Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa
Saudara Angkat


__ADS_3

Mendengar perkataan Shin Shui, Maling Sakti Hidung Serigala tidak langsung menjawab. Dia nampak berpikir untuk beberapa saat, mungkin sedang mempersiapkan permintaan yang tepat.


"Hemm, bagaimana Kepala Tetua bisa bertanya demikian?" tanyanya sedikit penasaran.


"Karena aku tahu, apapun di dunia ini, tidak ada yang gratis. Jadi aku sudah sangat yakin bahwa kedatanganmu kemari dan menawarkan informasi tentang keberadaan istriku serta tetua lainnya, sudah pasti ada sesuatu pula sebagai bayarannya," ujar Shin Shui tanpa basa-basi lagi.


Dalam hati, Maling Sakti Hidung Serigala memuji kecerdasan Shin Shui. Dia memang berniat untuk menukar informasi itu dengan sesuatu. Namum sesuatu tersebut, sudah pasti tidak akan dibayangkan oleh Shin Shui. Bahkan berpikir ke sana pun tidak.


"Kepala Tetua memang benar-benar cerdas. Aku kagum, sangat kagum. Memang benar aku ingin menukarkan informasi ini dengan sesuatu. Dan aku berharap, Kepala Tetua mau bermurah hati untuk mengabulkan permintaanku sebagai bayaran informasi," katanya masih dengan hormat dan penuh kesopanan.


Shin Shui diam menunggu perkataan Maling Sakti Hidung Serigala selanjutnya. Dia tidak terkejut sama sekali, karena sebelumnya memang dia telah menduga semuanya. Hanya saja, Shin Shui belum mengetahui sesuatu apa yang akan ditukar dengan informasi yang baginya sangat penting itu.


"Katakan saja sesutu itu. Kalau aku sanggup, tentu akan aku kabulkan,"


"Aku ingin diterima menjadi pengawal pribadi keluarga Kepala Tetua. Biarlah seumur hidup, aku akan mengabdi kepada Kepala Tetua," ucap Maling Sakti Hidung Serigala.


Perkataannya tenang. Bahkan penuh rasa percaya, tidak ada keraguan dalam ucapannya. Di saat dia berkata, orang itu memberikan sikap hormatnya yang sangat tinggi kepada Shin Shui.


Di lain sisi, tentu Pendekar Halilintar itu terkejut. Sangat terkejut. Bagaimana bisa seorang Maling Sakti Hidung Serigala yang terkenal pendekar pengembara dan tidak terikat sekte manapun, kini tiba-tiba ingin mengabdi kepada keluarganya.


Bukankah ini aneh? Pasti ada keinginan lain di balik ini. Tapi, keinginan apa yang dia inginkan? Shin Shui belum tahu, bahkan menyimpulkannya pun dia belum bisa.


"Maaf, apakah kau tidak bermimpi senior? Apakah kau tidak sedang bercanda atau mempermainkan aku?" tanya Shin Shui sambil menatap Maling Sakti Hidung Serigala penuh selidik.

__ADS_1


Dari bagian atas sampai bagian bawah, semuanya Shin Shui perhatikan. Sedikit banyak dia telah belajar bagaimana ciri-ciri seseorang hanya di lihat dari gerak tubuhnya saja.


Sayang, gerak tubuh yang menandakan bahwa seseorang sedang berbohong, tidak ditemukan dalam diri Maling Sakti Hidung Serigala. Menurut penglihatan Shin Shui, orang itu seperti memang bersungguh-sungguh.


Maling Sakti Hidung Serigala menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Shin Shui. Sesaat kemudian, senyuman simpul mekar di mulutnya.


"Seumur hidup, Maling Sakti Hidung Serigala tidak pernah melakukan kebohongan apapun dan kepada siapapun. Jangankan di hadapan Kepala Tetua Sekte Bukit Halilintar yang sudah terkenal ke seluruh jagat raya, bahkan di hadapan seorang pengemis jalanan pun, aku tidak berani berbohong. Dan aku rasa, semua orang tau tentang sifatku yang satu ini," ujar Maling Sakti dengan lantang, tegas, dan penuh wibawa.


Shin Shui tidak menampik semua perkataan si Maling Sakti Hidung Serigala itu. Semua yang dia ucapkan barusan, memang benar adanya. Siapapun tahu bahwa orang tersebut tidak pernah melakukan kebohongan seumur hidupnya.


