Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa
Kaisar Naga Merah


__ADS_3

Shin Shui lalu memberikan sebuah pil kepada Peng Qiu sebagai hadiah. Pil itu adalah Pil Penguat Tulang. Artinya, seseorang yang memakan pil itu bisa untuk memperkuat kualitas tulangnya.


Setelah itu, Shin Shui lalu mengajak semua para tetua dan Chen Li masuk kembali ke ruangan. Sedangkan para murid disuruh untuk segera membubarkan diri dan segera beristirahat.


###


Malam telah tiba. Seperti biasanya suasana di Sekte Bukit Halilintar telah sepi. Shin Shui masih terdiam sendiri di bawah pohon sakura. Tubuhnya di senderkan.


Semerbak bunga sakura dan bunga tulip begitu harum menusuk hidung. Rembulan bersinar tanpa terhalang awan. Semilir angin berhembus membelai manja tubuh Shin Shui.


Shin Shui sedang melamun. Tapi tiba-tiba, di depannya ada sebuah cahaya merah yang cukup terang. Setelah cahaya itu redup, Shin Shui kaget.


Sebab saat ini di depannya ada seseorang. Dia berpakaian merah lengkap dengan pernak-pernik raja. Tubuhnya sedikit bercahaya dan auranya cukup menekan Shin Shui. Wibawanya keluar memenuhi area tersebut. Di punggungnya ada dua patang pedang berkepala naga yang di silangkan.


Shin Shui tersentak kaget. Sebab dia belum tahu siapa gerangan yang datang ini.


Tapi sebelum Shin Shui bicara mengajukan pertanyaan, orang tersebut malah berbicara terlebih dahulu.


"Maaf aku mengganggu waktu pendekar," kata orang tersebut.


"Maaf, Anda siapa?"


"Apakah Anda Shin Shui si Pendekar Halilintar?" orang tersebut malah bertanya balik kepada Shin Shui.


"Benar, ini aku, Shin Shui. Kalau boleh tahu, Anda ini siapa?"


"Perkenalkan, aku Kaisar Naga Merah," katanya sambil tersenyum.


Shin Shui kaget. Dia tidak menyangka sama sekali bahwa orang yang ada di hadapannya saat ini adalah Kaisar Naga Merah (di kisah pertama sudah pernah disebutkan bahwa siluman naga bisa berubah menjadi sosok seperti manusia). Sebab baru kali ini dirinya melihat sang Kaisar dari Negeri Siluman tersebut.


"Maaf, maaf, mataku terbuka tapi tidak bisa melihat keagungan Gunung Thiasan," ucap Shin Shui mau membungkuk memberikan hormat.


Namun buru-buru Kaisar Naga Merah menahannya. Dia menyuruh Shin Shui untuk bangun kembali. Shin Shui melakukan itu karena sadar, bagaimanapun juga, dia sadar harus bersikap hormat kepadanya. Apalagi mengingat bahwa Cun Fei adalah bawahan Kaisar ini.


"Kaisar maaf, ada urusan apakah sampai Anda telah jauh-jauh datang kemari?" tanya Shin Shui.

__ADS_1


"Hahhh …" Kaisar Naga Merah menghela nafas panjang sebelum berbicara. "Aku ke sini karena ingin meminta bantuanmu pendekar. Di Negeri Siluman, saat ini sedang kacau balau. Bahkan aku sudah tidak menempati posisi Kaisar lagi. Saat ini kursi Kaisar diduduki oleh bangsa siluman yang sebenarnya adalah bangsa iblis. Mereka merebut kekuasaanku dan membuat semua rakyat Negeri Siluman sengsara. Bahkan khusus ras siluman naga sendiri, mengalami penderitaan yang lebih berat daripada ras siluman lainnya," keluh Kaisar Naga Merah.


Shin Shui hanya diam mendengarkan. Dia pura-pura tidak tahu, meskipun sebenarnya sudah tahu karena sempat diberitahu oleh gurunya, Lao Yi.


"Apa? Kenapa bisa menjadi begitu Kaisar. Lalu, sekarang keadaan di sana bagaimana?" Shin Shui pura-pura kaget saat mendengar cerita itu.


"Sukar untuk dijelaskan dengan kata-kata. Keadaan di Negeri Siluman telah berubah seratus delapan puluh derajat. Kejahatan di mana-mana, bahkan kehidupan bangsa siluman sendiri semakin sengsara. Mungkin tidak berbeda jauh dengan kehidupan manusia. Padahal sebelumnya saat aku berkuasa, kehidupan di sana sangat damai dan tenteram," ucap Kaisar Naga Merah merasa sedih atas nasib negerinya sendiri.


