
Pukulan itu berasal dari kepalan tangan kecil milik Chen Li.
Ya, benar. Memang dia yang memukul. Tetapi kalau tidak merasakan dan melihat secara langsung, siapapun tidak akan percaya bahwa bocah sekecil Chen Li mampu memukul seorang wanita iblis yang bahkan kekuatannya hampir menyamai sang ayah.
Padahal, semua orang tahu siapa itu Shin Shui atau yang sering dikenal dengan julukan Pendekar Halilintar. Dia merupakan pendekar terkuat di Kekaisaran Wei pada zaman ini.
Kalau Shin Shui saja sekuat itu, bisa dibayangkan sampai di mana ilmu si Dewi Iblis ini.
Tetapi sekarang dia harus menelan rasa pahit. Mau tidak mau dia harus mengakui bahwa ada seorang bocah kecil yang bahkan mampu memukulnya hingga tersungkur ke depan.
Akibat dari pukulan Chen Li barusan, Dewi Iblis dibuat masuk ke dalam jurus milik Chen Li.
Tubuhnya tertelan tanah yang mirip dengan gelombang tsunami. Semua orang menatap tidak percaya atas apa yang sedang terjadi saat ini.
Kalau secara sadar sepenuhnya, memang mustahil bagi Chen Li mampu melakukan hal dahsyat ini. Tetapi kali ini dia tidak sadar, semua yang dia lakukan adalah akibat dari kemarahan yang sudah memuncak karena melihat ayahnya di sedang gelap dari berbagai titik.
Dan yang keluar, adalah kekuatan yang merupakan anugerah dari para dewa.
Padahal kalau saja Shin Shui tidak berniat untuk memberikan pertolongan kepada para murid utama yang sedang bertarung, rasanya mustahil kalau dia sampai terluka parah seperti itu.
Apa boleh buat, semuanya sudah terjadi dan tidak mampu dihindari lagi.
Namun di balik semua itu, pihak lawan juga kini harus menerima kenyataan yang tidak pernah terbayangkan sepanjang hidup mereka.
Semua tetua lawan memandang dengan mulut hampir menyerupai huruf O. Mereka di buat penasaran oleh tindakan Chen Li yang mampu menelan pemimpin mereka dalam jurus dahsyatnya.
Di dalam gelombang tanah tersebut, Dewi Iblis sedang berusaha sekuat tenaga untuk membebaskan dirinya yang kini terperangkap.
Semua tenaga sudah dia kerahkan supaya dapat membebaskan diri.
__ADS_1
Memang tidak percuma dia menjadi sosok pemimpin sebuah pasukan hebat, setelah beberapa saat berusaha keras, pada akhirnya dia berhasil lepas juga dari jurus Chen Li yang baginya sangat mengerikan itu.
Tapi, kejadian di luar dugaan semua orang kembali terjadi. Bocah itu berteriak seperti sebelumnya dengan suara yang menggelegar. Bahkan teriakan kali ini dua kali lebih keras dan mengerikan.
Dari titik di bola matanya, muncul kembali satu unsur.
Unsur api.
Titik lainnya di bola mata Chen Li sudah terbuka.
Hawa panas segera menyeruak ke seluruh hutan Bukit Awan. Chen Li mulai menggerakkan kedua tangannya.
Dua pusaran api terbentuk setinggi puluhan tombak dengan diameter sepuluh tombak. Panas yang keluar dari api tersebut melebihi rasa panas apapun di dunia ini.
Dua tornado api mulai bergerak melesat kencang menerjang sasaran. Satu mengarah ke Dewi Iblis. Sedangkan satu lagi mengarah ke seluruh tetua lawan yang tersisa.
Hanya dalam sekejap mata, dua tornado tersebut sudah tiba di hadapan semua musuhnya.
Jurus dahsyatnya yang mengandung racun kembali dia keluarkan.
Gumpalan asap hitam dengan bau yang sangat menyengat mulai tercium oleh semua orang yang ada di sana. Sedangkan tubuh wanita itu sendiri diselimuti oleh gumpalan asap yang dia ciptakan sendiri.
Dua jurus bertemu. Ledakan besar terdengar menggelegar bagaikan bumi bertubrukan dengan planet lain.
Tanah berguncang keras. Bahkan puluhan batang pohon seketika itu juga roboh lalu hangus terbakar api.
