Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa
Keputusan


__ADS_3

Chen Li sudah duduk bersama dengan para tokoh Perkumpulan Pengemis. Mereka semua sedang pesta arak. Puluhan arak wangi yang didatangkan dari daerah penghasil arak ternama sudah digelar di meja yang panjang itu.


Puluhan krat daging juga tersedia. Mereka sedang bersulang. Pesta semacam ini bagi mereka dianggap sebagai rasa syukur.


Perkumpulan Pengemis merasa sangat bersyukur karena telah ditemukannya Tiong Jong yang beberapa waktu belakangan ini menghilang secara misterius.


Chen Li duduk di dekat Beng Koan dan To Cun. Ketiganya sudah pernah bicara sebelumnya, oleh sebab itulah mereka tampak lebih akrab.


Terlebih lagi Pendekar Tanpa Perasaan sendiri.


"Tuan muda Li, kami sangat-sangat berterimakasih karena kau berhasil menemukan pemimpin kami. Aii, kami tidak tahu harus membalas budi baik ini dengan apa. Rasanya seisi dunia pun masih kurang untuk menyatakan rasa terimakasih kami," kata Beng Koan mengawali pembicaraan serius di antara mereka bertiga.


Chen Li tersenyum sebelum menjawab perkataan itu.


"Tuang Beng tidak perlu sungkan-sungkan seperti itu. Aku sama sekali tidak membutuhkan ataupun mengharapkan imbalan apapun. Aku melakukan semua ini karena kepedulian terhadap sesama,"


Beng Koan dan To Cun menganggukkan kepalanya beberapa kali. Kedua orang tua itu pun tahu bagaimana sifat dan karakter Pendekar Tanpa Perasaan.


Karena alasan itulah dia tidak mau memaksa kehendak Chen Li. Sebab kalau dipaksa, maka urusannya akan jauh lebih rumit dari apa yang mereka bayangkan.


"Aii, Tuan muda benar-benar baik hati. Kami jadi tidak enak, suatu saat nanti pasti kami akan membalas dengan sesuatu yang setimpal," timpal Beng Koan dengan sikap penuh rasa hormat.


"Terimakasih," jawab Chen Li dengan singkat.


"Setelah dari sini, ke mana tujuan Tuan muda selanjutnya?" tanya To Cun ikut nimbrung.

__ADS_1


"Mungkin aku akan pergi ke Kekaisaran Tang,"


"Apakah di sana Tuan muda banyak urusan juga?"


"Sangat banyak. Urusan pribadi,"


To Cun segera mengunci mulutnya rapat-rapat. Dia tidak mau bertanya terlalu mendalam sebab hal itu bisa dikategorikan tidak sopan.


"Ah, baiklah kalau begitu. Semoga langit selalu melindungi Tuan muda. Ngomong-ngomong, kapan Tuan muda akan pergi?" tanya Beng Koan.


"Sekarang juga aku akan pergi. Lebih cepat, lebih baik lagi,"


"Aii, kenapa Tuan muda selalu terburu-buru?" tanya To Cun agak kecewa.


Dia menyukai pemuda seperti Chen Li. Orang tua itu ingin duduk dan minum arak lebih lama lagi dengannya. Sayang, pemuda itu justru ingin cepat-cepat pergi.


Chen Li langsung bangkit berdiri. Setelah itu dia segera berpamitan kepada Beng Koan dan To Cun serta kepada para tokoh lainnya lagi.


"Tuan muda tidak mau bertemu dengan pemimpin kami?" tanya Beng Koan lebih lanjut.


"Tidak perlu. Biarkan dia istirahat. Sampaikan saja salamku kepada Tuan Tiong Jong. Kelak jika ada waktu, kita pasti berjumpa lagi,"


"Ah, baiklah. Nanti akan kami sampaikan,"


Chen Li tersenyum. Setelah itu dirinya segera berjalan keluar dari ruangan tersebut. Para tokoh Perkumpulan Pengemis yang hadir di sana ikut mengantar kepergian Pendekar Tanpa Perasaan hingga ke halaman utama.

__ADS_1


"Semuanya, sampai jumpa lagi …" kata Chen Li sambil melambaikan tangannya.


Wushh!!!


Bayangan putih melesat secepat kilat. Hanya beberapa saat saja, pemuda itu sudah berada jauh diluar wilayah Perkumpulan Pengemis. Bayangannya mulai menghilang di pandangan mata semua orang-orang tersebut.


###


Sebelumnya mohon maaf ya, mungkin keputusan ini dapat membuat kalian kecewa. Tapi mau bagaimana lagi, tidak bisa dipungkiri, kami pun membutuhkan hasil dari jerih payah menulis.


Saya mengambil keputusan untuk melanjutkan novel ini nanti. Sebab di sini sudah habis "jatah"nya. (Para penulis pasti tahu apa maksudnya).


Mungkin ke depannya, saya akan meneruskan kisah Chen Li di novel yang berbeda. Sebab petualangannya masih cukup panjang. Karena dia akan menyelesaikan dendam membara di dua Kekaisaran lainnya. Yaitu Kekaisaran Tang dan Kekaisaran Wei.


Di novel nanti bakal muncul tokoh-tokoh sebelumnya. Bahkan muncul juga sang legenda.


Dendam berdarah bakal lebih ramai. Pertarungan juga semakin dahsyat. Dan mungkin ceritanya juga akan lebih menarik lagi. Sebab nanti akan dibumbui oleh kisah romantis (meskipun tidak terlalu banyak, karena saya belum ahli di bidang itu wkwk)


Selain itu, di cerita nanti juga bakal banyak intrik, jebakan, misteri dan masalah lainnya lagi.


Masalah di mana saya meneruskan, nanti bakal saya kasih tahu di sini. Untuk yang ingin mengikuti jejak Chen Li, jangan hapus novel ini dari daftar favorit kalian yaa. Nanti bakal diumumkan di sini.


Untuk sementara, silahkan baca novel saya yang satu lagi. Judulnya Pendekar Tanpa Nama. Itu masih up tiap hari … muehehe.


Ada juga novel lainnya di W3bnov3l. Untuk sementara di sana up seminggu sekali. Kalo udah "terikat tali" nanti bakal up tiap hari. Judulnya Pendekar Pedang Pencabut Nyawa. Latarnya Pasundan.

__ADS_1


Sekali lagi maaf ya kalau keputusan ini membuat kalian kecewa🙏salam hangat untuk semuanya … see you☕


__ADS_2