Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa

Legend Of Lightning Warriors II: Mata Dewa
Huang Taiji Lu dan Makhluk Mata Dewa Unsur Bumi


__ADS_3

Chen Li yang dirasuki sosok dari Mata Dewa Unsur Bumi tersenyum.


Senyuman yang sangat dingin. Senyuman menyeramkan tapi sangat berwibawa.


"Aku tahu, yang kau maksudkan sudah tiba karena sekarang Kekaisaran Wei sedang dilanda bencana, benar bukan? Dan mungkin sebentar lagi bencana yang sebenarnya juga akan segera tiba, itu yang kau maksud?"


"Benar. Sekarang keadaan kacau balau. Kalau kau tidak mau menurut kepada bocah itu sekarang, maka entah kapan waktu yang tepat menurutmu itu,"


"Aku tahu, tapi aku kasihan terhadap bocah ini. Aku takut dia tidak sanggup mengendalikanku untuk sekarang,"


"Aku yang akan menjamin. Sebelumnya aku sudah menguatkan pondasi bocah itu. Kau jangan khawatir, semuanya sudah aku siapkan untuk masa depannya. Mungkin kalau semua telah tiba saatnya, aku akan memberitahu siapa aku yang sebenarnya,"


"Apakah sampai sekarang orang-orang di sekitarmu belum tahu siapa dirimu?"


"Belum, aku masih mengaku sebagai salah satu pendekar yang terkenal,"


"Hahaha, kau memang sangat ahli salam menyamar sebagai orang lain,"


"Kau jangan terlalu memujiku,"


"Lalu, apakah orang yang asli tidak tahu bahwa dirinya ditiru olehmu?"


"Tidak, Pendekar Pedang Tombak Tanpa Tanding yang asli sudah meninggal beberapa tahun lalu saat dalam sebuah pertarungan,"


"Pengawal pribadi Dewa Lima Unsur memang cerdas,"


"Sama sepertimu. Bagaimana kau bisa tahu siapa aku sebenarnya?"


"Kau harus ingat bahwa aku utusan Para Dewa. Di dunia ini, selain Dewa Lima Unsur sendiri, hanya pengawal pribadinya saja yang bisa menyegelku,"


"Hahaha, bagus kalau kau sudah tahu. Tapi sampai sekarang, aku belum tahu bagaimana dan seperti apa wujudmu,"


"Dewa Lima Unsur tidak menceritakan semuanya kepadamu?" tanya makhluk itu.


"Tidak, dia hanya menyuruhku untuk mengawal keluarga Pendekar Halilintar hingga waktunya tiba. Selebihnya aku tidak tahu,"


"Baik, aku akan sedikit menceritakannya kepadamu. Sebenarnya Mata Dewa berjumlah lima unsur. Dan setiap unsur adalah wujud dari sosok naga. Unsur bumi sebenarnya berwujud naga bumi, unsur api adalah naga api. Begitu seterusnya,"


"Lalu, bagaimana kalian bisa mempunyai kekuatan setinggi ini?"


"Karena kami adalah peliharaan dari masing-masing Dewa,"

__ADS_1


"Apakah malapetaka di masa depan nanti sangat dahsyat sehingga Para Dewa langsung mengutus kalian untuk turun ke bumi?"


"Benar. Iblis di masa depan nanti mempunyai kekuatan yang sangat mengerikan. Bahkan jika peliharaan Para Dewa turun langsung dan bertarung satu persatu, rasanya masih belum cukup untuk mengalahkannya. Hanya dengan cara bergabung seperti ini yang merupakan cara paling baik,"


"Hemm, pantas saja. Bahkan Dewa Lima Unsur sendiri hingga ditugaskan turun,"


"Jadi sekarang kau sudah mengerti bukan bagaimana mengerikannya musuh para manusia di masa depan nanti?"


"Sedikit banyak aku sudah paham,"


"Bagus. Itu artinya kau harus betul-betul menjalankan tugasmu. Jangan sampai asa kesalahan, karena sedikit saja kau melakukan kesalahan, jaminannya kehidupan manusia di bumi akan hancur. Hanya dalam sekejap, akan berubah menjadi neraka dunia,"


"Aku mengerti. Karena itulah aku memintamu supaya tunduk terhadap bocah ini,"


"Aku paham. Baik, demi nama Para Dewa, aku akan berdamai dengan bocah ini mulai sekarang. Namun kau harus ingat, unsur api, halilintar dan angin adalah yang paling kuat. Mereka paling sulit untuk di ajak berdamai. Yang paling gampang adalah aku sendiri, naga bumi dari unsur bumi. Dan naga air dari unsur air. Mungkin untuk mengendalikan tiga unsur tadi, hanya Dewa Lima Unsur saja yang dapat melakukannya,"


"Baik terimakasih. Sekarang aku mengerti, tapi apakah unsur air tidak bisa dikendalikan sekarang juga?"