Kobaran api mulai memenuhi seisi hutan. Semua hutan terbakar akibat jurus dahsyat yang Chen Li lancarkan. Tidak berhenti sampai di situ, bahkan kali ini dia sendiri yang melesat terbang untuk bertarung langsung melawan Dewi Iblis.
Tangan kanannya mengeluarkan kobaran api berwarna biru. Sedangkan tangan kirinya berwarna cokelat mengandung kekuatan bumi yang agung.
__ADS_1
Sementara itu, tornado api yang tadi meluncur deras ke arah semua tetua lawan, berhasil menelan korban jiwa. Tidak kurang dari lima orang tetua sudah hangus terbakar menjadi debu hanya karena satu jurus saja.
Bisa dibayangkan bagaimana mengerikannya kekuatan dari mata tersebut. Suatu saat nanti, itulah kekuatan Chen Li yang sesungguhnya.
Hanya saja, perjalanan untuk membuka semua unsur di bola matanya sangatlah panjang dan penuh dengan perjuangan. Namun walaupun begitu, menurut ramalan Lao Yi, justru suatu saat cucu muridnya itu akan mampu mencapai titik tersebut.
Chen Li sudah melancarkan serangan pertama ke Dewi Iblis. Sebuah pukulan maha panas sudah menerjang mengarah ke leher. Kalau Dewi Iblis pendekar biasa, sudah pasti dia akan langsung gosong karena hawa apinya saja.
Tapi sayangnya dia bukanlah pendekar biasa. Dia merupakan pendekar wanita yang luar biasa karena mampu mengimbangi Shin Shui.
Mendapati serangan hebat seperti itu, wanita cantik berhati iblis tersebut langsung menghindari dengan gerakan sederhana. Saat berhasil, dia sudah mengirimkan kembali serangan balasan yang tidak kalah hebatnya.
Benturan tangan dan kaki mulai mewarnai pertarungan. Berbagai macam jurus mengerikan sudah dilancarkan oleh Chen Li.
Yang unik dari kekuatan Chen Li adalah kekuatan tersebut tidak terlalu berefek kepada orang yang memang bukan sasarannya. Terbukti sekarang, para tetua yang ada di pihaknya justru hanya merasakan hawa mengerikan saja. Tanpa merasa ketakutan atau apapun lagi. Padahal sudah jelas bahwa api berkobar mengelilingi mereka.
Para tetua dan yang lainnya hanya melihat bagaimana mengerikannya jurus bocah kecil itu.
Entah bagaimana bisa seperti itu. Semua orang bingung. Bahkan penulisnya sendiri pun bingung.
Pertarungan Chen Li dan Dewi Iblis sudah mencapai ratusan jurus. Keduanya sudah berusaha sebisa mungkin untuk menumbangkan lawan. Walaupun keadaan masih tampak imbang, tapi jika di teliti lagi, justru Chen Li mulai berhasil mendesak Dewi Iblis.
"Hei kalian, bantu aku bodoh. Apakah tidak lihat bahwa aku hampir mati oleh bocah sialan ini?" teriak Dewi Iblis di sela-sela gempuran yang diberikan oleh Chen Li.
Mendengar teriakan dari pemimpin mereka, tak kurang dari lima belas tetua sudah melesat ke arah yang sama. Yaitu ke pertarungan pemimpin mereka.
Hanya dalam waktu singkat saja, belasan tetua sudah sampai di arena pertarungan hidup dan mati.
Pihak dari Shin Shui bukan tidak ada yang berniat untuk membantu, tetapi keadaan lah yang membuat mereka hanya terdiam. Namun tidak bagi Yuan Shi, Kepala Tetua Sekte Pedang Emas itu sebelumnya berhasil menghalau dua tetua.
__ADS_1
Sekarang dia sedang bertarung kembali. Untung bahwa lawan yang sekarang lebih mudah dari pada yang tadi dia hadapi. Sehingga walau pertarungan baru berjalan sebentar saja, sudah bisa terlihat bahwa orang tua itu mulai menguasai pertarungan.
Karena waktu dan sisa tenaga yang terbatas, Yuan Shi segera melancarkan jurus dahsyatnya lagi. Sebisa mungkin dia ingin menyelesaikan pertarungan ini supaya tenaganya tidak terkuras habis.