Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa
Keistimewaan San Ong dan Ong San


__ADS_3

Suasana langsung hening seketika. Suara ruangan dan geraman para siluman yang sebelumnya sempat menggetarkan tempat tersebut, saat ini tidak terdengar sama sekali. Semuanya diam. Semuanya tertunduk. Kecuali hanya mereka saja yang berkekuatan tinggi.


Ratusan siluman itu sangat terkejut ketika melihat dua ekor siluman kera putih San Ong dan Ong San.


Untuk diketahui, Kaisar Naga Merah adalah penguasa di Negeri Siluman. Dia Raja dari segala Raja siluman. Walaupun ada siluman lain yang bisa saja lebih tinggi dari pada dirinya, namun mereka tetap akan menghormati Kaisar Naga Merah.


Meskipun tidak semua siluman berada di bawah perintahnya, namun hampir semua, memang menjadi pasukannya.


Kebetulan San Ong dan Ong San dipercaya olehnya menjadi penguasa di sebuah gunung perbatasan yang dikenal dengan gunung San-Ong.


Kedua siluman kera itu mempunyai tanda, yaitu besi lingkaran yang selalu ada di atas kepala keduanya. Yang mengerti arti simbol besi itu hanyalah para siluman yang tunduk di bawah kekuasaan Kaisar Naga Merah. Kalau yang tidak tunduk, tentu saja tak akan tahu. Oleh sebab itulah dia terkadang bertarung melawan siluman lainnya.


Dan kebetulan sekali para siluman yang ada di sini saat ini, adalah mereka yang tunduk di bawah kekuasaannya. Sehingga para siluman itu begitu terkejut bahkan sampai bergetar saat melihat kehadiran keduanya.


Chen Li masih kebingungan. Dia belum mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini. Dia hanya tahu, San Ong dan Ong San berteriak minta dikeluarkan dari Kantong Siluman untuk menghadapi mereka.


"San Ong, apa yang sebenarnya sudah terjadi? Kenapa mereka semua takut kepadamu?" tanya Chen Li penasaran.


"Mereka ini para siluman yang tunduk di bawah kekuasaan Kaisar Naga Merah, Tuan Muda. Mereka takut kepada kami karena kebetulan, aku dipercaya oleh Kaisar Naga Merah untuk mengemban tugas. Siapapun yang membantah perintahku, aku bebas mau melakukan apa saja," jawab San Ong.


Chen Li mengangguk. Begitu juga dengan Huang Taiji.


"Kau bisa menyadarkan mereka supaya terbebas dari pengaruh obat itu?"


"Sangat bisa Tuan Muda,"


"Bagus. Tolong sadarkan mereka sekarang,"


"Baik,"


Selesai berkata demikian, San Ong san Ong San langsung bergerak cepat. Bahkan sangat cepat sekali.


Keduanya bagaikan bayangan yang melesat sesuka hati. Hembusan angin mengibarkan pakaian para manusia yang ada di sana. Sepuluh orang yang tadi mencekoki para siluman dengan obat yang dicampur dalam makanan, sampai saat ini maish terbengong.


Mereka masih kebingungan. Kejadian seperti sekarang ini benar-benar diluar dugaannya. Terlebih lagi, usaha mereka yang bertaruh nyawa, semuanya hanya sia-sia.


Setelah beberapa saat berlalu, ratusan siluman berhasil disadarkan oleh San Ong dan Ong San.


Begitu pikiran mereka sadar sepenuhnya, ratusan siluman itu langsung menundukkan kepalanya. Mereka jauh lebih menghormat dari pada sebelumnya.


"Sekarang kalian boleh pergi," kata San Ong memberikan perintah.

__ADS_1


Ratusan siluman meraung pelan. Dengan khidmat mereka segera pergi dari sana. Kini yang ada di sana hanyalah beberapa siluman kelas atas saja.


"Benar-benar luar biasa. Aku tak menyangka kalian bisa melakukan hal seperti ini," ujar Chen Li penuh kekaguman kepada dua siluman peliharaannya.


"Ini memang keistimewaan kami Tuan Muda. Bahkan rasanya, baru kali ini saja kami memperlihatkannya," ucap Ong San.


"Hahaha, kalian memang benar-benar luar bisa. Aku kagum,"


San Ong dan Ong San tersenyum khas siluman kera.