"Kalau begitu hal ini tidak bisa di diamkam begitu saja. Kita harus merebut kembali kekuasaan itu," kata Shin Shui penuh tekad.


"Itulah sebabnya aku kemari. Aku minta tolong kepadamu supaya mau membantuku merebut kekuasaan itu, karena aku merasa hanya kau seorang yang mampu membebaskan kesengsaraan ini. Tapi entah kau mau atau tidak,"


"Tentu saja aku mau. Apalagi mengingat bahwa mendiang Senior Cun Fei berasal dari sana,"


"Tunggu, bagaimana kau bisa tahu bahwa Cun Fei sudah tidak ada?" tanya Kaisar Naga Merah kebingungan.


"Eumm, anu, karena aku mempunyai firasat saja," kata Shin Shui agak gugup.


"Hemmm, sudahlah. Jadi bagaimana, apakah pendekar bersedia membantuku?"


"Ah, akhirnya. Terimakasih pendekar, terimakasih. Aku berjanji tidak akan melupakan budi baikmu ini," katanya berniat untuk berseujud kepada Shin Shui.


Namun dengan segera Pendekar Halilintar itu menahan Kaisar Naga Merah.


"Tidak perlu seperti ini Kaisar. Anggap saja semua ini balasan atas budi baik senior Cun Fei dan Kaisar sendiri,"


"Baik, baik. Sekali lagi aku ucapkan terimakasih,"


"Tidak perlu sungkan. Anggap saja kita ini saudara. Kapan aku harus ke sana?" tanya Shin Shui.


"Lebih cepat lebih baik. Sebab semakin lama akan semakin merepotkan," kata Kaisar Naga Merah.


"Hemmm, baiklah kalau begitu. Satu minggu lagi aku akan ke sana,"


"Baik kalau begitu. Aku tunggu pendekar di sana,"

__ADS_1


"Tunggu!" kata Shin Shui menahan kepergian Kaisar Naga Merah. "Bagaimana caraku supaya bisa sampai di Negeri Siluman?"


"Aihh aku lupa, maaf. Begini, kalau kau berniat pergi ke sana, kau cukup lemparkan lencana naga ini di tempat kosong. Jika ada portal, kau masuklah ke sana. Sebab dengan cara begitu kau bisa sampai di Negeri Siluman. Bahkan bisa sampai langsung ke tempat aku berdiam," kata Kaisar Nata Merah sambil memberikan sebuah lencana merah berbentuk kepala naga.


"Baiklah kalau begitu. Aku mengerti sekarang,"


"Kalau begitu, aku pamit undur diri. Sebab ini hanyalah jurus bayanganku saja. Jadi aku tidak bisa berlama-lama di sini," katanya.


"Baik Kaisar. Sampai bertemu kembali,"


Kaisar Naga Merah tersenyum lembut lalu menganggukan kepalanya. Setelah itu, cahaya merah kembali menyeruak lalu dia menghilang dari pandangan begitu cahaya itu hilang.


"Hahh … tugasku ternyata masih banyak. Aku tidak bisa bersantai lagi," kata Shin Shui berucap kepada dirinya sendiri.


###


Hari sudah pagi. Semalaman Shin Shui tidak bisa tidur terlelap. Dia terus memikirkan nasib Negeri Siluman.


Saat ini Pendekar Halilintar itu sedang menikmati teh hijau yang terdapat di Bukit Awan bersama semua tetua, Yun Mei dan Chen Li juga ada di sana.


Melihat gelagat Shin Shui yang berbeda seperti biasanya, maka para tetua pun merasa heran. Salah seorang dari mereka bertanya mengenai hal ini kepada Shin Shui.


"Kepala Tetua, apakah kau sedang menghadapi masalah sulit?"


"Tidak salah," jawab Shin Shui lalu menyuruput tehnya.


"Kalau boleh tahu, masalah apakah itu? Barangkali kami bisa membantu," katanya penuh hormat.


"Semalam Kaisar Naga Merah datang kepadaku. Dia memintaku segera ke sana dan membantu merebut kekuasaannya,"


"Apa maksud Kepala Tetua, Negeri Siluman sedang terjadi kekacauan besar?"


"Benar. Oleh sebab itulah aku akan segera berangkat,"


"Hemm, kalau begitu biarkan kami membantu Kepala Tetua," kata tetua tersebut.

__ADS_1


"Jangan, kalian cukup di sini dan mengawasi Sekte Bukit Halilintar selama aku pergi," kata Shin Shui.


__ADS_2