Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
benar2 nyata


__ADS_3

"apa masih ada waktu?"


tanya anin pada suaminya.


"mungkin....kalau kita tak harus mengobrol...waktuku masih cukup untukmu sampai tak bisa jalan",


canda rendi dengan nada mematikannya.


lalu tanpa fikir panjang,


anin meraih leher suaminya,merangkulnya,


dan memiringkan kepalanya,


jaraknya begitu tipiiiissss saaangaaat tipis antara bibir anin dengan bibir rendi,


namun anin memilih melengos mengambil daun telinga suaminya,


yg membuat suaminya sudah benar benar berharap ciuman manis istrinya.


"kenapa buru2?"


tanya anin pada suaminya,


katanya kau bisa buatku tak bisa berjalan??"


tantang anin pada suaminya.


"istriku....kau sungguh membuatku begitu gemaaas",


ucap bisik rendi.


"katamu...kau bilang...aku harus membuatmu mengingatku bukan?merindukanku!",


desahnya sambil menikmati tangan2 jahil suaminya.


"tapi...melihat ekspresimu ini...aku yakin...kau yg akan merindukanku slalu..."


ucap rendi,


"oke2 aku menyeraaah..."


kata anin saat mereka beradu.


rendi menyambar pakaiannya dengan masuk tergesa ke kamar mandinya.


anin yg dari tadi hanya melihat tingkah suaminya.


"hari ini dan hari2 besok pasti sangat panjang kurasakan"


gumam nya dalam hati.

__ADS_1


"karena tanpamu"


sahutnya lagi.


rendi keluar dari dalam kamar mandinya dengan pakaian rapinya,


ia mulai membenahi rambutnya dengan minyak rambut dan menatanya.


anin hanya mengawasi dari kejauhan.


"sayang kenapa kamu begitu tampan?"


ucap anin tiba2.


"ada apa?apa kau menggodaku lagi?"


sahut rendi karena mendengar pujian istrinya.


"apa aku perlu mengantarmu ke bandara?"


tanya anin pada suaminya.


"jangan...tak usah sayang...ini cuma perjalanan bisnis yg lumayan singkat kok",


kata tendi yg menenangkan istrinya.


"aku yakin...kau juga tidak ingin melihat punggungku berlalu di depanmu kan?"


seolah rendi bisa membaca fikiran anin.


anin hanya terdiam sambil menatap suaminya.


selimutnya di naikkan sebatas dada.


lalu rendi menghampirinya,mencium keningnya,lalu mengecup bibir anin dengan sedikit ***.


"aku akan sangat merindukan ini",


gumamnya


lalu mengecup perut anin dan mengelusnya.


"sayang sehat terus ya....jagain mama selama papa pergi.


papa akan cepat pulang",


"maafkan papa y sayang..."


mingkin tadi ia terlalu bersemangat,


namun masih dalam batas wajar.

__ADS_1


dan rendi mambawa koper pakaiannya menyeretnya.


"sayang aku pergo dulu...ingat...waktu disana dan di sini tidak sama.


lalu rendi menutup pintu kamarmya,


",heeemmmzzz....sepi",


kata anin sambil turun dari ranjangnya,


"aaakh",


sedikit pekikan nya.


"kak rendi benar2 tak bisa di ajak bercanda,aku benar2 kesulitan berjalan",


gumam anin sambil memunguti baju dan pakaian dalamnya.


lalu berlalu memasuki kamar mandinya.


"doaku semoga kau slamat sampai tujuan suamiku",


gumam dalam hati anin.


tak lama kemudian anin keluar dari kamar mandinya,


rambutnya basah dan badannya pun segar.


anin keluar kamarnya,menyusuri tangga menuju dapur,


"nyonya mau di hangatkan makanannya?"


tanya bi ani pada anin.


"tak usah bi...anin makan ini saja"


ucapnya sambil mengambil secentong nasi ikan patin dan tumis kangkung.


tak lupa kesukaannya...udang goreng jumbo.


memang sebelum pergi,rendi berpesan pada bibi untuk memberi menu serba ikan setiap hari.


entah daging atau ayam atau makanan apa saka...sisipkan ikan laut di setiap hidangannya.


bi ani dan bi ana hanya menuruti kata2 tuannya,


dan soal uang belanja...tuannya slu memberi lebih2...


tak jarang lebihannya bisa di pergunakan blanja esok lagi.


di meja terhidang macam2 lauk...tapi yg di pilih anin hanya ikan patin dan sambel,serta cah kangkung saja.

__ADS_1


__ADS_2