
"Duarr …"
Gelombang kejut segera tercipta begitu ledakan berbunyi. Ratusan prajurit siluman menjadi korban. Mereka terpental ke segala arah lalu tewas saat itu juga.
Perang ini menjadi berat sebelah. Pasukan Kaisar Tiga Mata Tiga Tanduk jauh berada di bawah angin. Sebaliknya, pasukan Kaisar Naga Merah unggul dari segala hal.
Pasukan mereka hanya sedikit yang tewas. Yang jelas tidak belih dari setengahnya, sedangkan pasukan musuh sudah separuh lebih meregang nyawa.
Saat ini Kaisar Naga Merah sedang bertarung melawan Jenderal Iblis. Tubuhnya kurang lebih setinggi tiga kaki. Badanya tegap dengan bulu hitam di seluruh tubuh. Penampilannya sangat menyeramkan, agaknya memang cocok dengan asalnya, yaitu iblis.
Saat ini tingkat pelatihan Kaisar Naga Merah setara dengan Pendekar Dewa tahap enam pertengahan. Sedangkan lawan setara dengan Pendekar Dewa tahap enam awal. Perbedaan mereka hanya setengah jalan saja, sehingga pertarungan keduanya berjalan dengan sengit.
Kaisar Naga Merah bertarung menggunakan sebilah pedang pusaka yang memancarkan warna merah membara. Sedangkan Jenderal Iblis menggunaka senjata kapak dua mata.
Keduanya sudah bertarung lebih dari tiga puluh jurus. Setiap jurus yang keluar dari masing-masing pihak memiliki kekuatan yang dasyat. Jurus pedang Kaisar Naga Merah terkenal dengan kecepatannya.
Sedangkan jurus kapak Jenderal Iblis terkenal dengan kekuatannya yang sekali banyak mampu meretakkan gunung. Pertarungan ini berjalan semakin tegang saat mereka beradu jurus senjata jarak dekat.
Pedang di tangan Kaisar Naga Merah bergerak membuat lingkaran menimbulkan sinar kemerahan. Sedangkan kapak dua mata di tangan Jenderal Iblis di ayunkan dari samping kanan kiri tanpa henti.
Benturan senjata terus terjadi seiring keduanya bertukar jurus. Jenderal Iblis mengayunkan kapaknya mengincar leher, andai kata serangan itu tepat mengenai sasaran, dapat dipastikan sekali tebas saja kepala Kaisar Naga Merah langsung terlepas dari tempatnya.
Tapu Kaisar itu bukanlah siluman naga sembarangan. Kekuatannya jangan ditanyakan lagi. Sekali sentak, pedangnya telah menangkis kapak milik Jenderal Iblis.
Bunga api berpijar memenuhi langit. Detik berikutnya, Kaisar Naga Merah mementalkan kapak milik lawan, sedangkan dia sendiri segera mengirimkan serangan balasan.
Pedang di tangannya bergetar. Serangkum hawa panas segera keluar dari pedang pusaka tersebut. Dia mulai bergerak.
__ADS_1
Pedangnya di ayunkan sampai mengeluarkan cahaya merah memanjang menyambar apa saja yang di dekatnya. Bersamaan dengan itu, hembusan angin yang membawa hawa panas terasa sampai ke segala penjuru.
"Wushh …"
"Blarr …"
Cahaya putih kekuningan membumbung tinggi sebelum akhrinya meledak. Jenderal Iblis ternyata menahan serangan itu dengan seluruh kekuatan yang dia milik.
Kedua siluman tersebut terpental sejauh lima puluh langkah. Dari mulut Jenderal Iblis keluar darah segar. Walaupun serangan Kaisar Naga Merah berhasil dia minimalisir, tak urung juga tangan kirinya jadi korban.
Lengan kirinya terpotong oleh sinar merah tadi sebatas sikut. Dia menjerit keras sehingga menggetarkan arena peperangan. Dengan kemarahan meluap, dia kembali menerjang Kaisar Naga Merah.
"Bagus, ternyata kau masih punya nyali juga. Kita lihat, apakah tubuhmu itu sudah kebal terhadap jurus mautku," kata Kaisar Naga Merah dengan amarahnya yang sudah meluap.
Jenderal Iblis telah tiba di hadapan Kaisar itu. Kapaknya dia ayunkan keras dari atas ke bawah. Tenaga yang dahsyat segera membuat tanah terbelah. Dari dalam tanah itu keluar duri tajam yang langsung menyerang Kaisar Naga Merah.
