Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa
Lima Naga


__ADS_3

Blarr!!!


Satu sosok terlempar sangat deras ke belakang. Sosok itu bergulingan puluhan kali. Jubah putihnya langsung dibasahi oleh merahnya darah. Dia terluka parah karena terkena serangan lawan yang sangat hebat.


Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Chen Li. Bocah itu paling lemah di antara yang lainnya. Tapi semangatnya justru tidak kalah dari semua tokoh yang hadir.


Chen Li hanya bermodalkan tekad untuk membela sekte. Dia masih bocah, jadi cerobohnya belum mampu dikuasai.


Shin Shui, Yun Mei dan Huang Taiji terkejut. Tetapi tidak ada yang dapat mereka lakukan kecuali terus menyerang dan meladeni musuh.


Karena jika menarik kembali serangan, niscaya malah mereka sendiri yang akan terluka. Bahkan bukan tidak mungkin ketiganya akan tewas.


Shin Shui meraung keras. Suaranya diikuti juga oleh raungan naga halilintar di belakangnya. Yun Mei berteriak sangat keras sekali. Huang Taiji menggeram.


Semuanya mengeluarkan jurus lebih hebat lagi. Kemarahan akibat melihat Chen Li terluka, ditumpahkan dalam jurusnya masing-masing.


Gelegar!!!!


Beberapa kali suara yang sama terdengar. Seribuan pasukan musuh terlempar sangat jauh. Mereka tewas saat itu juga. Tidak ada yang sempat mengeluarkan suara teriakan kematian. Semuanya tewas dalam diam dan perasaan yang sulit dijelaskan.


Sepuluh tokoh kembali meregang nyawa. Yang tersisa dari ribuan musuh hanya lima orang tokoh saja. Itupun dalam keadaan sedikit terluka. Yang tersisa adalah yang terkuat.


Shin Shui berniat untuk membunuhnya saat itu juga. Sayangnya sebelumnya niat itu dilakukan, dirinya merasa ada kekuatan yang sangat dahsyat. Kekuatan itu sudah beberapa kali dia rasakan sebelumnya.


Langit dan bumi sendiri seperti bergidik ngeri. Bumi mengeluarkan bebatuan dari dasar tanah. Angin berhembus sangat kencang seperti sedang turun badai. Secara tiba-tiba, kobaran api mendadak muncul dan membakar apa saja di kejauhan sana. Hujan halilintar terjadi, bahkan saking hebatnya, naga halilintar yang dibelakang Shin Shui sampai meraung-raung.


Seolah naga itu sendiri merasa takut.


Langit mendadak menurunkan hujan yang sangat deras sekali. Hanya dalam sekejap, banjir terjadi. Padang rumput yang menyimpan ribuan mayat itu langsung berubah seperti lautan. Mayat mengapung di atas air. Begitu juga dengan pepohonan yang rubuh. Semuanya mengapung.


Chen Li mendadak bangkit dari pingsannya. Bola mata yang mengerikan itu terlihat lagi. Senyuman yang paling menyeramkan itu tampak lagi. Bola mata yang aneh. Bola mata yang sangat mengerikan. Lima unsur telah terlihat di bola mata Pendekar Tanpa Perasaan.


Dia mendadak tertawa. Tawa yang mengandung kekuatan agung sekaligus sangat mengerikan. Bukan hanya pihak musuh yang merasakan hal ini, bahkan Shin Shui sendiri juga merasakannya.


Grrrr!!!


Suara raungan terdengar banyak. Jumlahnya seperti ada lima. Raungan itu seperti raungan naga. Naga yang mempunyai kekuatan dahsyat.


Wushh!!!

__ADS_1


Kobaran api mendadak membakar di hadapan lima tokoh musuh yang tersisa. Angin yang berhembus secara tiba-tiba menciptakan satu pusaran dahsyat. Begitu juga dengan hujan halilintar.


Singkatnya, semuanya berubah menjadi satu. Lima kekuatan paling dahsyat menyatu. Jika sudah seperti ini, siapa yang sanggup menahannya?


Wushh!!!


Satu sosok melesat sangat cepat. Kecepatannya tidak bisa dibayangkan. Bahkan Shin Shui sendiri masih kalah di bawahnya.


Crashh!!!


Lima kepala terlempar sangat jauh. Lima tubuh ambruk ke tanah. Semua kejadian itu berlangsung dalam waktu satu kedipan mata.


