
Shin Shui memicingkan matanya sambil terus memandangi ratusan titik hitam tersebut. Kalau Shin Shui memicingkan mata penuh curiga, maka Kaisar Wei An memandang ratusan titik itu dengan penuh senyuman.
"Kau tahu siapa mereka?" tanya Kaisar Wei An kepada Shin Shui.
Tentu saja dia tidak tahu. Selama Pendekar Halilintar sering mengunjungi Istana Kekaisaran, dirinya belum pernah melihat ratusan titik hitam tersebut.
Apakah mereka merupakan musuh? Atau merupakan orang-orang sendiri?
"Aku tidak tahu sama sekali siapa mereka,"
"Mereka adalah Pasukan Elit Rahasia Istana Kekaisaran Wei, mereka adalah pasukan elit yang dibentuk lima tahun belakangan ini,"
Shin Shui terkejut. Pasukan Elit Rahasia Istana Kekaisaran Wei? Dia baru mendengar nama pasukan itu. Pendekar Halilintar benar-benar merasa asing dengan nama pasukan tersebut.
Yang dia tahu pihak pemerintahan hanya mempunyai pasukan yang bernama Pasukan Mata-mata. Setahu Shin Shui, kelompok itu saja merupakan pasukan yang bergerak secara rahasia, lantas, apa bedanya dengan pasukan yang tadi disebutkan oleh Kaisar?
"Apa bedanya Pasukan Mata-mata dengan Pasukan Elit Rahasia Istana Kekaisaran Wei ini Kaisar?"
"Keduanya hampir sama. Hanya saja Pasukan Elit Rahasia Istana Kekaisaran Wei ini bergerak lebih sempurna. Mereka terdiri dari para pendekar jebolan sekte ternama, semua anggotanya merupakan pendekar kelas atas. Mereka bergerak dalam diam. Pasukan ini dapat mencari informasi tanpa diketahui oleh siapapun karena mereka bisa menyamar menjadi siapa saja dengan sangat mirip. Pasukan ini lebih rahasia dari pada pasukan rahasia lainnya,"
"Jadi secara tidak langsung, Pasukan Elit Rahasia Istana Kekaisaran Wei ini merupakan bentuk sempurna dari Pasukan Mata-mata?" tanya Shin Shui lebih lanjut lagi.
"Tepat sekali. Dengan adanya mereka, aku dapat mengetahui pergerakan musuh bukan hanya yang besar saja, bahkan sampai gerakan yang terkecil sekalipun, aku bisa mengetahuinya," kata Kaisar Wei An tersenyum bangga.
Shin Shui menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Dia juga gembira. Tak disangka, ternyata Kaisar Wei An mampu melakukan hal yang tak terduga dan bakan sanggup mengejutkan dirinya.
Ratusan titik hitam itu secara perlahan mulai mendekat. Kekuatan dahsyat yang mengerikan terasa menyelimuti bumi dan seisinya. Udara terasa sangat sesak. Shin Shui sedikit kaget saat merasakan pancaran dahsyat yang keluar dari ratusa pasukan tersebut.
"Berapa jumlah keseluruhan Pasukan Elit Rahasia Istana Kekaisaran wei?" tanya Shin Shui kepada Kaisar Wei An.
"Jumlah semuanya dua ratus tiga puluh sembilan orang. Semuanya merupakan Pendekar Dewa. Yang paling rendah Pendekar Dewa tahap tiga, yang tertinggi Pendekar Dewa tahap lima akhir,"
Untuk kesekian kalinya, Pendekar Halilintar dibuat terkejut kembali. Meskipun bagi seorang Kaisar mampu mengumpulkan pendekar hebat sebanyak itu, namun hal tersebut tetap bukanlah sesuatu yang mudah.
__ADS_1
Apalagi mereka berasal dari berbagai macam sekte yang berbeda.
Tapi hebatnya, Kaisar Wei An justru mampu menyatukan mereka dalam sebuah perbedaan itu sendiri.
"Kau benar-benar hebat. Aku sungguh dibuat kagum kali ini," puji Shin Shui dengan tulus.
"Aku belum lebih hebat jika dibandingkan denganmu. Kau sendiri mempunyai seratus murid pilihan yang tidak jauh berbeda dengan pasukan elit pemerintah,"
"Dari mana kau tahu?" tanya Shin Shui penasaran.
Terkait seratus murid pilihan yang dilatih khusus ini, seingatnya dia tidak pernah menceritakannya kepada siapapun. Bahkan mungkin empat sekte terbesar di Kekaisaran Wei sendiri tidak ada yang mengetahui. Lalu, bagaimana Kaisar Wei bisa tahu?
