
Hingga beberapa saat kemudian, Keduanya sampai di tempat yang di tuju, Tempat parkir mobil yang begitu familiar dan terdapat kenangan konyolnya disana, Sampai villa yang sempit, Yang ia gunakan bermalam dengan Arga kala itu. Semua tergambar jelas di ingatan Nindi.
"Ah...sejuknya...tempat yang penuh kenangan ini..." Ucap Nindi lalu berjalan dengan menggandeng jemari Arga, Ia menyahutnya begitu saja.
"Mau ke tepi sana?" Tanya Arga yang langsung di angguki Nindi, Dimana tempat tersebut adalah tempat favorit Arga dahulu dan sekarang, Tempat ia termenung saat ada masalah yang mengharuskanya berpisah dan terpaksa menerima perpisahan dengan Nindi kala itu.
Keduanya memutuskan untuk duduk di bangku bawah pohon rindang dengan semilir udara segar yang membuat rileks perasaan dan nyaman suasana hati keduanya dengan seketika.
"Hemmmmz....ga....lama ya kita tak datang kesini...." Ucap Nindi yang membuat Arga beralih menatap wajah Nindi di sampingnya.
"Mungkin bagimu sudah lama sayang...tapi aku teramat sering kesini hingga hafal tempat ini karena saking terlalu seringnya. Tempat yang aku jadikan pelarian saat sedang sedih." Ucap Arga dalam hatinya dengan jemari yang menggenggam tangan Nindi.
Hingga beberapa saat terlihat Nindi sedikit kehausan dan Arga berpamitan untuk pergi sebentar akan membelikan minuman dan camilan untuk kekasihnya itu.
Arga berjalan dengan langkah sedikit cepat menuju tempat para tukang ojek berkerumun dan mangkal, Ia terlihat beryanya tanya disana, Namun yang ia tanyakan bukanlah tempat penjual minuman ataupun penjual camilan, Melainkan sebuah cafe yang istimewa di tempat tersebut.
__ADS_1
Hingga Arga mendapatkan apa yang ia inginkan, Ia pun lalu menuju kesana dengan cepat, Sebelum ia kembali ke tempat Nindi dengan membawa minuman dan camilan untuk sang kekasih.
"Uh...Arga lama banget sih beli minum aja...emangnya yang jualan jauh ya?" Ucap Nindi dengan nada sudah sedikit kesal disana. Sampai beberapa kali ia duduk berdiri duduk lagi dan berdiri lagi. Ia berjalan mondar mandir dengan menikmati pemandangan, Untung pemandangan siang setengah sore itu begitu indah dan sejuk, Membuat matanya nyaman menatap dan berlama lama melihat sekeliling. Bak lukisan hidup yang terlihat oleh pandangan matanya.
"Sayang...maaf ya...nunggu lama ya?" Ucap Arga setelah ia sampai di samping sang kekasih.
"Hu um....aku capek mondar mandir ga...kamu kemana aja sih?" Tanya Nindi yang penasaran dan ingin tahu.
"Hemmmmz...tadi ada masalah sedikit sayang...tapi sekarang udah beres...nih..." Ucap Arga sambil memberikan minuman kepada Nindi beserta camilanya.
"Sayang...andai kita udah serumah...apakah akan baik baik saja jika aku ingin terus memanjakanmu?" Tanya Arga yang sudah mulai dengan perbincangan seriusnya disana, Ia ingin memancing sang kekasih, Apakah ia akan tertarik membahasnya atau tidak.
"Tentu ga...harus itu...kan nggak cuma aku aja...semua gadis gadis juga pasti suka kalau di manjain sama suaminya..." Ucap Nindi dengan sok tahunya, Lalu Arga pun merebahkan tubuhnya di atas bangku tersebut dengan kepala yang bersandar pada pangkuan Nindi.
"Lalu...seandainya...kita menikah di waktu waktu dekat ini...apakah kau akan menyukainya sayang? masalahnya...aku sudah ingin memanjakanmu secepatnya..." Ucap jujur Arga yang membuat Nindi tersipu malu di buatnya.
__ADS_1
"Emangnya kamu udah siap ngadepin aku tiap hari? natap wajah aku setiap saat, Dan mungkin wajah aku tak se cantik ini...dan bisa saja awut awutan...lebih parahnya lagi...aku belum bisa masak...kursus aku ke pending terus gara gara kerjaan...lalu kalau kau jadi suamiku di waktu waktu dekat ini...akankah kau siap dengan konsekuensi dan segala kekurangan aku itu ga? Menikah itu tidak mudah...banyak yang bilang saat pacaran lebih asyik ketimbang menikah...setelah menikah banyak pasangan yang mulai berubah...mungkin karena mereka mengira sebelum menikah semua akan baik baik saja, Dengan egoisnya mereka bilang pasti akan menerima semua kekurangan pasangan...tapi apa...setelah menikah tanpa pertimbangan...semua itu akan berlalu begitu saja...dan pernikahan yang mereka mau tidak sama seperti yang mereka bayangkan...aku hanya ingin memastikanmu ga...jika kau tahu aku yang sangat sangat tidak punya bakat apapun ini...bisakah melengkapi hidupmu yang menurutku...meski tanpaku pun kau mampu." Ucap Nindi tiba tiba, Hingga membuat Arga menatap tajam ke arahnya.
"Kenapa kau bisa bisanya bilang bahwa kau tak berbakat dan tak punya bakat apapun sayang? Kau itu berbakat soal mempirak porandakan hati dan perasaanku...dan itu sudah cukup buatku untuk memilikimu dan menjagamu...agar hatiku tenang saat bisa memastikan kau baik baik saja, Apa alasanku ini masih kurang menguatkanmu sayang? apa aku perlu alasan saat ingin menikahimu secepatnya? apa kau tidak ingin tahu kenapa aku sampai hampir gila seperti ini?" Tanya Arga balik pada sang kekasih, Dan Nindi hanya mengangguk mengiyakanya.
"Dan lagi...aku jelas tak mampu tanpamu...jangan pernah beranggapan aku bisa tanpamu...karena itu pasti bohong!" Ucap Arga lagi dengan kata kata mantapnya.
"Aku...ingin membuktikan pada dunia, Bahwa cinta ku...cinta kita lebih kuat dari cinta Aditya dan juga ifa, Cinta mereka yang hanya se umur jagung bisa mendarat di pelaminan dengan begitu indah...aku juga ingin menunjukan kekuatan cintaku yang nyata untukmu sayang...untuk kita..." Ucap Arga dengan senyumanya, Ia bangkit dari tiduranya dan langsung memeluk tubuh Nindi di sampingnya.
"Aku ingin terus bersamamu...dan ingin menjagamu...izinkan aku untuk membuktikan itu."
Ucap Arga yang membuat Nindi terharu di buatnya, Dengan anggukan ringan di pelukan Arga, Nindi menyetujuinya.
Hingga tanpa terasa waktu sudah masuk petang, Semua lampu menyala terang, Terlihat kerlap kerlip lampu lampu kota dari atas ketinggian, Suasana makin indah kala itu, Bak bintang bertaburan, Hingga terdengar suara perut Nindi yang sudah minta di isi. Perut keroncongan.
Arga pun dengan sigap mengajak sang kekasih ke arah cafe yang sudah ia booking tadi sore, Dimana cafe tersebut akan ia gunakan untuk mengajak Nindi untuk menikah denganya, Menjalani hidup bahagia berumah tangga.
__ADS_1
Arga sudah meminta pihak cafe untuk mempersiapkan acara malam itu dengan penuh keromantisan, Agar Nindi selalu teringat akan kenangan malam itu selamanya.