Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa
Dendam Yang Terbalaskan


__ADS_3

Puluhan macam senjata dan puluhan jurus sudah keluar menebarkan kematian. Chen Li bersikap semakin waspada. Bagi ayahnya, mereka ini mungkin tak beda jauh dari gerombolan semut. Tapi bagi Chen Li, mereka tak ubahnya gerombolan serigala kelaparan.


Walaupun matanya tidak bisa melihat, tapi hatinya bisa mengetahui semuanya. Bahkan tajamnya melebihi mata manusia yang normal.


Hanya dengan gerakan sederhana, Chen Li mampu menghindari jurus demi jurus. Serangan demi serangan dia lalui secepat mungkin. Begitu ada kesempatan, dia langsung memberikan serangan balasan berupa sabetan atau totokan seruling giok hijau.


Tenaga dalam yang dia salurkan tak pernah berhenti. Semakin lama gerakannya semakin cepat. Namun semua serangan lawannya juga semakin hebat. Jurus demi jurus mereka keluarkan demi membunuh Chen Li.


Tetapi dia juga tidak bisa diam saja. Seruling gioknya terus berputar di antara semua serangan lawan. Seruling itu menebarkan cahaya hijau terang yang memenuhi langit.


Getaran tenaganya membuat serangan semakin dahsyat. Satu-persatu pasukan iblis dan siluman itu meregang nyawa. Rekan-rekan mereka yang lainnya bertambah marah saat Chen Li membunuhnya.


Berbagai macam serangan dan jurus menyerang dari segala arah. Tak ada celah bagi Chen Li untuk menghindar. Semua penjuru telah dikepung musuh. Untuk terbang, dia tidak punya sayap. Lagi pula dia belum bisa terbang seperti ayahnya.


Maka dengan nekad, tubuh Chen Li telah melesat menebarkan serangan kembali. Kaki tangannya bergerak. Semuanya mengambil posisi masing-masing. Seruling giok hijau dia mainkan.


Berbagai jurus dia keluarkan lagi mencoba untuk membebaskan diri dari kepungan. Namun siapa sangka, semakin banyak dia membunuh, lawan semakin berdatangan dan mengepungnya lebih rapat.


Chen Li merasa kebingungan. tak ada jalan lain kecuali mengeluarkan jurus terkuat yang mampu dia keluarkan.


Karena saat ini tahapan pelatihannya sudah mencapai Pendekar Langit tahap pertengahan, maka Chen Li sudah bisa mengeluarkan jurus kelima dari Kitab Seruling Pencabut Nyawa. Walaupun kekuatan yang akan keluar tidak begitu kuat, tapi mungkin sudah cukup untuk membantai beberapa pasukan iblis ini.


Karena keyakinan ini, dia bertekad untuk mencobanya. Tapi sebelum itu, diam-diam saat ada kesempatan, dia lebih dulu menelan Pil Pemulih Tenaga beberapa butir.


Ketika ada kesempatan yang cocok. Jurus tersebut segera dilancarkan.


"Meniup Seruling Menarik Sukma …"


Waktu disekitarnya terasa berhenti beberapa saat. Semua pasukan iblis terpaku karena sebuah tekanan besar. Cahaya hijau menjadi lebih berkilau beberapa kali lipat.


Chen Li mulai meniup serulingnya. Suara yang keluar dari seruling pusaka itu membuat pasukan iblis merasakan telinganya sakit seperti di tusuk-tusuk. Tubuh mereka bergetar hebat.

__ADS_1


Para pasukan iblis dan siluman yang mengurungnya mulai ketakutan. Bagian dalam mereka terguncang hebat akibat nada yang mengalun itu. Chen Li terus memainkan lagu.


Lagu ayang menggetarkan jiwa!


Detik demi detik terlalui, satu-persatu pasukan iblis tewas meregang nyawa dengan darah yang terus keluar dari lubang hidung dan telinganya.


Ini pertama kalinya Chen Li menggunakan jurus ini. Dan ternyata berhasil. Puluhan iblis dan siluman telah tewas. Dia terbebas dari kematian. Hanya saja, Li kecil juga merasa tubuhnya sangat lemas.


Andai kata dia tidak buru-buru menelan Pil Pemulih Tenaga, mungkin dirinya akan pingsan. Setelah merasa membaik, Chen Li segera mencari tempat akan untuk istirahat sejenak.


Pertarungan Kaisar Naga Merah, Naga Biru dan Naga Hijau sudah mencapai akhir. Ketiga siluman naga yang perkasa itu membantai semua pasukan iblis tanpa sisa. Semua jurus dahsyat yang mereka miliki di keluarkan serentak.


Selama itu, Chen Li menyaksikan semuanya. Dia tercengang tanpa mau berkedip karena hebatnya jurus tersebut.