Maling Sakti Hidung Serigala lebih berani disuruh untuk membunuh orang daripada harus membohongi orang. Jangankan kepada teman, sahabat, ataupun orang-orang yang sepihak dengannya, bahkan kepada musuh sekalipun, dia akan menjawabnya dengan jujur kalau di tanya. Kecuali, beberapa rahasia yang memang sangat tidak boleh untuk di bocorkan.


"Aku percaya atas semua ucapan senior. Tapi, apakah aku boleh tahu apa alasanmu ingin menjadi pengawal pribadi keluargaku?" tanya Shin Shui yang segera mengubah panggilannya, menjadi senior. Karena memang orang itu jauh lebih tua.


"Lalu, kenapa senior tidak memilih untuk bergabung saja dengan Sekte Bukit Halilintar? Aku bisa saja mengangkatmu menjadi seorang tetua,"


"Aku harap Kepala Tetua sudah tahu bahwa Maling Sakti Hidung Serigala, paling tidak suka terhadap berbagai macam aturan. Aku ingin bebas dan merdeka,"


"Apa bedanya kalau kau menjadi pengawal pribadi keluargaku? Bukankah sama saja?"


"Tentu saja berbeda. Kalau bergabung ke sekte, sudah pasti aku akan terikat dengan berbagai macam peraturan. Tapi kalau menjaga keluargamu, sudah pasti aku masih bebas untuk melakukan apapun. Selama hal itu tidak melepaskan tanggungjawab baruku. Dan aku yakin, Kepala Tetua adalah salah satu orang yang tidak terlalu menyukai berbagai macam peraturan,"


Shin Shui kaget. Tak disangka bahwa orang tersebut mampu mengetahui bagaimana sifatnya. Padahal, bertemu bertatap muka pun baru kali ini saja. Sebelumnya masing-masing dari mereka hanya saling mendengar tentang kehebatan dari berbagai berita yang tersebar.

__ADS_1


Dan memang begitulah sifat Shin Shui, dia tidak suka terhadap peraturan yang lebih. Bahkan penghormatan pun kalau dia bisa menolak, tentu dia akan menolaknya. Sayang, semua orang telah sepakat untuk tetap menghormati dirinya. Apalagi, perintah tersebut keluar dari mulut Kaisar Wei An sendiri.


"Baik. Aku percaya kepada senior. Mulai sekarang, kau adalah bagian dari keluargaku," kata Shin Shui lalu merangkul Maling Sakti Hidung Serigala.


Awalnya si Maling Sakti ingin bersujud untuk menyatakan tanda baktinya kepada Shin Shui. Namun Pendekar Halilintar itu segera melarangnya.


"Aku harap senior mau memberitahuku di mana keberadaan istriku dan yang lain," ujar Shin Shui.


"Jangan sebut aku senior. Sebut saja Yang Lin, atau kakak Yang," ucapnya tersenyum hangat.


"Baiklah kakak Yang, mohon beritahukan kepada adikmu ini di maan keberadaan mereka," kata Shin Shui sambil tertawa.


Keduanya tertawa. Shin Shui kemudian menuangkan arak yang tersedia di sana. Keduanya bersulang secara sederhana setelah melakukan sumpah.


Benar, sumpah sebagai saudara angkat. Bukan lagi sebagai orang yang menjaga. Maling Sakti pun kaget dengan keputusan Shin Shui, tapi hal ini tentu menambah rasa gembiranya.


"Adik Mei dan para tetua lainnya berada di belakang bangunan sederhana. Tapi bangunan itu dijaga oleh sepuluh orang Pendekar Dewa tahap empat. Dan lagi, bangunan tersebut masih merupakan daerah kekuasaan sekte besar," kata Yang Lin, nama asli dari si Maling Sakti Hidung Serigala.


Sekte besar? Hampir saja Shin Shui melompat saking kagetnya. Sudah tentu bahwa dia mengerti maksud dari saudara angkat barunya ini. Yang biasa disebut sekte besar adalah lima sekte utama Kekaisaran Wei. Kalau benar istrinya ada di sana, berarti sesuatu yang sudah terjadi beberapa waktu lalu, kini terjadi lagi.


###


Tolong bantu berikan rate bintang lima ya🙏

__ADS_1


__ADS_2