Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku
Masih dengan sambal mangga


__ADS_3

Bi ani dan bi ana memberi tahu rumah tetangga yang ada pohon mangganya, Dimana bibi meminta mangga untuk sayur asem nyonyanya,


"Di situ tuan..."


Tunjuk bibi pada tuan mudanya. Dan terlihat Rendi pun menatap searah telunjuk bibi yang menunjukkan tempat yang harus ia tuju.


"Sayang...ini demi kamu dan calon anak kita, Seumur-umur baru kali ini aku kayak gini...harus nyamperin rumah tetangga cuma untuk minta mangga," Ucapnya, Lalu Rendi pun bergegas menuju tempat yang di tuju,


Rendi khawatir kalau kelamaan, Istrinya bisa ngambek, Parahnya lagi jika calon anaknya bajajan ngeces.


"Suer nggak enak banget kalo sampai istriku itu marah",gumam rendi di sepanjang perjakananya menuju rumah tetangga.


Lalu samar damar terdengar suara yang ia kenal memanggil dari arah belakang...cukup membuatnya untuk menoleh ke sumber suara.


"Kak Rend...aku ikut..."


Kata Anin sambil berlari kecil yang langsung di tangkap suaminya. Rendi menangkapnya dengan rengkuhan kedua tanganya.


"Sayang...jaga dong sikapnya...kamu itu lagi mengandung...masih aja kamu samakan kayak tidak ada anak kita aja di perutmu,"


Ucap Rendi sambil mengelus elus perut istrinya,


"Maaf...maaf kak Rend...aku seneng aja mau di ambilin mangga," Jawab anin dengan polosnya. Hingga tak lama kemudian mereka sampai di depan rumah tetangga tersebut.


"tok tok tok"...


Rendi mengetuk pintu rumah tersebut,


Lalu tak begitu lama yang punya rumah pun muncul dengan membuka pintu rumah.


"Malam...saya Rendi...dan ini istri saya..."


Sapa Rendi pada pemilik rumah dengan ramahnya.


"Iya...malam...ada apa ya??"


Kata yang punya rumah dengan ramah pula.


"Kami bermaksud ingin membeli buah mangga mudanya om," Kata Rendi yang to the point dengan senyum berharapnya.


"Tapi kami tidak jual mangga nak", Kata jujur om itu lagi.

__ADS_1


"Istri saya sedang ngidam om...minta sambal mangga muda malam malam", Ucap Rendi sambil menggenggam tangan istrinya, Terlihat begitu sangat perhatian.


"ooohhh..." Ucap yang punya rumah, Lalu om tersebut pun tertawa dengan senangnya, Dimana sampai saat itu...rumahnya baru di datangi tamu yang langka dan saling menyayangi tentunya. Terlihat dari gelagat dan tatapan keduanya.


"Kalian ini sungguh romantis nak...baiklah ambilah sesuka kalian, Om nggak jual...om berikan saja...semoga ibu dan calon anknya sehat semua", Ucap si om dan langsung mempersilakan keduanya mulai mengambil buah mangga mentahnya tersebut.


"Terimakasih om..."


Sahut Rendi yang langsung berjalan menuju ke arah pohon mangganya,


Lalu istri yang punya rumah pun ikut keluar dan menghampiri Anin yang sedang duduk mengamati suaminya,


Terlihat Rendi sedang mencoba memanjat pohon mangganya,


"Nak...ini kantong kreseknya, Kamu penuhi juga tidak apa-apa nak..." Kata istri yang punya.


"Terimakasih bu..." Ucap anin lalu menjabat tangan istri pemilik pohon yang tengah suaminya panjat.


"Ibu masuk dulu ya nak..."


Katanya lalu beranjak pergi.


Anin hanya mengangguk sambil tersenyum, Lalu menyunggingkan senyum ramahnya.


Teriak suaminya yang masih ada di atas pohon, Dan tengah menunjuk beberapa mangga.


"Lebihin dong kak...ibu nya aja ngasih kantong kresek boleh di full i kok...masak iya cuma satu aja sih?..." Sungut Anin pada suaminya. Hingga terlihat bibir manyun nya dan wajah sedikit masam.


"Iya-iya aku ambil lima nie...puas???" Ucap Rendi dengan sedikit gemas.


Lalu dengan senang Anin menghampiri suaminya yang baru saja turun dari atas pohon. Langsung lompat dari atas ranting pohon yang ia pijaki.


"Makasih suamiku sayang..."


Kata Anin dengan senyum mengembangnya,


Terlihat begitu gembira.


"Untung cantik," Gumam Rendi yang samar samar, Dan ia kira hanya ia yang mendengarnya.


"Apa!!" Ucap Anin dengan terkejutnya. Meski samar ia tetap bisa mendengarnya dengan jelas.

__ADS_1


"Nggak apa apa...aku nggak ngomong apa-apa kok sayang..." Jawab Rendi dengan nada suara terbata batanya, Lalu tersenyum cengir.


Merekapun bergegas pulang menuju ke kerumah, Dengan wajah senang dan perasaan bahagia keduanya di sepanjang perjalanan, Terlebih lagi Anin. Hingga sesampainya di rumah, Bi ani dan bi ana lansung membuatkan sambal mangga muda untuk istri tuannya tersebut. Nyonya muda kediaman yang mereka tempati.


Terlihat Rendi yang lelah habis gelayutan itu pun nggak habis pikir tingkah konyolnya barusan yang di lakukannya untuk pertama kali seumur hidupnya.


Hingga ia menyandarkan kepalanya di sandaran sofa ruang keluarga yang tengah ia duduki. Menengadahkan wajahnya dan memejamkan matanya sesaat, Meresapi tingkah nya yang barusan ia lakukan.


"Aaakh....ternyata capek manjat pohon daripada ngerjain tugas kantor," Gumamnya tiba tiba dengan mata yang masih terpejam.


Lalu dengan tiba tiba..."cup"...Rasanya hangat, Lembut...lembap. Pastilah ciuman istriku,"


Pikirnya, Masih dengan mata terpejamnya,


Dan perlahan lahan Rendi pun membuka matanya, Dan ternyata benar.


Dengan sigap Rendi membimbing istrinya melewati sofa, Untuk duduk di pangkuannya.


Seketika kedua tangan kekar rendi melingkar di pinggang isterinya, Dan di sambut tangan Anin mengalung di leher suaminya.


"Kak Rend...kelak kalau kita benar-benar punya anak, Apa kau akan tetap menyukaiku??" Tanya Anin asal asalan namun ingin tahu pula jawaban suaminya.


"Tentu masih suka mungkin...bertambah suka," Jawab Rendi dengan senyum yang mengembang.


"Sudah di makan sambal mangganya??"


Tanya rendi pada istrinya yang terlihat puas setelah makan.


"Sudah...tapi masih aku sisakan sedikit untukmu sayang,"


Kata Anin sambil mencium pipi suaminya.


"Kok cuma pipi??"


goda Rendi sambil bibir nya sedikit monyong,


Tanda ia meminta ciuman di tempat yang ia manyunkan.


"Malu di sini di lihatin si bibi kak...jangan ya..."


Kata Anin dengan wajah sudah memerah saking malu nya.

__ADS_1


"Yuk pindah ke kamar...."


Kata Rendi sambil beranjak berdiri dan menggandeng tangan istrinya, Anin hanya bisa mengangguk sambil mengikuti apa yang suaminya inginkan.


__ADS_2