Setelah semua pasukan iblis telah habis tanpa sisa dan berubah menjadi mayat, mereka segera berdiri sejajar menyaksikan pertarungan yang menegangkan. Chen Li juga langsung menghampiri mereka.


Keempatnya berdiri mematung menyaksikan pertarungan Pendekar Halilintar melawan Kaisar Tiga Mata Tiga Tanduk yang mengguncangkan langit menggetarkan bumi.


Kedua sosok itu bertarung di udara dengan semua jurusnya yang dahsyat. Angin kencang selalu berhembus seiring mereka melancarkan serangannya masing-masing.


Jurus itu sangat hebat karena bisa membuat Pendekar Halilintar merasa terdesak. Shin Shui dan yang lainnya tegang. Kalau Shin Shui saja tidak mampu mengalahkannya, maka sudah tidak ada harapan lagi.


Tetapi Shin Shui memang sengaja belum mengeluarkan kekuatan sepenuhnya. Dia ingin membuat lawan merasa unggul. Sebah jika begitu, kesombongan akan timbul dengan sendirinya. Dan dari kesombongan itulah akan tercipta celah karena tidak hati-hati.


Shin Shui paham akan hal ini. Dan ternyata memang benar, Kaisar Iblis terlihat sangat bangga bisa mendesak Shin Shui.


"Hahaha, ku akui kau memang hebat. Tapi sayangnya belum cukup untuk mengalahkanku," kata Kaisar Iblis sambil tertawa dengan sombongnya karena melihat Shin Shui tidak bisa keluar dari kurungan jurusnya.


"Kau yakin dengan ucapanmu itu?" ucap Shin Shui di tengah gempuran serangan.


"Ka-kau, bagaimana bisa kau masih dapat bicara," katanya kaget.

__ADS_1


"Hahaha, kau tidak perlu tahu. Yang jelas, terimalah kematianmu,"


Selesai berkata demikian, Shin Shui berteriak nyaring. Teriakannya menimbulkan gelombang kejut yang dahsyat. Dari gelombang itu keluar juga kekuatan hebat yang mampu menghancurkan semua jurus Kaisar Iblis.


Detik berikutnya Pendekar Halilintar sudah berdiri di udara tanpa luka sedikitpun. Melihat ini, Kaisar Iblis semakin terperanjat kaget. Seumur hidupnya mimpi pun tidak pernah, bahwa dia akam bertemu dengan manusia seperti ini.


Bagaimana mungkin ada orang yang mampu menyelamatkan diri dari semua jurus dahsyatnya? Dia tidak mau percaya semuanya, tapi sangat sulit untuk tidak mempercayai.


Dengan gerakan yang sangat kilat Shin Shui sudah tiba di hadapan Kaisar Iblis. Pedang Halilintar sudah dia sabetkan sekuat tenaga. satu kali serangan, tangan kiri iblis itu terbabat putus.


Dia menjerit keras menggetarkan langit. Namun Shin Shui tidak berhenti sampai di situ saja. Kali ini dengan kekuatan penuhnya, siapa yang bisa menahan setiap apa yang dia lakukan?


Tangan kirinya mengirimkan serangan tapak dahsyat yang mengandung kekuatan besar.


Kaisar Iblis meluncur deras ke tanah tanpa ampun. Cekungan seketika terbentuk saat dirinya terhempas ke bawah. Dia mencoba untuk bangkit berdiri, tapi belum berdiri sempurna, Shin Shui sudah mencengkeram lehernya dengan kuat.


"Kau yang membunuh dua saudaraku (Naga Emas dan phoenix biru). Hari ini, terimalah kematianmu di tanganku,"


Selesai berkata, Shin Shui melemparkan Pedang Halilintar ke atas menembus mega. Tangan kanannya mencengkram wajah iblis itu dengan sangat kuat. Kaisar Iblis bukan tidak mau melawan, tapak entah kenapa semua kekuatannya terasa hilang tanpa jejak. Tubuhnya benar-benar teras lemas.


Entah ilmu apa yang digunakan oleh Shin Shui.


"****** kau …"


Shin Shui menambah daya cengkramnya. Wajah itu langsung mengucurkan darah kehitaman. Lima jari Shin Shui menembus kulitnya.


Pedang Halilintar sudah kembali lagi ke tangan Shin Shui. Begitu digenggam, pedang itu dia sabetkan sekencang mungkin.


"Keukkhh …"


Suara tertahan terdengar memilukan. Kaisar Tiga Mata Tiga Tanduk tewas. Dia tewas dengan kepala dan tubuh terpotong.

__ADS_1


Kekejaman Shin Shui tak dapat dibayangkan. Tapi semua itu beralasan.


"Senior Cun, phoenix biru, dendam kalian sudah aku balaskan. Kejayaan Negeri Siluman akan kembali sebentar lagi. Kalian bisa tenang sekarang," kata Shin Shui lalu meneteskan air matanya kembali.


__ADS_2