Semua orang terbengong. Sepanjang mengembara di dunia persilatan, para tokoh itu belum pernah melihat kekuatan seperti ini. Mereka juga belum pernah menyaksikan pembunuhan sesingkat ini. Apalagi korbannya merupakan tokoh kelas atas.


Jurus apa itu? Apakah manusia yang melakukannya?


Semuanya berdiri mematung. Tidak ada yang bergerak di antara mereka. Sedikitpun tidak. Mungkin bernafas pun tidak berani.


Semuanya merasa ngeri. Semuanya merasa takut.


Shin Shui mendadak maju ke depan. Huang Taiji juga sama. Kedua saudara angkat telah berdiri berdampingan. Tanpa kata dan tanpa memandang sedikitpun.


Wushh!!!


Shin Shui melesat ke depan. Pedang Halilintar memberikan tebasan maut. Tetapi sebelum pedang itu mencapai sasaran, Shin Shui telah terpental. Hampir saja Pedang Halilintar ikut lepas dari genggamannya.


Naga halilintar meraung marah. Dia menerjang melancarkan serangan ke arah Chen Li yang sedang berada dalam mode Mata Dewa. Namun lagi-lagi sesuatu diluar dugaan terjadi. Seekor naga yang lebih besar mendadak muncul di belakang Pendekar Tanpa Perasaan.


Naga halilintar milik Shin Shui langsung diam di tengah-tengah.


Blarr!!!


Naga itu terlempar jauh. Begitu juga dengan Shin Shui.


Semua tokoh yang hadir dibuat semakin terkejut setengah mati. Jika Shin Shui saja tidak sanggup mendekati Chen Li, lantas siapa yang sanggup melakukannya?


Huang Taiji berdiri mematung. Matanya menatap tajam ke arah Chen Li. Mata yang mewakili lima unsur itu menyala terang memperlihatkan rasa marah yang teramat sangat.


Tetapi Huang Taiji tidak takut sama sekali. Dia masih ada di posisi semula. Kedua tangannya dilipat di dada. Pendekar Tombak Tanpa Tanding mendadak memejamkan matanya.

__ADS_1


Chen Li yang sedang dikuasai oleh Mata Dewa juga sama. Sepasang mata menyeramkan itu mendadak terpejam. Bahkan dia juga mengikuti apa yang dilakukan oleh Huang Taiji. Kedua tangannya dilipat di dada.


Di alam sana, di sebuah tempat luas yang tidak apapun kecuali mereka berdua, dua sosok saling pandang dalam jarak beberapa langkah.


"Kau tahu siapa aku?" tanya bocah itu. Tapi suaranya sangat berbeda dari biasanya.


"Kau jelmaan dari naga api,"


"Hahaha, bagus, bagus. Ternyata kau mengenalku,"


"Dan kau tahu siapa aku?"


"Tidak,"


"Perkenalkan, aku pengawal Dewa Lima Unsur yang sengaja diutus untuk menjaga bocah istimewa ini," kata Huang Taiji dengan santai.


Si naga api tersentak kaget. Tetapi hanya sesaat, karena detik berikutnya dia terlihat santai lagi.


"Apa yang akan kau lakukan?" tanyanya.


"Aku meminta kalian segera keluar dari tubuhnya sekarang juga,"


"Kenapa?"


"Bocah ini masih kecil. Belum waktunya dia menerima kekuatanmu,"


"Kalau aku tidak mau menuruti perkataanmu?"


"Terpaksa aku akan mengeluarkan Segel Para Dewa,"


"Ja-jangan, jangan. Aku tidak kuat menahan rasa sakitnya. Jangan lakukan itu," ucap si naga api ketakutan.


Segel Para Dewa adalah segel khusus yang diciptakan Dewa untuk menyegel para naga peliharaannya. Jika ada naga yang membangkang, maka segel itu akan menjadi jalan satu-satunya supaya si naga tersebut menurutinya kembali.


Jika sampai segel itu dikeluarkan, naga yang menjadi sasarannya akan merasakan sakit yang tiada bandingannya di dunia. Karena alasan itulah, para naga lebih memilih tunduk dari pada membangkang.


"Kalau begitu keluar sekarang juga. Belum waktunya kau menampakkan diri,"


"Tetapi bocah ini dalam bahaya. Bagaimana mungkin aku membiarkannya? Jika bocah ini mati, kami para naga juga akan tewas,"

__ADS_1


"Kau keluar bersama naga halilintar dan naga angin, biarkan naga air menyatu dengan bocah ini sekarang,"


__ADS_2