
Shin Shui terus bergerak ke segala arah. Jurus tingkat tinggi dari berbagai kita yang dia pelajari, mulai dikeluarkan juga akhirnya. Pedang Halilintar yang terkenal sebagai senjata pusaka tingkat tinggi sudah tergenggam di tangan kanan dengan erat.
"Tornado Halilintar …"
"Pedang Halilintar Menyapu Iblis …"
"Wushh …"
"Wushh …"
Sinar biru terang sepanjang ratusan kaki, memancar keluar dari Pedang Halilintar. Sinar itu menyapu seluruh pasukan iblis dan siluman Kaisar Tiga Mata Tiga Tanduk.
Sebelum itu, tiga kali sambaran halilintar menyambar bumi menggelegar di telinga semua iblis dan siluman yang ada di sana. Tak lama setelah itu, tiga buah pusaran tornado halilintar terbentuk cukup besar.
Tiga tornado halilintar tersebut lalu melesat secepat petir yang menyambar tadi. Tidak ada yang bisa lepas dari amukan tornado halilintar itu. Dalam radiuem lima puluh langkah, semua prajurit tewas oleh jurus dahsyat Shin Shui.
Perang baru berlangsung sekitar satu jam. Tetapi pihak Kaisar Naga Merah telah unggul jauh di atas angin. Sepak terjang Kaisar Naga Merah beserta dua pengawal pribadinya sungguh membuat siapapun ngeri yang melihatnya.
Jurus-jurus dari bangsa siluman naga sudah keluar membantai semua musuh. Jeritan kematian terdengar lebih keras dan lebih menyayat hati lagi.
Bumi terasa bergetar hebat dan langit berguncang. Malam ini, dunia seakan mau kiamat. Shin Shui terus mengamuk dengan berbagai jurus mautnya. Kaisar Naga Merah dan yang lainnya terus menggebrdak dengan kekuatan yang mereka miliki.
Di sisi lain, Chen Li pun sudah mengeluarkan seluruh kekuatannya. Meskipun dia baru mencapai Pendekar Langit tahap satu, tapi kekuatannya cukup untuk menggetarkan keberanian lawan.
Bocah kecil itu bergerak menyerang siapapun iblis yang dia temui. Seruling giok hijau, berkelebat memecah langit yang gelap. Sinarnya membuat para iblis merasa ngeri. Seruling itu memberikan sabetan dan totokan dengan dahsyat.
Saat ini Chen Li sedang di kurung oleh puluhan pasukan siluman dan iblis. Yang mengurungnya setara dengan kekuatan Pendekar Bumi tahap lima. Walaupun tingkat pelatihannya masih terbilang rendah, tetapi ceritanya lain lagi jika jumlahnya puluhan.
Tapi Chen Li bukanlah bocah yang mudah menyerah. Semakin sulit sesuatu yang dia hadapi, semakin jiwanya merasa tertantang. Dengan gerakan kilat, Li kecil melesat secepat angin sambil memberikan serangan-serangan dengan senjata serulingnya.
__ADS_1
Totokan dan sabetan dia lancarkan. Para iblis tersebut tak tinggal diam, mereka menyabetkan senjata dan melancarkan serangan dahsyat dengan jurusnya kepada Chen Li.
Namun dengan mudah, bocah kecil itu bida menghindari semua serangan tersebut. Tubuhnya mencelat terbang ke atas, begitu turun, seruling giok hijau dia sabetkan. Beberapa iblis langsung meregang nyawa.
Begitu kakinya menginjak tanah, Chen Li kembali melancarkan jurusnya lagi.
"Suara Seruling Penyejuk Jiwa …"
"Wushh …"
Angin berhembus kencang. Detik selanjutnya alunan selembut kain sutera mulai menggelegar ke seluruh arena peperangan. Suara seruling Chen Li mulai membius siapa saja yang mendengar. Terlebih lagi mereka para pasukan iblis dan siluman yang berada dalam jarak jangkauan lima puluh langkah.
Mereka yang tadinya menghunuskan senjata menyerang lawan, mereka yang tadinya mengeluarkan jurus untuk membunuh lawan, kini semuanya menjadi diam seperti sebuah patung.
Para prajurit itu seolah seperti sedang berada di alam bawah sadar. Mereka merasa di alam yang sangat nyaman dan menenangkan.