"Apakah kau sudah lupa bagaimana kehebatan Pasukan Elit Rahasia Istana Kekaisaran Wei?"
"Kau benar. Sekarang aku percaya bagaimana mengerikannya pasukan ciptaanmu itu," kata Shin Shui tidak dapat menyangkalnya.
"Tapi mereka tidak terlalu ahli dalam strategi, mereka tidak seahli seratus murid pilihanmu itu," ujar Kaisar Wei An tetap merendah kepada Shin Shui.
Kedua orang itu hanya tersenyum. Dalam hatinya masing-masing, mereka saling memuji satu sama lain.
Dua ratus tiga puluh sembilan orang Pasukan Elit Rahasia Istana Kekaisaran Wei sudah berdiri di hadapan Kaisar Wei An dan yang lainnya. Mereka memberikan hormat secara serentak. Mereka juga bangun dengan serentak.
Pergerakan pasukan itu sungguh memukau. Mereka selalu kompak dalam melakukan apapun. Shin Shui semakin kagum terhadap pasukan tersebut.
Seorang pemimpin dari Pasukan Elit Rahasia Istana Kekaisaran Wei maju tiga langkah ke depan. Dia langsung memberikan laporannya kepada Kaisar Wei An.
"Pergerakan musuh semakin gencar. Hampir di seluruh wilayah Kekaisaran Wei, sekarang sedang terjadi pertempuran yang cukup dahsyat. Untungnya selalu datang beberapa orang tokoh yang memberikan bantuan kepada pasukan kita sehingga jumlah korban bisa di minimalisir, untuk saat ini, pasukan musuh telah dibuat mundur sementara waktu," kata pemimpin tersebut melaporkan hasil penyelidikannya dari kalangan.
"Bagaimana dengan rakyatku?"
"Semua rakyat yang daerahnya menjadi medan peperangan telah di evakuasi ke tempat yang lebih aman. Sekarang mereka berada dalam pengawasan tentara Kekaisaran,"
"Bagus. Cari informasi kembali terkait pergerakan musuh. Pastikan tidak melakukan kesalahan apapun, mereka mundur hanya sementara waktu. Setiap saat, musuh bisa saja kembali lagi bahkan dengan kekuatan yang jauh lebih besar dan lebih kuat dari apa yang kita bayangkan," tegas Kaisar Wei An.
__ADS_1
"Baik. Hamba mengerti,"
"Bagus. Siapkan perbekalan kalian terlebih dahulu. Setelah semuanya siap, kalian harus segera kembali lagi,"
"Baik Kaisar. Kami mendengarkan,"
Pasukan Elit Rahasia Kekaisaran Wei langsung mengundurkan diri saat itu juga. Mereka datang secara kompak dan pergi dengan kompak juga.
"Mereka benar-benar luar biasa," puji Shin Shui entah yang ke berapa kali.
"Mereka memang luar biasa,"
Keduanya berdiri dalam diam. Dua pasang mata memandang jauh ke depan sana. Seperti sedang menerawang atau membayangkan suatu kejadian. Tapi entah itu kejadian apa, karena yang tahu hanyalah mereka sendiri.
Angin tengah malam berhembus lirih mengibarkan pakaian mewah dua tokoh kelas atas tersebut.
Wushh!!!
Cahaya merah tiba-tiba melesat ke atas dengan sangat cepat. Cahaya itu terlihat tanpa diduga dan lenyap tanpa disangka.
Shin Shui tertegun. Dia baru melihat cahaya seperti itu, tidak ada ledakan, tidak ada apapun. Namun seperti membawa sebuah pertanda.
"Aku harus pergi dulu," ujar Shin Shui.
"Kau mau pergi ke mana?" tanya Kaisar Wei An penasaran.
"Sekitar Kotaraja. Sepertinya ada beberapa tempat yang harus aku periksa,"
"Baiklah,"
Kaisar Wei An tidak melarang Shin Shui. Karena dia sendiri tahu, jika Pendekar Halilintar ingin melakukan sesuatu, siapapun tidak akan ada yang bisa menahannya. Kasarnya, jangankan manusia, para Dewa sendiri mungkin juga sama.
Wushh!!!
__ADS_1
Cahaya biru melesat sangat cepat ke depan sana. Gugusan cahaya masih membekas di tengah kegelapan malam. Hanya sesaat, Pendekar Halilintar telah menghilang dari pandangan.