menuju bi siti di dapur,
"bi...kakek dimana bi?"
tanya rendi dan anin.
"tuan sepuh di teras samping,tuan dan nyonya.."
__ADS_1
ucap bi siti.
"baiklah bi...kami sekalian pamit ya..."
ucapan anin yang membuat bi siti berkaca-kaca.
siapalah bi siti...nyonya nya malah berpamitan padanya...
bi siti mendekat ke arah anin menjabat tangannya
"nyonya...hati-hati di jalan...semoga selamat sampai tujuan...dan di lancarkan kehamilannya sampai melahirkan...jaga kesehatan nyonya..."
kata bi siti.
lalu anin pun memeluk bi siti tanpa aba-aba tanpa sungkan dan tanpa rasa membedakan.
"makasi bi siti...nitip kakek ya...bik siti juga jaga kesehatannya...anin pasti sering-sering main kesini lagi...ya kan kak!"
tanya anin sambil melirik suaminya.
rendi hanya mengangguk di sela bengongnya melihat tingkah merakyat istrinya itu.
lalu rendi dan anin pun menuju teras samping dimama kakeknya berada sedang menikmati teh dan makanan ringan serta buwah-buwahan yang ada di meja dekatnya.
"kakek..."
ucap kompak keduanya...
"eh...cucu-cucu kakek sudah mau berangkat ya...?"
tanya kakek
"iya kek...kami mau berpamitan kek...doanya ya semoga selamat sampai tujuan..."
ucap rendi.
"tentu...kakek doakan nak...jaga baik-baik istrimu...jangan kamu jahili terus..."
canda kakek sambil menerima jabaran tangan rendi.
di susul anin yang di elus kepalanya oleh kakek.
"baiklah...ayo kakek antar sampai depan.."
__ADS_1
ucap kakek sambil beranjak dari duduknya,lalu kakek berjalan mengikuti cucu-cucunya,mengantarnya sampai anin dan rendi maduk kedalam mobilnya.
dan saat mobil itu berjalan dan berlalu...kakek masih terlihat melambaikan tangannya.