Jurus Suara Seruling Penyejuk Jiwa milik Chen Li benar-benar membuat musuh yang didekatnya merasa ketenangan tiada tara. Tapi mereka tidak tahu, di balik ketenangan itu ada sesuatu yang sangat berlawanan.
"Bertempur Melawan Raja Naga …"
"Wushh …"
Chen Li menghentakkan kakinya. Tubuhnya langsung meluncur jauh ke depan. Tangan kanan yang menggenggam erat seruling giok hijau mulai dia gerakkan. Seruling itu menyambar ke semua musuh yang ada di dekatnya. Totokan dan sabetan seruling kembali mewarnai peperangan.
Sinar hijau memenuhi langit seperti sebelumnya. Satu-persatu dari pasukan iblis dan siluman itu tewas hanya dengan sekali pukulan seruling Chen Li.
Seruling giok hijau memang ringan, tapi kalau di isi dengan tenaga dalam, seruling itu tidak berbeda jauh dari sebuah batu hitam di sungai. Semakin besar tenaga dalam yang disalurkan ke dalam pusaka tersebut, semakin berat juga serangannya.
"Prakk …"
__ADS_1
"Prakk …"
Satu-persatu kepala para iblis dan siluman yang berada di tingkat Pendekar Bumi tahap lima ke bawah pecah oleh hantaman seruling giok hijau. Sebagian dari mereka tidak ada yang sempat menjerit. Semuanya tewas hanya dalam sekali pukulan. Sebagian lagi mati terkapar dengan tubuh kaku akibat jalan darah pentingnya di totok senjata itu.
Chen Li harus bergerak secepat mungkin. Sebab kalau dia lambat, maka musuh akan tersadar dan kembali ke dunia nyata. Hanya dalam waktu singkat, tak kurang dari seratus iblis dan siluman yang setara dengan Pendekar Bumi tahap lima ke bawah telah tewas di tangan seorang bocah kecil.
Shin Shui yang mengetahui hal ini tersenyum bangga. Dia memberikan semangat kepada anak semata wayangnya.
Shin Shui sendiri masih terus bertarung membantai pasukan iblis. Entah sudah berapa puluh ribu pasukan yang tewas di tangannya. Sekarang ada sekitar sepuluh iblis dan siluman setara dengan Pendekar Dewa tahap dua sudah mengurungnya.
Semua tampang mereka sama-sama bengis. Begitu melihat Shin Shui twrmepii, para iblis dan siluman tersebut langsung mengeluarkan jurus mautnya.
Berbagai macam jurus dengan warna berbeda melesat secepat terjangan angin ke arah Shin Shui. Serangan mereka yang datang secara bersamaan itu tentu bukanlah serangan sembarangan. Jurus yang mereka lancarkan bisa menghancurkan sebuah gunung.
Oleh sebab itu, Pendekar Halilintar tidak tinggal dia. Dia menyabetkan Pedang Halilintar dengan tenaga tinggi. Dari pedang itu kembali sinar biru terang keluar menghalau semua jurus lawan.
Tapi itu saja tidak cukup, oleh sebab itu, Shun Shui melancarkan kembali jurus dahsyat lainnya.
"Dewa Halilintar Mengguncangkan Semesta …"
"Wushh …"
"Duarr …"
Langit seakan murka. Bumi bergetar hebat. Jurus yang sangat dahsyat dari Kitab Halilintar segera keluar. Satu sosok raksasa tiba-tiba muncul di belakang Shin Shui. Dia sendiri tubuhnya sudah terbungkus oleh sinar biru yang selalu mengeluarkan kilatan halilintar.
Dia memang sengaja mengeluarkan jurus ini dengan tujuan mempersingkat peperangan. Selain itu, Shin Shui juga sengaja untuk memancing Kaisar Tiga Mata Tiga Tanduk segera keluar.
Kemungkinan dengan keluarnya jurus yang dapat mengguncangkan langit dan bumi ini, Kaisar Iblis bisa segera bangun dari tidurnya. Karena kalau tidak dengan cara ini, entah kapan dia akan bangun. Sebab seperti diceritakan sebelumnya, dia tidak akan bangun dari tidur jika tidak kehendaknya sendiri.
__ADS_1
Sepuluh jurus dahsyat yang dilancarkan iblis dan siluman, akhirnya langsung di pukul rata oleh Shin Shui. Jurus mereka hancur di tengah jalan sehingga menimbulkan sebuah ledakan keras.