Setelah itu, Kaisar Naga Merah berteriak keras. Auman seekor naga yang marah menggema di seluruh jagat raya. Langit bergetar, tak lama, dari balik awan kelam keluar sosok bayangan naga merah.
Sosok naga itu melesat secepat terjangan angin ke arah Jenderal Iblis. Tak ayal lagi, jendral itu terhempas ratusan meter akibat terjangan naga tadi, tubuhnya hancur setelah menabrak dinding Kekaisaran hingga hancur.
Setelah lawan tewas, Kaisar Naga Merah kembali bergerak. Dia berniat untuk mencari lawan yang lainnya.
Sementara itu di sebelah barat, Naga Hijau juga sedang bertarung melawan sosok iblis yang sepadan dengannya. Saat ini dia setingkat dengan Pendekar Dewa tahap lima pertengahan. Begitu juga dengan iblis yang menjadi lawannya.
Oleh sebab itu, pertarungan keduanya berjalan lebih seru daripada pertarungan Kaisar Naga Merah sendiri.
Naga Hijau sedang menyerang lawan menggunakan jurus-jurus dahsyatnya. Lawan pun sedang menahan semua serangan Naga Hijau.
__ADS_1
Kedua siluman itu bertarung sampai seratus jurus lebih. Kadang kala, mereka bertarung di udara dengan kekuatannya masing-masing. Begitu turun ke bumi, mereka akan kembali melanjutkan pertarungannya.
Naga Hijau mengubah dirinya ke wujud asli. Seekor naga berwarna hijau sepanjang puluhan kaki menyerang iblis itu dengan ganas. Mulutnya mengeluarkan api hijau dengan panas tiada tara.
Iblis tersebut mulai merasa kewalahan. Semua jurus mautnya sudah dia keluarkan. Bahkan seluruh kemampuannya juga sudah di kerahkan. Tetapi walaupun begitu, tak urung juga dia menjadi sasaran amukan Naga Hijau yang kini berubah ke wujud aslinya.
Sosok Naga Hijau benar-benar perkasa. Bukan hanya iblis itu yang menjadi sasarannya, bahkan pasukan iblis yang ada di dekatnya juga terkena imbas. Ekornya di kibaskan ke sana kemari menerjang pasukan iblis dan siluman.
Sekali kibasan ekor mampu menewaskan pilihan pasukan musuh. Tak jarang, dia juga menyemburkan api hijau dari mulutnya ke segala arah. Keistimewaan api hijau ini adalah akan terus menyala sebelum lawan benar-benar tewas.
Akibatnya, jeritan ratusan pasukan iblis yang merasa kepanasan terdengar menyayat hati. Jeritan itu baru berhenti setelah tubuh mereka berubah menjadi mayat.
Sementara itu, pertarungan Naga Biru pun tak kalah hebat. Dia sedang bertarung dengan dua iblis yang kekuatannya setara dengan Pendekar Dewa tahap tiga pertengahan. Sedangkan Naga Biru sendiri baru mencapai tingkat Pendekar Dewa tahap empat akhir.
Walaupun dia jauh lebih tinggi satu tingkat, tetapi jika lawannya berdua, urusannya lain lagi. Dia merasa cukup kesulitan untuk menembus pertahanan dua iblis yang me jadi lawannya.
Alasannya karena kedua iblis itu bekerja sama dengan sangat baik. Satu menyerang, satu melindungi. Begitu seterusnya sehingga Naga Biru kesulitan. Tetapi meskipun begitu, sediki demi sedikit dia berhasil juga menjebol pertahanan lawan.
Selain melawan dua iblis tersebut, dengan Tombak Naga di tangan dia membantai habis semua pasukan musuh yang mencoba mengusiknya.
"Tombak Naga Menyapu Daratan …"
"Wushh …"
Sinar biru memancar keluar dari ujung tombak. Dia menyapu dari sisi kanan ke kiri. Tak kurang dari seratus prajurit terkena sapuan jurusnya. Mereka langsung terkapar dengan darah membeku.
Selesai membantai prajurit, dia kembali menggempur dua iblis yang menjadi lawan utamanya. Tombak Naga diputarkan di atas kepala sehingga menimbulkan deru angin kencang. Angin dahsyat itu membawa hawa dingin yang menusuk tulang.
__ADS_1
Para prajurit yang tidak kuat menahan hawa tersebut, bisa langsung tewas dengan tubuh membeku.