Sepuluh orang lawan mereka telah berdiri menantang. Sepertinya orang-orang tersebut sedang menahan amarah yang sangat meluap. Juga mereka merasa ketakutan setengah mati saat melihat para siluman kelas atas memandanginya dengan sinar mata benci.


"Sekarang semua usaha kalian sudah sia-sia. Hanya ada dua jalan bagi kalian. Bunuh diri, atau mau dibunuh?" tanya Huang Taiji sambil tersenyum sinis.


"Hahaha, sombong sekali ucapanmu orang tua. Hemm, kau kira kau siapa?"


"Pendekar Pedang Tombak Tanpa Tanding …" jawabnya penuh rasa bangga.


Semua orang terkejut sesaat. Mereka adalah orang-orang suruhan yang ditugaskan untuk menghancurkan Kekaisaran Wei. Siapa yang tidak pernah mendengar julukan itu?


Siapapun pasti pernah mendengarnya.


Huang Taiji hanya tersenyum simpul. Dia sudah bisa mengukur sampai di mana kekuatan lawannya.


Menurut penglihatannya, enam orang di antara mereka setara dengan Pendekar Dewa tahap empat. Sedangkan sisanya setara dengan Pendekar Dewa tahap satu pertengahan.


"Kalau memang kalian penasaran, kenapa tidak langsung mencobanya saja?" tantang Huang Taiji.


"Baik. Kami akan melakukannya untukmu,"


Wushh!!!


Satu bayangan hitam melesat sangat cepat ke arahnya.


Plakk!!!


Benturan pertama terjadi. Orang itu merasa lengannya ngilu dan tubuhnya bergetar saat beradu pukulan dengan Huang Taiji.


'Gila, ternyata orang tua ini memang mempunyai kekuatan lebih,' batinnya merasa terkejut.


"Lumayan juga ternyata," ujar orang tersebut menutupi rasa gentar dalam tubuhnya.

__ADS_1


"Kalian berempat maju sekaligus saja. Sisanya biar aku berikan kepada dua siluman sahabatku dan keponakanku ini," ejek Huang Taiji.


"Sombong!!"


Wushh!!!


Selesai berkata demikian, mereka menyerang lagi. Kali ini, empat orang benar-benar melesat ke arah Huang Taiji. Mereka sudah mencabut senjata pusaka berupa pedang dan sebagainya.


Dua orang Pendekar Dewa tahap empat menyerang San Ong dan Ong San. Empat Pendekar Dewa tahap satu pertengahan ada yang menyerangnya juga, ada pula yang menyerang Chen Li.


Semua sudah ikut turun tangan.


Tapi belum sempat San Ong dan Ong San turun tangan lebih lanjut, dua ekor harimau bersayap ungu untuk sudah melesat ke depannya.


Keduanya seolah meminta belas kasihan kepadanya agar diperbolehkan melawan manusia-manusia itu.


San Ong dan Ong San paham, keduanya tersenyum simpul.


"Baiklah, balaskan dendam rekan kalian dan habisi kedua manusia iblis ini," ujar San Ong.


Grrr!!!


Dua harimau bersayap ungu meraung pelan.


Wushh!!!


Keduanya segera melesat menyerang dua Pendekar Dewa tahap empat dan dua Pendekar Dewa tahap satu pertengahan. Sayapnya mengepak menerbangkan debu dan dedaunan yang ada di sana. Taringnya yang panjang serta tajam dia perlihatkan.


Seolah siluman itu ingin mengatakan "bahwa aku bisa mencabik-cabik tubuhmu".


Di sisinya, Chen Li juga sudah mulai bertarung. Dua Pendekar Dewa tahap satu pertengahan menjadi lawannya. Bocah itu tahu bahwa dirinya masih belum bisa menandingi kekuatan dua orang tersebut.


Namun seperti yang diketahui, semakin tantangannya berbahaya, semakin semangat pula dirinya.


Pedang Hitam dan seruling giok hijau sudah dka keluarkan untuk menghadapi keduanya.


Wushh!!!


Dua lawannya menyerang lebih dahulu. Dua batang pedang tajam bergerak ditebaskan dari sisi kanan dan sisi kiri.


Chen Li tidak mau gegabah. Begitu pertarungan dimulai, dia langsung berlaku serius.

__ADS_1


__ADS_2