
Mendengar jawaban yang sangat sombong dari seorang bocah kecil, Naga Hitam Bersayap Delapan bertambah marah. Seumur hidupnya, baru kali ini saja ada seorang yang berani begitu kurang ajar kepadanya.
Yang lebih parah, pelakunya justru hanya merupakan bocah kecil.
Tokoh besar mana yang akan diam saja jika ada orang yang berani kurang ajar kepadanya?
"Lancang sekali mulutmu bocah tengik," kata si Naga Hitam Bersayap Delapan dengan marah.
"Ini mulutku, jadi terserah aku,"
"Bagus. Aku suka kepada bocah bernyali besar sepertimu,"
"Terimakasih. Tapi aku tidak suka kepada manusia sepertimu," jawab Chen Li sambil melemparkan senyuman ejekan.
Selapis hawa pembunuhan yang keluar dari tubuh Naga Hitam Bersayap Delapan semakin tebal. Tatapan matanya juga semakin mendorong tajam.
Tanpa terasa Chen Li merasa dadanya sesak. Untuk bernafas rasanya sangat sulit sekali. Pungungnya terasa di tindih sebuah batu yang sangat besar. Untuk berdiri pun sangat susah. Dia harus mengerahkan tenaganya agar bisa berdiri di posisi semula.
Brukk!!!
Secara tiba-tiba Chen Li ambruk. Tubuhnya terasa sangat lemas sekali. Wajahnya memucat putih seperti mayat. Mulutnya mengeluarkan darah segar. Bocah kecil itu meringis menahan rasa sakit yang tiada bandingannya.
Seumur hidupnya, Chen Li baru mengalami kejadian semacam ini. Rasa sakit yang dia derita saat ini sudah tidak bisa dilukiskan dengan apapun.
Huang Taiji menggeram sangat marah. Pria tua itu menotok Chen Li sehingga dia tak sadarkan diri. Segulung tenaga murni langsung dia salurkan untuk melindungi seluruh tubuh bocah itu.
"Bawa dia ke tempat yang lebih aman lagi," katanya datar kepada Huan Ni Mo.
Wanita Tombak Asmara tidak banyak bertanya ataupun berkata lagi. Dia segera membopong tubuh Chen Li lalu melompat ke belakang dan pergi dari sana. Dia berhenti setelah diperkirakan sudah berada dalam jarak yang aman.
"Tokoh besar macam apa kau? Berani sekali melukai seorang bocah kecil sepertinya," tukas Huang Taiji sangat tidak terima dengan apa yang dilakukan si Naga Hitam Bersayap Delapan.
Untuk diketahui, Naga Hitam Bersayap Delapan juga terkenal dengan jurus jarak jauhnya. Terutama jurus yang dia keluarkan dari tatapan matanya. Jika ada orang berilmu lemah menatap matanya terlalu lama, bisa dipastikan bahwa orang itu tidak akan mampu bertahan lebih lama.
Bahkan kalau Naga Hitam Bersayap Delapan mempunyai niat, siapapun lawannya, maka dia akan tewas hanya dengan tatapan matanya.
__ADS_1
Ilmu Mata Malaikat Maut memang benar-benar mengerikan. Ilmu itu juga sangat sesuai dengan namanya. Membawa rasa takut dan membawa kematian.
"Dia sudah melukai anakku. Bagaimana mungkin aku akan diam saja?"
"Ternyata kau tidak berbeda jauh dengan nenek tua yang ada di belakangmu itu," jawab Huang Taiji.
Saat itu, si Nenek Pedang Tunggal sudah merangkak untuk bangun kembali. Seluruh tubuhnya terasa sangat sakit. Tulang-tulangnya seperti patah di seluruh tempat. Untuk berdiri pun dia harus mengeluarkan seluruh tenaganya yang tersisa.
Saat mendengar ucapan Huang Taiji, dia sama sekali tidak menjawab. Nenek Pedang Tunggal hanya sanggup mendengus dingin. Matanya melirik sebentar dengan tatapan tajam.
Naga Hitam Bersayap Delapan dan satu anggota Orang Tua Perkasa yang tersisa juga melirik si nenek tua itu sekejap. Namun tidak ada yang bicara dari keduanya.
"Jangan samakan aku dengan nenek tua itu. Aku dan dia jelas berbeda," kata si Naga Hitam.
Huang Taiji tersenyum dingin.
"Dirimu dengannya memang berbeda. Tapi sifatmu sama. Aku tidak menyangka ternyata tokoh besar sepertimu seorang yang pengecut. Bagaimana jika hal tadi tersebar ke dunia persilatan? Bukankah kau akan menjadi bahan tertawaan umat rimba hijau?"