"Belum waktunya. Aku takut akan membahayakan bocah ini. Asal kau tahu saja, walaupun baru aku yang bisa dikendalikan, namun setidaknya sudah cukup untuk melawan para pendekar yang kekuatannya lebih tinggi,"


"Baik, aku percaya. Sekarang kembalilah. Aku hanya meminta supaya kau tidak mengingkari janji,"


"Seumur hidup, kami tidak pernah ingkar janji,"


"Terimakasih,"


"Sekarang keluarlah,"


"Baik,"


Keadaan kembali normal. Tanah sempat bergetar saat Mata Dewa Unsur Bumi tertutup. Chen Li menjadi lemas, dia langsung pingsan saat itu juga.


Pengawal pribadi Dewa Lima Unsur atau yang sekarang lebih dikenal dengan Pendekar Pedang Tombak Tanpa Tanding, segera menahan tubuh bocah tersebut.


Segel yang tadi nampak mendadak lenyap tanpa bekas. Semuanya kembali seperti semula.


Chen Li dibaringkan di atas batu hitam. Orang tua itu menyalurkan hawa murni untuk membantu memulihkan tubuh bocah istimewa itu.


Setelah hampir tiga puluh menit lamanya, Chen Li siuman.


"Paman, apa yang sudah terjadi padaku?" tanyanya kebingungan.

__ADS_1


"Memangnya kenapa?"


"Aku merasakan kekuatan dalam tubuhku meningkat pesat. Hawa hangat terus mengalir tanpa henti dalam jumlah besar,"


"Hahaha, selamat Li'er, selamat. Kau sudah berhasil mengendalikan Mata Dewa Unsur Bumi. Sekarang kekuatanmu sudah menembus Pendekar Dewa tahap satu. Di masa ini, hanya kau yang dapat mencapai tingkatan setinggi itu dalam usia dua belas tahun. Kau sudah membuat sejarah baru dalam dunia persilatan Kekaisaran Wei," jelas Huang Taiji Lu.


"A-apa? Benarkah yang Paman katakan itu?"


"Tentu saja, Paman tidak pernah berbohong. Hahaha … kau memang anak yang luar biasa,"


"Terimakasih Paman. Ini semua berkat bantuan Paman, Ayah pasti tidak akan menyangka bahwa aku sudah bisa mengendalikan kekuatan Mata Dewa Unsur Bumi,"


Chen Li tertawa bahagia. Hasil latihan kerasnya selama ini ternyata tidak sia-sia belaka. Semua rasa sakit yang dia derita, kini telah tergantikan dengan sesuatu yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.


Di usianya yang baru menginjak dua belas tahun, ternyata dia sudha berhasil mengendalikan satu kekuatan dahsyat yang terpendam. Andia kata ada sekarang Pendekar Dewa tahap dua menantangnya, niscaya dia akan sanggup untuk mengalahkannya.


Tinggal menambah pengalaman, membiasakan dengan kekuatan baru dan mempelajarinya, pasti dia akan tumbuh menjadi bocah yang jauh lebih istimewa lagi.


"Hahaha, kau tidak perlu seperti itu kepada Paman. Nanti kalau ada kesempatan lagi, Paman akan menurunkan jurus pedang kepadamu. Meskipun tidak setinggi ilmu pedang Ayahmu, setidaknya ilmu pedang Paman bisa di setarakan dengan ilmu kelas atas,"


"Baik Paman, terimakasih. Li'er pasti akan mengingat semua kebaikan Paman,"


"Bagus Li'er. Kau memang anak yang istimewa,"


"Sekarang kau coba kekuatan baru itu. Mari kita bertarung untuk beberapa jurus,"


"Baik Paman. Mari,"


Chen Li bangkit berdiri. Pendekar Pedang Tombak mundur sepuluh langkah ke belakang.


Bocah itu merasakan kekuatannya benar-benar meningkat tajam. Bahkan dia merasa tubuhnya jauh lebih ringan.


"Wushh …"


Dia meluncur secara tiba-tiba. Dua pukulan keras langsung dilancarkan dengan ganas. Matanya sudah terbuka, tatapan mata itu mampu mendatangkan perasaan tersendiri bagi lawan.


Pendekar Pedang Tombak menahan pukulan Chen Li. Namun secara tiba-tiba tanah terbelah lalu hancur menghujani tubuh Huang Taiji Lu.


Untung bahwa dia bukan sembarangan orang. Segulung angin dahsyat membuyarkan hujan tanah tersebut.


"Blarr …"

__ADS_1


"Hahaha, hebat Li'er. Kekuatan Mata Dewa memang mengerikan,"


Keduanya gembira. Terlebih lagi Chen Li. Padahal dia hanya mengeluarkan sedikit kekuatannya, tak disangka hasilnya cukup mengejutkan.


__ADS_2