"Bangsat, mulutmu dengan bocah itu tidak jauh berbeda. Sepertinya kalian sudah bosan hidup," kata si Naga Hitam Bersayap Delapan memaki Huang Taiji.
"Aku akan mengantarkanmu pergi ke neraka sekarang juga,"
"Kau pikir sanggup untuk membunuhku?"
"Jangan pernah merendahkan kemampuan Naga Hitam Bersayap Delapan," teriaknya.
Wushh!!!
Orang itu mendadak melesat ke depan menyerang Huang Taiji. Empat serangan jarak jauh berkekuatan dahsyat menerjang ke arah tubuhnya.
Hawa kematian terasa semakin kental. Suara bergemuruh terdengar seperti raungan iblis dari mereka.
Duarr!!!
Huang Taiji terdorong dua langkah ke belakang. Tubuhnya sedikit limbung, untungnya pria tua itu sanggup mempertahankan posisinya kembali.
__ADS_1
"Bagus. Ternyata nama besar Naga Hitam Bersayap Delapan bukan cuma omong kosong," teriak Huang Taiji sambil menyerang lebih dulu.
Kakinya menjejak ke tanah lalu tubuhnya meluncur deras sambil melancarkan serangkaian serangan beruntun. Pendekar Pedang Tombak Tanpa Tanding mengeluarkan segenap kemampuannya.
Dunia menjadi terasa sesak. Udara seperti lenyap. Hawa kematian menjadi lebih kental dari pada sebelumnya.
Naga Hitam Bersayap Delapan menyongsong ke depan. Dia berniat menangkis serangan Huang Taiji dengan kedua tangannya.
Blarr!!!
Ledakan terdengar lagi. Dua tokoh kelas atas sama-sama terdorong ke belakang. Mereka melanjutkan pertarungannya kembali, benturan tangan dan kaki mulai terdengar meramaikan suasana.
Huang Taiji mencecqr Naga Hitam Bersayap Delapan dengan rangkaian Jurus Pukulan Neraka. Hawa panas yang teramat sangat menyelimuti seluruh tubuhnya. Setiap pukulan yang dia layangkan mengandung panas tiada banding.
Naga Hitam Bersayap Delapan sedikit kaget karena lawannya mampu mengeluarkan hawa panas yang demikian hebat. Untungnya dia mempunyai kekuatan di atas rata-rata. Sehingga meskipun hawa itu sangat panas, dia masih mampu untuk melawannya tanpa kesulitan sedikitpun.
Anggota Lima Orang Tua Perkasa yang tersisa terlempar puluhan langkah ke belakang. Dia menjadi korban salah sasaran dari pertarungan dahsyat tersebut.
Mulutnya mengeluarkan darah kental cukup banyak. Akibat luka dalam yang sangat parah, orang tua itu tewas tanpa diduga sebelumnya.
Kematiannya belum ada yang mengetahui dan menyadari. Sebab semua pasang mata sedang tertuju ke pertarungan antara Huang Taiji melawan Naga Hitam Bersayap Delapan.
Si Nenek Pedang Tunggal juga mengalami hal yang sama. Namun untungnya dia lebih dulu mundur jauh ke belakang, sehingga luka yang dideritanya tidak terlalu parah.
Sekarang dia baru tahu dan baru sadar sampai di mana kekuatan Huang Taiji yang sebenarnya.
Dua tokoh besar dunia persilatan tersebut bertarung semakin sengit. Sekarang pertarungan mereka sudah menggunakan senjatanya masing-masing. Si Naga Hitam Bersayap Delapan bertarung dengan menggunakan senjata berupa dua trisula kembar.
Trisula itu bukan trisula biasa, sebab senjata itu telah membunuh nyawa manusia entah berapa banyaknya. Dia menamakan senjatanya Dua Trisula Dewa, alasannya karena sampai sekarang, belum ada satu orangpun yang dapat menandinginya.
Jika dua orang pendekar dengan masing-masing senjata yang belum menemukan tandingannya satu sama lain, bukankah ini menjadi sebuah pertarungan seru dan paling menegangkan?
Trangg!!! Trangg!!! Trangg!!!
Dentingan nyaring terdengar sangat keras. Keduanya menggerakan senjata pusaka masing-masing dengan tenaga penuh. Jika serangan itu diarahkan ke sebuah bukit, niscaya bukit itu akan bergetar karenanya.
__ADS_1